Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu

Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu
Akad


__ADS_3

Waktu bergulir tanpa pernah menunggu sesuatu yang tertinggal. Tak ada hal yang bisa di sesalkan ketika kita melewatkan masa indah di belakang sana. Karena waktu tak akan berhenti apalagi mengulangi. Waktu akan terus berjalan, menuju masa depan. Dimana kita merangkai harapan.


Seperti dua anak manusia yang hendak mengikrarkan cinta lewat pertautan suci. Andreas dan Alfi, akhirnya hari itu tiba saat dua sejoli itu dipertemukan dalam sebuah peristiwa indah. Mengikat mereka dalam satu ikatan suci pernikahan. Seminggu setelah acara lamaran , acara akad di laksanakan fi kediaman Ayah Farhan.


Tak banyak yang mereka undang, hanya para tetangga dan kerabat dekat saja. Andreas yang ikut menginap di hotel setelah acara lamaran bersama keluarganya. Kini sudah duduk dengan gelisah . Keringat dingin keluar dari pori-pori kulitnya.


'' Jangan panik '' ucap Papa Yusuf yang duduk di sampingnya dan melihat tangan putranya tampak berkeringat dingin.


'' Ternyata lebih mudah berhadapan dengan para klien Pa .'' bisik Andreas yang merasa begitu cemas. Papa tertawa lirih seraya menepuk punggung sang anak. Mencoba memberikan ketenangan.


Tak berselang lama petugas KUA datang bersamaan dengan Ayah yang duduk di sampingnya. Berhadapan langsung dengan Andreas. Lelaki yang sudah ia anggap seperti ayahnya, nyatanya saat berhadapan sebagai wali seorang gadis yang hendak dipersunting membuatnya gugup.


Acara di mulai dengan berbagai runtut dalam tatanan acara. Sampai akhirnya di acara inti,akad nikah. Tampak Andreas menghirup nafas dalam menenangkan hatinya yang berdebar-debar.


Dengan lantang Ayah mengucapkan kalimat penyerahan sang putri pada lelaki yang berjabat tangan dengannya. Dengan sekali tarikan nafas, Andreas berhasil mengucapkan kalimat penerimaan dengan benar. Ijab qobul pun usai dengan pernyataan sah dari saksi dua bela pihak.


Ucapan hamdalah menggema,atas lancarnya ikrar suci yang menghalalkan dua manusia tanpa pertalian darah. Andreas bernafas lega saat ia telah melewati hal paling mendebarkan di hidupnya. Ia tak pernah setegang ini dalam hidupnya.


Sama halnya dengan gadis yang sedari tadi melafalkan doa untuk menenangkan hatinya yang bergemuruh. Ada buncahan rasa bahagia di dada namun bersanding dengan rasa cemas yang menggelitik hati.


" Udah sah, akadnya udah selesai " suara Salwa yang menerobos masuk ke dalam kamar Alfi. Dimana Alfi menunggu di jemput untuk di pertemukan dengan lelaki yang kini berstatus sebagai suami. Suami ?, rasanya tak percaya jika Andreas yang dulu hanya mampu di sebutnya dalam dia kini menjadi suaminya.

__ADS_1


" Hufh,aku kok deg-degan ya Sal " ucap Alfi seraya memegang dadanya yang bergemuruh.


" Wajar kok,tapi aku seneng banget. Akhirnya cerita cinta kamu berakhir indah " ujar Salwa seraya memegang dua telapak tangan Alfi dan menatap sahabatnya dengan tersenyum namun mata yang berkaca-kaca.


" Aku bahagia banget " lanjut Salwa memeluk tubuh sang sahabat.


" Makasih ya Sal, kamu udah jadi sahabat terbaik buat aku " sambung Alfi seraya berusaha agar tak meneteskan air mata. Ia tak mau perjuangan para perias berakhir sia-sia karena air matanya.


Salwa hanya mengangguk tanpa bisa mengeluarkan suara. Rasa bahagia yang bercampur haru membuat Salwa menumpahkan air mata.


Tak lama dua orang masuk, Salwa memberi ruang pada mereka yang hendak membawa mempelai wanita untuk bertemu dengan mempelai laki-laki. Salwa yang telah menghapus air matanya,ikut mendampingi Alfi.


Rasa bahagia dan haru tumpah di sana. Tetes air mata bahagia menetes dari mata para tamu. Mereka bahagia Alfi si gadis baik hati itu dipersunting lelaki tampan, mapan dan Sholeh seperti Andreas. Namun haru juga menyeruak saat melihat keadaan gadis itu sekarang. Gadis baik hati yang pandai membawa diri,tak pernah pelit dengan berbagi ilmu harus menerima cobaan seberat itu . Mungkin benar semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin bertiup. Begitupun yang terjadi pada Alfi, mungkin yang terjadi padanya adalah jalan dari Allah untuk mengangkat derajatnya.


Tak ada yang tahu, biarkan Allah dengan segala ketentuannya. Cukup manusia menjalani dengan ikhlas berserah pada yang kuasa.


Di meja tempat akad nampak sepasang pengantin itu sedang menandatangani akta nikah. Tampak senyum tertahan di bibir Andreas. Seperti mimpi ia sampai di momen ini. Merengkuh cinta gadis idamannya dalam ikatan suci pernikahan.


Usai menandatangani akta nikah, keduanya di minta duduk di atas pelaminan. Fariz mendekat hendak membantu adiknya. Namun dengan sigap Andreas membopong tubuh Alfi dari atas kursi roda .


" Mas !!" pekik Alfi yang merasa malu bukan main.

__ADS_1


" Ssstt, kamu sekarang istri aku Al. " ucap Andreas seakan mengingatkan. Membuat Alfi tersipu malu . Apalagi jelas terlihat para tamu yang menyaksikan adegan romantis itu terbawa suasana. Mereka tampak terbengong. Adegan yang mereka pikir hanya bisa di lihat di tv kini di lihatnya di depan mata.


Sampai di atas pelaminan, dengan perlahan Andreas menurunkan sang istri yang tak berani menatapnya. Rasa malu serta hati yang bertalu-talu menguasai seluruh rongga dadanya. Andreas yang melihat raut wajah sang istri, di raihnya telapak tangan yang justru menegang . Bersentuhan dengan lelaki tanpa ikatan darah.


Keduanya duduk bersebelahan, tak ada yang bersuara hanya beberapa kali lirikan mata keduanya bertemu dan membuat hati mereka. berbunga-bunga. Cinta itu jelas tergambar di dua pasang bola mata itu. Keduanya menang sangat serasi , raut wajah tampan itu sangat pas bersanding dengan Alfi si cantik berhati malaikat.


Acara resepsi sederhana di langsungkan tanpa jeda. Sepasang pengantin duduk dan di hampiri para tamu yang mengucapkan selamat pada dua mempelai tersebut.


Cukup lama mereka harus duduk tenang di atas pelaminan. Sampai para tamu selesai mengucapkan selamat.


Rangkaian acara pernikahan hari itu, selesai Dzuhur. Alfi bisa bernafas lega saat dirinya turun dari pelaminan dan lagi Andreas mengangkat tubuhnya. Rasanya tak mampu lagi terurai dengan kata rasa, bahagia yang menyeruak di dada. Di perlakukan istimewa oleh lelaki yang di cinta sungguh luar biasa.


Andreas mendudukkan istrinya di kursi yang tertata di sana.


" Aku ambilkan makan dulu " ucap Andreas yang diangguki oleh Alfi. Rasa lidahnya keluh untuk mengucapkan kata. Alfi mengikuti langkah sang suami lewat tatapan mata. Menyisakan senyum tipis di bibirnya.


Tak lama Andreas membawa sepiring nasi beserta lauk untuk istrinya.


" Ini kamu makan dulu " ucap Andreas seraya mengulurkan piring di tangannya. Alfi menatap dengan binar di matanya.


" Terima kasih " sahut Alfi , setelah menerima piring dari sang suami. Andreas tersenyum kemudian mengusap lembut kepala sang istri. Tak menyadari bahwa sentuhan tangannya membuat Alfi salah tingkah.

__ADS_1


__ADS_2