
Aldo pun menjelaskan secara detail kejadian dahulu, dia memang pulih tetapi ingatannya hilang, sampai Dokter berkata Aldo harus beradaptasi dengan masa lalunya barulah dia akan mengingat kembali apa yang terjadi.
Sikap Kasar Aldo bermula karena dia merasa bahwa Disti yang meninggalkannya, Disti yang Menduakannya dan menikah lagi.
Aldo juga ingin Aldis bersamanya supaya Disti mau kembali padanya.
Nyatanya Disti semakin benci dengan apa yang terjadi di depannya.
Kenyataan yang terjadi membuatnya terluka kembali, Disti juga tidak menyalahkan Aldo mengenai semua yang terjadi, hanya saja darimana Disti ingin menceritakan kebenaran semuanya butuh waktu yang lama.
Aldo menghampiri Disti, meraih tangan Disti, memohon dan meminta Disti agar kembali kepadanya.
Aldo berkata bahwa Disti adalah obat untuknya.
Disti melepaskan tangan Aldo dan berkata " Maaf Al, Nasi sudah menjadi Bubur.
Dengan berjalannya waktu kelak kamu akan dapat penggantiku, karena aku hanya ingin sendiri.
__ADS_1
Disti lalu pamit keluar ruangan Meeting, Adrian pun panik dan mulai bertanya kepada Disti bagaimana Aldo.
Disti menjawab " kita sudah selesai disini, mari kembali ke Kantor.
Disti mendapat pesan singkat dari Aldo jika Aldis akan di serahkan kembali saat Disti mau kembali kepadanya.
Disti mengabaikan pesan tersebut dan Fokus kepada berkas di tangannya, Adrian dari samping hanya melihat Disti, ia seakan tahu Disti sangat tidak fokus terhadap berkas-berkas tersebut setelah menemui Aldo.
Sesampai di Kantor Disti terlihat sibuk, bahkan dia melewatkan makan siangnya, Adrian lalu berinisiatif membawakan makanan kepada Disti, dia mengetuk pintu ruangan Disti juga tidak ada respon, Adrian pun masuk dan melihat Disti duduk menghadap ke arah jendela dengan tatapan kosong.
Adrian mencoba mendekati Disti, dan menepuk lengan Disti, Disti pun tersadar dan sontak kaget melihat kedatangan Adrian.
Sambil mengomel Adrian meminta Disti agar tak lupa bahwa di dalam perutnya juga butuh asupan.
Adrian selama ini tidak pernah tahu makam sang Kakak, untuk mengalihkan pikiran Disti, Adrian mengajak Disti untuk mengantarkannya ke Makam sang Kakak, tetapi Makam sang Kakak bukan di Indonesia melainkan di Abu Dhabi.
Adrian lalu membuka ponselnya dan berkata " Baiklah kita akan ke Abu Dhabi kapan kita akan berangkat? "
__ADS_1
Disti terperangah melihat Antusiasme Adrian, Adrian juga berkata " mari berkunjung ke rumah Kakek ".
Disti hanya tersenyum, dengan hati-hati Adrian menyuapi Disti sampai habis, bahkan memastikan Disti untuk meminum Vitamin dari Dokter.
Tidak lama Adrian memesan tiket untuk ke Abu Dhabi dari ponselnya.
Adrian berencana kesana seminggu lalu kembali ke Indonesia dan berjanji akan mengupayakan Aldis kembali kepada Disti.
Sesampainya di rumah Disti terlihat termenung, dia terlihat sedih karena biasanya ada suara Aldis yang membuat rumah semakin ramai.
Adrian tak tahu harus berbuat apalagi, yang ia tahu bahwa ikatan batin antara anak dan Ibu adalah ikatan yang tidak bisa di tukar dengan apapun.
Bapak dan Ibu pun meminta Adrian untuk selalu menemani dan menjaga Disti karena kawatir kondisi Disti.
Adrian tidak menginap di rumah Disti dia hanya pulang ke Apartement yang dekat dengan rumah Disti.
Disti dalam hatinya merasa rapuh tetapi dia berusaha kuat.
__ADS_1
Bersambung Guys🙏🙏🙏💙💙💙