Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu

Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu
Siapa Andreas ?


__ADS_3

Siang itu,Faiq benar-benar mengikuti Alfiani dan Salwa pergi ke perpustakaan kota. Ia mengendarai motor milik Ayah yang di pinjamnya. Mengiringi Alfi dan Salwa yang berada di depan.


Entah mengapa, hanya memastikan gadis itu baik-baik saja membuat dirinya tenang. Cintakah yang ia rasa ?, atau rasa terbiasa menatap wajah cantik itu. Hingga menimbulkan rasa kagum, karena paras dan laku cantiknya. Faiq tak mengerti dengan perasaannya, karena saat rasa memuja itu hadir untuk gadis itu. Ada sisi hatinya yang merasa hampa.


Terlalu banyak teka-teki rasa yang sering kali menghampiri dirinya. Rasa yang ia tak tahu berasal darimana. Terkadang ada rindu yang tiba-tiba menggelayut di dada meski hanya sosok samar yang tergambar. Sosok yang hadir hampir di setiap ia memejamkan mata.


''Itu mas Faiq,ngapain ikut si Al ?,udah kayak bodyguard aja dia'' bisik Salwa terkikik dengan ucapannya sendiri.


'' Hush,biarin aja,tempat umum ini.''ucap Alfi memperingatkan. Mereka telah sampai di perpustakaan kota. Memarkirkan motor bersebelahan dengan Faiq.


Alfi diam-diam mencuri pandang pada lelaki yang kini sedang membuka helmnya. Gaya Faiq terlihat luwes, berpawakan proposional. Sikapnya yang pendiam memberi kesan cool namun wajahnya tampak berkharisma. Setelah berbincang cukup lama dengan lelaki itu,Alfi menyimpulkan Faiq memiliki kecerdasan di atas rata-rata.


'' Yuk masuk !'' ajak Faiq yang telah turun dari motor, melihat dua gadis yang berdiri menunggunya.


'' Iya mas'' sahut Alfi yang langsung berbalik, menggandeng tangan Salwa dan masuk ke dalam perpustakaan. Faiq mengekor di belakang dua gadis itu.


Mereka memasuki ruangan penuh buku berjajar setelah melakukan pendataan dengan petugas perpustakaan. Faiq memisahkan diri,mencari buku berkaitan dengan bisnis. Entah mengapa ia menyukai itu. Mungkin itu sebagian dari masa lalunya.


Sedang asyik memilih buku yang hendak di pinjamnya. Tiba-tiba seorang wanita cantik dengan pakaian modis menghampiri dirinya.


" Cari buku apa mas ?" tanya wanita itu yang kini berdiri sejajar dengannya. Faiq hanya tersenyum sembari mengacungkan buku yang dipegangnya.


" Bahan Skripsi ya ?" tanya wanita berambut hitam panjang yang di gerai dengan cantik .


" Buat bacaan aja " sahut Faiq singkat.


Ia merasa tak berminat berbincang dengan wanita itu, terlalu agresif pikirnya.


" Saya Kiara,nama mas siapa ?'' ucap gadis yang mengaku bernama Kiara tersebut. Faiq menatap sekilas tangan yang terulur padanya. Dengan malas ia menyambut uluran tangan Kiara .

__ADS_1


'' Faiq '' sahut Faiq dingin dan langsung melepas tangan Kiara. Ia kembali mencari buku yang hendak di baca. Tapi gadis itu sepertinya masih penasaran.


'' Kuliah atau kerja mas ?''. Kiara tak beranjak meski tampak Faiq benar-benar tak bersahabat.


'' Nganggur '' dingin Faiq. Tak sedikitpun melirik gadis yang kini justru bersandar pada tak buku. Menatap wajah dingin yang sama sekali tak menggubris dirinya. Membuat wanita itu penasaran.


'' Masa sih '' ucap Kiara lagi, Faiq hanya mengangkat bahu tak acuh. Dan menjauh dari gadis itu. Tapi ternyata gadis itu benar-benar sudah tebal muka. Meski sudah di acuhkan oleh Faiq nyatanya gadis itu tetap mengikuti dirinya. Faiq bersikap tak peduli,ia mencari tempat duduk nyaman untuk membaca buku yang sudah diambilnya diantara deretan buku yang berjajar di rak.


Gadis itu ikut pura-pura membaca,duduk di hadapan Faiq dengan sebuah buku. Setelah tak mendapat respon dari Faiq Kiara hanya diam dengan berkali-kali menatap wajah tampan di hadapannya.


Sebenarnya Faiq sadar,wanita terus mencuri tatap padanya. Namu ia pura-pura tak menyadari. Fokus membaca buku saja.


Di meja lain yang berjarak tak jauh dari mereka. Alfiani melirik kearah Faiq berkali-kali. Hatinya merasa tak nyaman melihat lelaki itu bersama wanita lain,yang tampak cantik dan seksi. Tanpa sadar Alfiani menghela nafas kasar. Membuat Salwa yang sedari tadi fokus dengan bukunya menatap sang sahabat dengan dahi berkerut.


" Kenapa Al ?'' tanya Salwa yang belum menyadari kelakuan sahabatnya.


Salwa yang menyadari ada yang tidak beres dengan tingkah sahabatnya. Mengedarkan pandangan,dan tertumbuk pada dua orang yang duduk saling berhadapan. Sangat jelas gadis di hadapan Faiq terus mencuri pandang pada pemuda tampan itu. Salwa tersenyum miring,menyadari sahabatnya yang sedang cemburu.


" Cemburu ya Al ?'' tanya Salwa dengan nada bercanda. Alfi mebcebikkan bibir. Tak menanggapi ucapan sahabatnya, karena ia tahu semakin di ladeni Salwa akan semakin meledeknya.


" Samperin yuk ! " ajak Salwa.


" Gak ah, ganggu nanti " ucap Alfi yang justru semakin membuat Salwa yakin sahabatnya sedang cemburu melihat Faiq duduk bersama wanita lain.


" Udah ayo,ikut aku aja ." ajak Salwa berdiri seraya menarik lengan Alfiani.


" Astaghfirullah Salwa " ucap Alfi dengan cemberut karena kaget dengan tarikan tangan Salwa.


Suara Alfi yang sedikit keras membuat beberapa pengunjung menoleh ke arah mereka. Salwa yang menyadari langsung tersenyum canggung.

__ADS_1


" Mas,mbak,sorry " ucap Salwa dengan menangkup telapak tangan di depan dada. Pengunjung yang tadi sedikit terganggu, , mengangguk kecil kemudian kembali dengan buku-buku mereka.


" Kamu sih " ucap Alfi cemberut. Gara-gara sahabatnya yang tiba-tiba menarik tangannya menjadikan mereka pusat perhatian. Termasuk lelaki yang kini tersenyum tipis menatap dua bersahabat itu. Saat mata Alfi menatap kearah Faiq lelaki itu melambaikan tangan dengan seulas senyum.


Alfi tersenyum simpul, kemudian mengangguk. Kedua bersahabat itu melangkah mendekati Faiq yang nampak sumringah berbeda dengan wanita di hadapannya yang menatap tak suka pada dua gadis yang melangkah mendekat.


" Udah nyari bukunya ?" tanya Faiq ramah.


" Udah, Mas Faiq kan gak punya kartu perpus. Ambil dua buku yang mau di pinjam. Nanti satu aku yang pinjem,satu lagi Salwa yang pinjem " ucap Alfi yang kini berdiri di dekat meja dimana Faiq duduk.


" Pas banget Mas, ngambil dua buku " jawab Faiq seraya mengangkat buku yang hendak ia pinjam.


Kiara tampak mengernyit melihat perubahan wajah dingin lelaki di hadapannya. Dalam sekejap wajah dingin itu menguap. Menjadi wajah ramah penuh senyuman.


" Mau pulang sekarang ?" lanjut Faiq yang memang sudah ingin keluar dari sana, karena tak nyaman dengan keberadaan Kiara. Gadis asing yang terus mengikuti dirinya.


" Boleh,kalau Mas Faiq sudah selesai " jawab Alfiani. Faiq langsung berdiri dari duduknya.


" Udah,udah selesai kok ". Faiq mendahului berjalan tanpa basa-basi pada gadis yang masih menatap punggungnya.


Salwa dan Alfi saling tatap. Seakan berbicara lewat sorot mata. Namun Salwa hanya mengangkat bahu dan ikut berlalu. Akhirnya Alfi yang berpamitan pada gadis yang masih menatap lekat Faiq yang telah menjauh.


" Mari mbak saya duluan " ucap Alfi menyadarkan gadis yang masih terkesima oleh pemuda tampan yang baru ditemuinya.


"Oh ya Mbak silahkan " sahut gadis tersebut sedikit tergagap. Alfi menyusul Salwa yang berjalan belum terlalu jauh darinya.


" Al !" panggil seseorang membuat ketiga orang yang berdiri di hadapan petugas perpus menoleh serempak. Lelaki gagah berdiri di belakang mereka, namun tatapannya membola melihat lelaki yang berdiri di samping Alfiani.


" Andreas " ucapnya dengan tak percaya. Yang di sebut namanya justru tak mengerti. Hanya diam memandang lelaki yang masih membelalakkan mata melihat dirinya. Dalam benaknya terbersit tanya,siapa Andreas yang di maksud lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2