
Setelah permintaan Disti yang begitu membuat Jendra terkejut,
Jendra dengan terpaksa menuruti Disti karena bagi Jendra sekarang adalah yang utama Disti,kebahagiaan Disti bukan untuk egonya pribadi.
Setelah mengantar Disti ke bandara, Jendra memberikan Kartu Debit unlimited buat Disti,karena Jendra tahu Disti tidak membawa ponsel atau uang tunai sama sekali.
Bahkan Jendra menyiapkan Jet Pribadi untuk Disti, agar Disti merasa nyaman.
Bahkan Disti berpesan untuk Jendra agar kepulangannya ini siapapun jangan sampai tahu, Jendra juga memberikan sebuah ponsel untuk Disti, agar suatu saat jika Disti butuh apa-apa bisa menghubungi Jendra.
Setelah Jet Pribadi yang di naiki Disti lepas landas, Jendra tersenyum, karena dia baru kali ini dekat dengan Perempuan tangguh seperti Disti.
Di lain Pihak Aldo Dia terlihat kusam, jambangnya tumbuh tak beraturan, yah...karena Disti, tepatnya mencari keberadaan Disti, bahkan semua orang suruhan papanya pun di kerahkan untuk mencari Disti, prinsip Aldo " Apapun akan di lakukan untuk Orang yang dia sayangi ".
Tapi nihil sama sekali, Aldo tidak bisa melacak keberadaan Disti, hatinya takut, resah dan gelisah.
Sesampai Disti di Bandara Surabaya langsung meluncur ke rumahnya,,,dengan hati yang bimbang karena pasti Bapak dan Ibu akan bertanya kepulangannya.
__ADS_1
Dengan perasaan tenang dalam perjalanan Disti sudah memikirkan semuanya.
Sesampainya di rumah, Ibu pertama kali keluar dari rumah dan menyambut Disti, setelah masuk di ruang tamu, Ibu Membuatkan teh dan bertanya kepadaku, " Nak, ada apa sebenarnya, coba ceritakan kepada Ibu ".
Dan aku mulai menceritakan semuanya secara perlahan kepada Ibu, Ibuku tak kuasa meneteskan Airmata dan hanya berdoa yang terbaik untukku.
Karena perjalanan panjang aku pun memutuskan masuj ke kamarku dahulu untuk beristirahat, setelah memasuki kamar kuletakkan koperku dan menatanya di lemari.
Saat aku mulai mengantuk, kulihat ponsel yang di berikan Jendra menyala dan kulihat penuh dengan Pesan Jendra, akupun memutuskan untuk membalas pesannya, setelah itu akupun tertidur.
Keesokan harinya aku terbangun dan samar-samar kudengar suara gaduh diluar rumah dan ku lihat dari Jendela kamarku tenyata........Aldo dan para bodyguard sedang di luar rumaku.
Aldo pun duduk di ruangtamu dan berbicara kepada Bapak, bahkan Aldo bersimpuh di hadapan Bapak untuk membawa pulang kembali Disti, Aldo juga menjelaskan semua kesalahpahaman dan apa yang terjadi terhadap adik Jendra.
Dan Bapak segera memanggilku karena Bapak ingin mendengar jawaban dariku, Akupun tetap dengan pendirianku untuk tinggal di Surabaya dahulu beberapa hari.
Kulihat wajah Aldo yang kurus, tak terawat bahkan dia tampak kacau, melihat keputusanku Aldo terlihat kecewa, dan Aldo berkata beberapa hari lagi akan kerumah untuk menantikan jawabanku apapun itu.
__ADS_1
Sejatinya dalam diriku aku masih menyimpan rasa cinta yang besar kepada Aldo, tetapi hatiku terlanjur sakit karena kebohongan Aldo.
Notes :
Terkadang kita harus menyingkirkan sikap ego kita,walaupun sulit karena dari Ego itu akan menjadikan masalah semakin runyam.
Beberapa hari juga Disti mengurung diri di kamar, dia bahkan mengabaikan telfon dari Jendra, karena dia ingin benar-benar sendiri, bahkan Ibu dan Bapak melihat itu tidak tega, Bapak ingin menyampaikan pendapatnya pun masih tidak tega dengan keadaan Disti.
Akhirnya Ibu lah yang turun tangan untuk mengetuk pintu Disti sambil membuat Susu hangat dan Roti, Disti pun membukakan Pintu dan Ibu mulai mendekati Disti untuk berbicara dengan Disti.
visual Aldo
Bagaimana kelanjutannya
Simak terus yah guys...
__ADS_1
Love you 💙💙💙