
Tiket sudah tersedia, semuanya telah di Persiapkan oleh Ingki demi Disti.
Tetapi tiba-tiba Disti Jatuh Pingsan karena terlalu lelah dengan Resepsi, segera saja Ingki membawa Disti ke rumahsakit.
Di rumahsakit Ingki sedang menimang Aldis,
Tak lama sang dokterpun mengabari Ingki bahwa Distri mengalami kelelahan dan stress berat,Ingki pun hanya mengiyakan nasehat dokter, sampai pada akhirnya Ingki mengancel rencana liburan.
setelah berjam-jam lamanya Ingki menanti, Disti akhirnya siuman.
Tetapi Disti meneriakkan dan memanggil nama Aldo, Ingki hanya terdiam (dalam hatinya perih).
Melihat Ingki menimang Aldis, Disti tersadar dia terdiam.
Kemudian dia berkata " Maaf kalau sikapku mengecewakanmu, tetapi faktanya hanya Aldo yang ada si hatiku.
Ingki hanya tersenyum, dan mendekatkan Aldis kepada Disti.
Aldis tersenyum melihat ibunya, melihat itu hati Ingki tersenyum.
__ADS_1
Meskipun Disti hanya memikirkan Aldo tetapi setidaknya Ingki mulai berusaha membuat Disti ada si sampingnya.
Disti berkata kepada Ingki untuk meminta maaf karena telah mengacaukan acara liburan, Ingki hanya berkata " sekarang yang terpenting adalah kesehatanmu itu saja sudah cukup bagiku ".
mendengar perkataan Ingki,Disti hanya terdiam.
Disti hanya menatap jendela dengan pandangan kosong, saat ini dia memang sedang bersama Ingki tetapi hatinya akan selalu di penuhi Aldo, entah sampai kapan dia bisa move on dari Aldo.
Setelah menidurkan Aldis di bed bersebelahan dengan Disti, Ingki duduk di Sofa dan melihat Disti menatap ke arah jendela.
Ingki hanya berkata untuk memecah kesunyian " So, what do you want my Wife? "
Ingki pun menjelaskan " Hadisti Putri, Istriku surat cerai sudah ada dan telah kau tanda tangani,lalu apa yang membuatmu ragu ".
Sambil terisak Disti berkata " Jika bisa waktu ini di kembalikan seperti semula, Aku hanya ingin bersama Aldo Rahardian apapun kondisinya I WANT STAY WITH HIM.
Ingki lalu berkata " maaf, sambil memeluk Disti, tetapi aku tak bisa membiarkanmu pergi lagi untuk kedua kalinya, aku berjanji akan selalu menjagamu, dan selalu di samping mu, juga selalu ada untuk anak kita ".
Disti melepas pelukan itu dan membalikkan tubuhnya dengan terisak.
__ADS_1
Ingki lagi-lagi mendapat penolakan dari Istri tercintanya, entah apa lagi yang harus ia lakukan untuk Disti kembali tersenyum.
Keesokan harinya Disti terbangun karena suara Tertawa Aldis, tenyata dia sedang bermain dengan.....
Disti berusaha mengusap matanya dan lagi memfokuskan pandangannya ternyata adalah Aldo, Suami yang kini ia rindukan, tetapi berbeda dengan Aldo yang dulu.
Aldo terlihat sangat Dingin, hanya menghampiri Disti dan berkata " Maaf, atas kedatanganku yang mendadak, Hadisti Putri mungkin kita tidak di takdirkan bersama karena aku akan pindah ke Negara U untuk merintis bisnis keluarga, dan aku titipkan padamu Aldis Rahardian, sambil menepuk pundak Disti lalu berkata " Satu lagi Cintailah Ingki seperti engkau mencintaiku, sayangi dia seperti engkau menyayangiku, tak perlu mengingatku, karena dia ( Arkana Ingki Riwang adalah Suami sahmu ).
Disti hanya menangis terisak sambil menutup mulutnya, dia tak percaya bahwa Aldo yang selama ini dia cintai seperti itu, dia seolah murka, muak kepada semua keadaan ini yang telah membuat pujaan hatinya berubah.
Setelah kepergian Aldo dan meninggalkan berkas untuk sang Buah Hati, Disti berusaha tegar dan mengusap airmatanya.
To Be Continue Guys
jangan lupa tinggalkan Koment kalian yah...
Terimakasih atas dukungannya.
Love you 🙏🙏🙏💙💙💙
__ADS_1