Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu

Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu
Perpisahan


__ADS_3

Andreas menyeret kopernya setelah turun dari mobil yang mengantarkan ke bandara. Langkah tegap diikuti wanita cantik yang setia menggelayut di lengannya. Ada banyak perasaan yang berkecamuk dalam diri lelaki itu. Banyak hal yang di rasa namun tak mampu terucap.


Ada rasa yang tertinggal,tapi ia tak mungkin untuk membawanya. Rasa yang ia harap akan segera melebur, terkubur dalam kenangan. Biarlah menjadi rahasia tanpa pernah menjadi cerita. Semua harus kembali seperti seharusnya.


'' Sayang,minum ?'' tawar Diandra menyodorkan sebotol air mineral pada Andreas saat mereka duduk bersisian , saat menunggu keberangkatan pesawat mereka. Andreas tersenyum tipis , kemudian mengambil air yang di berikan oleh sang kekasih.


'' Makasih ya '' ucap Andreas sembari menatap lembut manik sang kekasih. Diandra tersenyum dan mengangguk. Hatinya seakan melayang menerima tatapan yang sangat ia rindukan. Tatapan lembut penuh ketulusan, tatapan yang selalu mrmbuatnya luluh dan terjatuh pada pesona seorang Andreas Wiratama.


'' Aku kangen banget sama kamu '' ungkap Diandra yang kini menyandarkan kepala di bahu Andreas. Tak perduli dengan orang di sekelilingnya, bahkan keluarga Andreas yang duduk tak jauh dari mereka. Ia hanya ingin mencurahkan segala rindunya.


Andreas mengusap lembut rambut hitam panjang itu. Memejamkan sekilas matanya. Mencoba mengenali rasa yang samar di hati. Masihkah ada percik bara yang tertinggal di hatinya untuk wanita yang kini ia genggam tangannya ?.


Andreas memejamkan mata, mencari sebuah rasa yang mungkin masih tertinggal. Dan tak ia temukan getar itu di hatinya. Mungkinkah semua rasanya telah menghilang tak berbekas ?. Oh, sungguh jahat hatinya yang tak bisa lagi meraba rasa yang semestinya.


''Miss you too '' satu kebohongan terucap dari bibir lelaki itu demi menyenangkan wanita yang masih bersandar di bahunya. Karena pada kenyataannya rasa itu bahkan tak pernah tersirat dalam dada.

__ADS_1


Sebuah kebohongan yang mampu menerbitkan senyum manis di wajah cantik itu. Dan dekapan yang semakin erat di lengan Andreas. Dekapan yang seharusnya mengantar rasa nyaman. Namun ternyata kini sentuhan itu justru membuat Andreas resah. Sentuhan tidak lagi terasa nyaman.


Suara panggilan dari petugas untuk mereka masuk ke dalam pesawat mengudara. Andreas berdiri dari duduknya. Mengulurkan tangan pada wanita yang yang ternganga memandangnya. Andreas tersenyum simpul tanpa menarik uluran tangannya.


Diandra tersenyum sumringah meraih tangan itu. Baginya ini jalan untuk dirinya kembali meraih cinta itu. Cinta yang seakan telah memudar. Namun kini ada optimisme dalam diri. Bahwa cinta bisa kembali ia raih.


Andreas menggenggam tangan itu,mencoba mengenali kembali rasa yang kini tak lagi menggetarkan jiwanya. Jika cinta bisa tumbuh karena terbiasa,ia ingin membiasakan diri kembali dengan wanita yang telah setia dengan hatinya. Ia tak ingin membuat wanita ini terluka.


Lelaki tegap itu tampak menghela panjang, menghentikan sejenak langkahnya saat menaiki tangga hendak masuk pesawat. Terasa remasan tangan dari lelaki itu di telapak sang wanita. Membuat Diandra menyadari,ada resah yang menggelayut dalan dada kekasih hatinya.


Andreas menoleh sejenak kebelakang,sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam pesawat. Hampa itu kian terasa menyambut hatinya. Ia akan benar-benar meninggalkan kota kecil ini,menyisakan sebuah kenangan yang terpatri dalam hati.


Sebuah keluarga hangat yang penuh cinta . Ajaran-ajaran bijak yang tersampaikan dalam laku tanpa menggurui. Dan seorang gadis cantik yang mampu menggetarkan hati. Ia temui di sini,di kota kecil ini. Dan kini ia akan meninggalkannya. Menjadikan sebuah kenangan yang akan selalu terukir di hati.


✨✨✨

__ADS_1


Awan tipis berarak mengikuti angin yang berhembus. Menyibak langit biru yang memperlihatkan pesonanya. Nampak cerah,terang dengan senyum mentari . Sungguh hari yang cerah menawarkan keceriaan di hati setiap insan.


Namun tidak dengan gadis berkerudung navy yang berdiri diantara hamparan padi. Memejamkan mata menikmati deru resah jiwanya. Ada sesak yang tak terungkap, namun membuatnya terperangkap.


Di tangannya tergenggam sebuah bros cantik berupa kupu-kupu putih. Bros yang akan selalu mengingatnya,bahwa ia pernah di kenalkan pada rasa bernama cinta. Rasa indah yang membuat dirinya berbunga.


Namun mungkin rasa itu mampu membuatnya terlupa. Hingga rasa itu tak di biarkan tumbuh subur di hatinya. Ia harus melepaskan rasa itu. Rasa yang kini masih membelenggu. Dalam dekap rasa yang bernama rindu.


Wajah itu masih membayang dalam ingatan. Tersenyum lembut mengantarkan sebuah rasa yang menghangatkan. Tapi ia harus bisa mengikhlaskan. Ia percaya Alloh tau apa yang ia butuhkan bukan apa yang ia inginkan.


'' Terima kasih pernah hadir di hidupku,menjadi warna yang belum pernah aku tau sebelumnya '' lirih hati Alfi seraya menatap bros yang tergenggam di tangannya.


Sebuah pesawat melintas di atas Alfiani, membuatnya menengadah menatap langit. Tersenyum menatap pesawat yang berlalu cepat. Dan kemudian menghilang dari penglihatan.


'' Selamat tinggal, seandainya nanti Allah mengijinkan kita untuk bersua. Semoga rasa ini tak lagi sama. Semoga aku bisa menatapmu sebagai seorang kakak '' ucap Alfi yang masih menengadah menatap langit.

__ADS_1


Meski ia tak yakin bahwa dalam pesawat itu ada seorang Andreas. Namun biarkan ia dengan imajinasinya, mengucapkan perpisahan dalam diam.


'' Ya Allah limpahi lah segala rahmat, berkah dan cinta Mu untuknya. Terima kasih ya Allah Engkau mengenalkan ku rasa ini. Rasa yang Engkau anugerah kan untukku dan mengajariku tentang keikhlasan ''. bisik hati Alfi diakhiri dengan sebuah senyuman. Ia percaya segala hal yang terjadi pasti ada arti yang mungkin belum bisa ia mengerti. Namun satu yang pasti ia menyakini,semua yang terjadi adalah takdir sang Ilahi.


__ADS_2