
" Assalamualaikum '' suara berat yang sangat Alfi hafal ,suara yang selalu ia nantikan setiap harinya. Suara yang ia rindukan meski hanya beberapa jam saja berpisah. Alfi dengan senyum terkembang berdiri dari duduknya.
" Wa'alaikumussalam warrohmatullohi wabarokatu. Sudah pulang Mas ?" tanya Alfi seraya melangkah mendekati Andreas yang berdiri terpaku menatap sang istri.
" Sayang kamu ?" pertanyaan itu terputus, melihat sang istri semakin mendekat. Pelan langkah itu. Namun membuat buncahan rasa tak terkira. Alfi berjalan tanpa tongkat di kedua tangannya.
Andreas mengerjapkan mata berkali-kali, menatap seakan tak percaya dengan apa yang terjadi di hadapannya. Alfi tersenyum lebar,dan semakin mendekat pada suaminya yang seperti tersihir hingga tak mampu bergerak dari tempatnya berdiri.
'' Sayang,Masya Allah, Subhanallah '' ungkap Andreas yang kemudian menarik sang istri kedalam pelukan. Tak perduli tas kerjanya yang telah terjatuh di lantai.
'' Alhamdulillah ya Allah '' ucapnya dengan nada bergetar. Air mata bahagia itu tak bisa tertahan. Jatuh terurai dari pelupuk matanya.
Alfi pun ikut menitikkan air mata. Rasa syukur tak mampu terukur dalam hatinya. Saat Allah memberinya limpahan nikmat luar biasa. Allah telah memberikan dirinya pasangan luar biasa hebat ,kini Allah memberinya kesembuhan. Buah kesabaran diiringi ikhtiar yang tiada henti. Membuat kakinya perlahan pulih.
Andreas melepas pelukannya, menciumi wajah istrinya dengan senyum terkembang sempurna. Diiringi air mata yang tak henti menetes di pipi. Tak ada yang sia-sia pada setiap usaha manusia. Hanya kapan waktu yang tepat Allah memberikan hasilnya.
'' Sejak kapan kamu sudah bisa lepas tongkat sayang ?'' tanya Andreas sambil memegang kedua bahu Istrinya dan menatap wajah yang masih tampak memerah karena sisa tangisnya.
'' Sebenarnya sudah seminggu belakangan ini,Alfi sudah mulai lepas tongkat. Awalnya di bantu perlahan sama Winda. Alhamdulillah,sekarang sudah bisa benar-benar melangkah sendiri . '' sahut Alfi dengan seulas senyum manis.
Andreas kembali mendekap Istrinya dengan erat. Rasanya sungguh tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Rasa syukur yang membuncah memenuhi seluruh rongga dadanya.
__ADS_1
'' Alhamdulillah, Mas sangat bersyukur, Allah memberikan kita kenikmatan yang luar biasa.'' ujar Andreas sambil memeluk sang istri.
'' Allah tidak akan mungkin menyia-nyiakan usaha setiap hambanya Mas. Allah pasti akan memberikan hasil setiap usaha hambanya di waktu yang tepat ''. imbuh Alfi. Andreas melepas pelukannya, menganggukkan kepala. kemudian mencium kening istrinya dengan penuh cinta.
" Bi ,bibi !" Andreas memanggil sang asisten rumah tangganya dengan sedikit keras. Tak berselang lama Bi Yuni datang dengan tergopoh-gopoh.
'' Ya Pak,ada apa ?'' tanya wanita tersebut pada sang majikan yang kini berdiri dengan merengkuh pinggang sang istri.
'' Tolong masak yang banyak ya Bi,buat makan malam. Saya mau mengundang Papa dan Mama makan malam bersama '' ucap Andreas dengan nada riangnya.
'' Baik Pak '' sahut Sang asisten rumah tangga dengan cepat .
'' Kalau begitu saya pamit ke belakang Pak,Bu '' pamit Bibi pada kedua majikannya. Meski Alfi melarang memanggilnya Ibu , namun saat berada di hadapan Andreas bibi lebih sering memanggil ibu sebagai bentuk tanda hormat.
Seperti biasa , lelaki itu akan menempel sang istri saat berada di dalam ruang pribadi mereka itu. Seperti saat ini , Andreas yang justru memeluk istrinya saat Alfi sedang membantunya membuka kancing baju. Agar sang suami segara mandi.
'' Mandi dulu Mas ''ucap Alfi seraya membelai lembut punggung suaminya.
'' Sebentar sayang , Mas kangen '' sahut Andreas sembari mengendus aroma sang istri yang selalu menjadi candu untuknya. Segala hal dalam wanita itu selalu membuat dirinya merindu. Bahkan saat bekerja pun hak yang paling ingin segera di lakukan adalah pulang. Bertemu dengan wanitanya, memeluk dengan sayang. Mencium aroma menenangkan yang menguar dari tubuh sang kekasih halalnya.
'' Mas sudah mengabari Mama dan Papa kalau malam ini akan makan malam di sini ?.'' tanya Alfi yang masih berdiri dalam pelukan Andreas. Andreas menggeleng masih dengan merengkuh tubuh sang istri.
__ADS_1
'' Kabarin dulu, nanti di rumah mereka keburu masak.'' ucap Alfi lembut . Andreas melepas pelukannya. Mengecup sekilas bibir sang istri. Kemudian mengambil ponsel dalam saku celananya.
'' Aku telpon mama dulu '' ucap Andreas,Alfi tersenyum sambil mengangguk. Kemudian meninggalkan sang suami dengan langkah pelannya.
Meletakkan tas kerja Andreas di tempat tas karena tadi hanya di lempar saja di atas sofa oleh Andreas. Mengambil jas yang juga teronggok di atas meja rias dan ditaruhnya di keranjang pakaian kotor. Sepatu kerja pun hanya di lepas dan di letakkan dengan asal di depan pintu. Alfi menaruhnya di atas rak sepatu.
Alfi tersenyum senang saat bisa melakukan hal-hal kecil itu. Ia kini bisa melakukannya tanpa bantuan orang lain. Mungkin itu terlihat sangat sederhana tapi untuk Alfi itu terasa luar biasa.
Alfi membuka lemari pakaian milik Andreas yang berdampingan dengan lemari yang berisi barang-barang miliknya. Ia mengambil satu potong kaos oblong berwarna coklat dengan celana chinos pendek berwarna putih. Saat sedang menyiapkan pakaian santai milik Andreas. Lagi-lagi lelaki itu kembali menempel padanya.
'' Hampir Maghrib Mas mandi dulu '' tutur Alfi.
'' Sebentar Yang .'' sahut Andreas yang kini menciumi rambut Alfi yang telah di buka jilbabnya. Alfi tersenyum lembut, melepas tangan yang melingkar di perutnya.
Alfi berbalik menatap sang suami di hadapannya. Tersenyum lembut kemudian berjinjit mendekatkan wajah pada sang suami. Mengecup bibir merah Andreas yang tak pernah tersentuh rokok. Saat Alfi hendak menjauhkan diri, Andreas meraih tengkuk Istrinya. Mencium lembut bibir wanitanya.
Alfi mulai terbiasa dengan sentuhan Andreas,dan ia mulai memahami bahwa suaminya itu juga suka jika dirinya menyentuh lebih dahulu. Mengutarakan cinta lewat sentuhan, yang menumbuhkan cinta itu hingga terus tumbuh dengan subur.
Setiap pasangan memiliki cara sendiri untuk tetap menjaga cinta itu agar tetap indah. Dan itu cara mereka, tetap romantis dengan cara-cara yang membuat mereka merasa semakin dekat. Menumbuhkan rasa cinta itu di setiap saat.
'' Ya udah Mas mandi dulu '' ucap Andreas setelah puas bermesraan dengan sang kekasih hati.
__ADS_1
Andreas pergi masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Alfi yang mengambil pakaian dan di letakkan di atas tempat tidur. Alfi menoleh kearah jendela yang tirai nya masih terbuka. Wanita itu hendak menutupnya karena hari yang mulai menjelang petang.
Namun semburat indah warna jingga menahannya untuk berdiri menatap senja dari balik jendela kamarnya. Senja yang mengingatkan dirinya pada desa kelahiran. Senja yang membuatnya merindu anak-anak di desanya. Anak-anak yang selalu antusias saat belajar dengan dirinya. Alfi tersenyum samar menatap senja yang mulai memudar.