Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu

Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu
Memantapkan Hati


__ADS_3

Andreas masih mengerjapkan matanya dengan apa yang kini ia lihat di hadapannya. Sesaat setelah turun dari mobil dan hendak masuk ke dalam bandara. Seseorang memanggilnya,ia cukup familiar dengan suara itu.


'' Diandra !" kaget Andreas melihat wanita cantik itu berdiri di hadapannya dengan senyum menawan. Dan yang paling membuat dirinya seperti membeku adalah jilbab yang di kenakan sang wanita.


''Kamu ?'' Andreas tercekat melihat penampilan baru Diandra. Cantik,jelas wajah itu semakin cantik dalam balutan jilbab modern yang ia kenakan.


'' Doakan Istiqomah ya Ndre " ucap Diandra sembari menatap wajah Andreas yang terbengong.


'' Pasti" jawab Andreas yang telah sadar dari terkesimanya. Andreas tampak melihat pergelangan tangannya, melihat jam yang melingkar di sana.


" Aku masuk dulu, pesawatnya hampir berangkat " ucap Andreas yang merasa sedikit tidak enak. Karena harus buru-buru meninggalkan Diandra .


" Iya , hati-hati. Salam buat semuanya . Maaf cuma mengantar sampai di sini." ucap Diandra yang hari ini membuat sebuah kejutan tak terduga. Ia tak menyangka wanita modis yang selalu tampil fashionable itu tiba-tiba berhijab.


"Ya gak apa-apa, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk mengantar. Nanti aku sampaikan. Kamu juga hati-hati di jalan." tutur Andreas dengan senyum tulus. Diandra mengangguk, matanya tak lepas dari punggung kokoh yang kian menjauh.


Ia menghela nafas saat lelaki tinggi tegap itu menghilang dari penglihatan. Kemudian berlalu melangkah menuju tempat dimana mobilnya ia Diandra masuk kedalam mobil, menyandarkan tubuh, tatapannya menerawang. Ia memegang ujung jilbab yang ia kenakan.


Memejamkan mata dan bertanya pada hati. Demi apa tiba-tiba ia memutuskan untuk mengenakan penutup kepala itu. Sudahkah niatnya demi Allah ?, atau hanya keputusan impulsif yang ia ambil untuk memperlihatkan pada sang kekasih. Bahwa ia pun bisa seperti gadis yang diam-diam terselip di sudut hati sang kekasih.

__ADS_1


Se munafik itukah dirinya ?,sepicik itukah hatinya ?. Tanya bimbang dalam rasa, menggerogoti setiap sendi hatinya. Bukankah seharusnya atas dasar keimanan ketika diri berjalan pada kebaikan ?. Bukan sekedar ajang pembuktian bahwa ia pun bisa .


" Ya Allah bimbing hamba ya Rabb '' lirih Diandra dengan air mata yang menggenang. Ia ingin iktikad baik ini bukan sekedar untuk memperlihatkan pada manusia. Tapi pada Allah, bahwa ia sedang dalam proses belajar untuk memperbaiki diri.


'' Bismillah '' ucap Diandra dengan tekad yang sudah ia tanamkan dalam hati. Bukan untuk orang lain ia berubah ,tapi untuk diri sendiri demi untuk menjadi manusia berkualitas.


Dengan sebuah harapan yang terukir di hati. Semoga ini adalah jalan menuju Ridha Allah. Menjadi manusia lebih baik,dengan kemantapan hati bahwa ini karena titah Sang Ilahi. Diandra bertekad untuk mengenakan hijab.


✨✨✨


Andreas telah duduk di dalam pesawat . Menatap awan yang terlihat dari jendela kecil yang berada di sampingnya. Terlihat beberapa kali lelaki itu tampak menghela nafas. Kedatangan Diandra dengan pakaian tertutupnya membuat hatinya gelisah.


Bukan ia tak menyukai penampilan baru Diandra namun ada tanya menggelayut di hati. Kenapa tiba-tiba saja wanita itu berubah ?. Benarkah atas dasar Ilahi ?. Sementara selama ini,yang Andreas ketahui saat dirinya mengajak wanita itu untuk ikut dirinya datang dalam majelis pengajian bersama Mama. Belum pernah sekalipun Diandra ikut. Dan kini tiba-tiba saja wanita itu membuat langkah besar dalam hidupnya.


Sebuah gebrakan besar yang ia lakukan untuk merubah dirinya dari seorang wanita fashionable ,trendi dan selalu tampil kekinian. Menjadi wanita anggun berbalut busana muslimah yang menutupi lekuk tubuh yang ia banggakan.


Semoga karena keinginan hatinya untuk berubah bukan karena hal lain Bisik hati Andreas sebelum akhirnya lelaki itu terlelap. Perjalanan yang tidak terlalu jauh membuat Andreas uang terlelap harus segera terjaga saat pengumuman mengumandangkan bahwa mereka sebentar lagi mereka hendak turun.


Tak berapa lama akhirnya kini Andreas telah berjalan di area kedatangan dengan menyeret koper di tangan kanannya. Sedang tangan kiri tampak sibuk dengan ponsel. Terlihat ia mengetikkan sesuatu,dan setelahnya lelaki tampan itu mengangkat wajah dan melihat sekeliling.

__ADS_1


Senyum manisnya merekah saat melihat sang penjemput yang kini sedang tersenyum kearahnya sambil melambai.


" Assalamualaikum Mas Andreas !" sapa Fariz yang hari ini datang menjemput Fariz di bandara.


" Wa'alaikumussalam Riz . Apa kabar ?" tanya Andreas saat keduanya kini saling berjabat tangan.


" Alhamdulillah sehat Mas,Mas juga kelihatannya sangat sehat " ucap Fariz yang disambut kekehan dari keduanya.


" Ayah,Ibu sehat kan Riz ?" sambung Andreas setelah keduanya berjalan bersisian menuju pintu keluar.


" Alhamdulillah sehat Mas,Mas beneran mau nginep di rumah selama di sini ?" tanya Fariz pada Andreas yang kemarin mengatakan hendak menginap di rumah saat meminta Fariz untuk menjemput dirinya.


" Iya ,kangen Riz udah lama gak ke rumah ". sahut Andreas yang kini telah berdiri di samping mobil milik Ayah Farhan yang di pakai oleh Fariz. Senyum terkembang di bibir Andreas saat kata kangen terucap. Yah dia merindukan orang tua angkatnya dan tentu juga dengan senyum gadis yang selalu membuatnya rindu. Baru membayangkan saja debar jantungnya kian memburu. Bagaimana nanti jika berhadapan langsung dengan gadis yang terus saja hadir di sisi terdalam hatinya.


Keduanya kini duduk bersebelahan di dalam mobil yang Fariz kemudikan. Obrolan ringan menemani perjalanan mereka yang akan memakan waktu kurang lebih satu jam . Saat melewati hamparan sawah, Andreas menatap keluar. Menikmati suguhan yang ditawarkan oleh Sang Maha Esa .


" Bismillah,di sini tolong yakinkan hamba untuk cinta yang Engkau restui Ya Rabb " bisik lirih Andreas yang tak ingin lagi membagi hati. Biarkan Sang Pemilik Hati yang menuntunnya pada cinta yang tercipta bukan karena nafsu dunia. Melainkan atas dasar restu Sang Illahi. Cinta yang menuntunnya pada kebaikan dunia dan akhirat.


Terima kasih buat temen-temen yang sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisanku ini. Maaf slow update. Anak sedang sakit. Mohon doanya ya untuk anakku agar lekas sembuh.

__ADS_1


__ADS_2