
Setelah acara selesai, kami pun langsung pulang ke rumah dan Mama memanggilku,
di ruang tamu sudah ada Papa yang juga ingin berbincang dengan Aldo, Mama pun membuka suara, ia ingin kami berdua meneruskan perusahaan Papa dan menjadikan terbesar se Asia dengan merger bersama perusahaan Aldo yang nantinya nama Perusahaan itu adalah nama anak kami.
Akupun menjawab " Disti diskusikan dulu bersama Aldo yah ma,sambil mengangguk pelan".
Dan aku pun berpamitan ke kamar untuk beristirahat karena kehamilanku sidikit membuat lelah.
Setelah sampai di kamar, aku memutuskan untuk membersihkan badan dengan berendam di bathtube, setelah itu bergeas berganti baju dan turun untuk gabung berbincamg dengan Mama dan Papa
sampai di tangga betapa kagetnya aku karena Tuan Wijaya akan bertemu dengan Papa,,,bahkan akan menyerahkan bukti utang-piutang Wijaya Corporation, aku pun langsung memeluk Aldo karena takut akan terjadi hal-hal seperti kemarin.
Papa Aldo pun menegaskan kepadaku bahwa semuanya akan baik-baik saja, bahkan mereka akan bertemu besok siang di sebuah restorant, Aldo tidak di perbolehkan ikut karena demi keselamatanya.
__ADS_1
Setelah perbincangan selesai, Papa memintaku segera beristirahat, setelah pergi ke tempat tidur aku memutuskan untuk bermimpi indah karena sangat lelah sekali.
Keesokan harinya, Aldo tak terlihat disampingku, akupun memutuskan untuk mencarinya, ternyata dia tertidur di ruangkerja, dan aku bergegas membersihkan diri, saat akan turun ke bawah kulihat mama makan sendiri, kudekati mama dan ku tanya dimana papa, mama hanya terdiam, aku pun memeluk mama untuk menguatkan mama, dan Aldo tiba-tiba saja sudah berada di meja makan sambil berkata " Mama, tenanglah Papa akan baik-baik saja karena seluruh bodyguard terbaik akan menjaga papa ". sedikit kulihat Mama tersenyum.
Dan akupun memutuskan untuk memakan roti dan susu hamilku, segera saja Aldo menelfon seseorang dengan pergi meninggalkan kami.
Setelah beberapa saat Aldo kembali, akupun bertanya bagaimana kondisi Papa di sana, Aldo panik, dan berkata terdengar suara tembakan dan Aldo harus pergi, Mama pun luluh di Lantai, Aldo sejenak mencium keningku dan berkata "jaga mama love,aku akan pergi ke lokasi Papa".
Ada sepintas senyum di Bibir mama, karena Akhirnya Wijaya Corporation bisa menjadi Rahardian Grup dan mama berkata Nak,kelak jagalah Rahardian Grup dengan Suami dan Cucu-cucuku....kita oun berangkat ke rumahsakit untuk melihat kondisi Papa,
sesampainya di rumahsakit, ternyata Papa sedang di lakukan Operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di sebelah jantungnya, kami pun berdoa untuk kesembuhan Papa dengan membaca Ayat-ayat suci Al-qur'an.
Sekitar satu jam di lakukan tindakan dan dokter keluar mengabari kalau masa kritis papa sudah lewat, kulihat Aldo langsung sujud syukur.
__ADS_1
Mama pun memelukku dan mengelus perutku, dengan tangis haru Aldo juga berpamitan untuk mengurus sesuatu, Yaitu memastikan Tuan Wijaya dan Kusuma memdekam lebih lama di penjara.
Bahkan Aldo langsung menelfon orang kepercayaan untuk langsung membuat surat-surat kepemilikan Wijaya corporation ke Rahardian Grup, bahkan mama minta nama Direksi perusahaan adalah Nama Aldo dan Disti.
okey nantikan next episode yah...
maaf karena lama update karena author dalam masa pemulihan.
Terimakasih atas dukungannyaπππ
Love you πππ
__ADS_1