
Keesokan harinya, Disti di kejutkan kabar Bahwa Ingki Di tembak oleh Para Competitor perusahaannya.
Dan Entah seperti Mimpi Ingki di rawat di sebelah Aldo, mereka sama-sama berada di Ruang ICU.
Disti hanya fokus kepada Kondisi Aldo,
Dia hanya di kabari oleh Dokter kondisi Ingki bagaimana, keduanya memgalami Koma, Ingki tertembak di perut, Operasinya berhasil tetapi kondisinya masih Koma.
Sedangkan Aldo, Kondisi detak jantungnya sudah stabil hanya menanti siuman saja.
Aldis di bawa pulang oleh Mama Aldo, Dan Papa yang menemani Disti.
Disti hanya berkata ke Papa Aldo bahwa dirinya akan mengurus surat Perceraian dengan Ingki.
Papa Aldo hanya menepuk Pundak Disti dan berkata " Yakinlah apa yang kamu lakukan itu terbaik nak, Inshallah akan ada jalan untuk kita semua ".
Papa Aldo pergi ke kantin untuk membelikan makanan, tetapi setelah Papa Aldo tiba, dan Disti akan makan, Disti mendapat berita buruk, Yaitu " ARKANA INGKI RIWANG DI NYATAKAN MENINGGAL ".
Makanan Tak jadi ia makan, tumpah begitu saja.
Disti langsung menelfon keluarga Ingki dan berpamitan kepada Papa Aldo untuk mengebumikan Ingki di Negara Asalnya.
__ADS_1
Setelah satu jam Jenazah telah siap menuju bandara, di angkut menggunakan mobil Ambulance.
Pada saat perjalanan menuju Bandara, Disti juga menelfon Mama, untuk menitipkan Aldis sementara waktu.
Semua sudah siap Disti langsung berangkat menuju ke Bandara bersama dengan Jenazah Ingki.
Sesekali dia usap Airmatanya, bagaimanapun Ingki telah pernah bersamanya meskipun masih beberapa bulan ini.
Meskipun Ingki pernah menyakitinya, tetapi Hati Nurani ingin mengkebumikan Ingki dengan layak.
Tak lama sampailah di Bandara dan Jenazah sudah di bawa, Perjalan yang panjang telah ia lalui, Keesokan harinya tibalah Disti menuju ke Bandara Abu Dhabi.
Saat Turun dari Pesawat Keluarga Ingki telah siap untuk mengantarkan Ingki ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Mama Ingki menampar Dirinya.
Mama Ingki menyalahkan bahwa Dirinya lah yang membuat Ingki tertembak, Pipi Disti memar dan Papa Ingki meminta Disti untuk ikut di mobil Jenazah untuk menyolatkan Ingki lalu mengantarkan ke Peristirahatan terakhirnya.
Mama Ingki menolak Disti, Disti tidak di perbolehkan ikut ke pemakaman.
Akhirnya Papa Ingki meminta Disti untuk ke Mansion Ingki untuk beristirahat.
__ADS_1
Kabar Duka tersebut juga mengejutkan banyak orang karena Ingki adalah Cucu tunggal.
Sesampai Di Mansion Disti di kejutkan dengan satu kamar baru yang di desain pure untuk sang Buah hati.
Bahkan Seorang Maid memberikan sebuah berkas yang berisi penyerahan semua Aset untuk Disti dan sang buah hati yang sudah di tangani Ingki serta Lawyer.
Disti berkeliling dan melihat seluruh kondisi Mansion, Ia benar-benar terkejut dengan Kamar Utama yang sudah terjajar Foto-foto Pernikahannya bersama Almarhum.
Tak Lama Disti mendapatkan telfon dari Papa Aldo bahwa Kondisi Aldo mengalami penurunan.
Disti mengetik pesan kepada Papa Ingki bahwa dia besok akan segera kembali ke Indonesia.
Sepulang dari Pemakaman Papa Ingki menuju ke Mansion untuk menyerahkan Amanah dari Ingki.
Almarhum, menyerahkan satu set perhiasan, mobil sport yang Disti inginkan dan Berkas Perusahaan atas nama " HADISTI PUTRI ".
Disti mengembalikan semua itu kepada Papa Ingki tetapi Papa Ingki menolak, bahkan Papa Ingki memberikan beberapa saham untuk sang Buah hati yang ada di perut Disti.
Disti memberitahukan kepada Papa Ingki bahwa besok dia akan kembali, tetapi Papa meninta supaya Disti berkemas untuk ke rumah Utama, keinginan Papa ingki supaya sebelum kepergiannya Mama Ingki bisa berdamai dan mengikhlaskan kepergian Ingki
Bersambung yah...
__ADS_1
🙏🙏🙏💙💙💙