
Sampai di hotel ternyata Alfi sudah memejamkan matanya. Rasa lelah di tubuhnya membuat rasa kantuk menyerang tanpa bisa di lawan. Andreas tersenyum melihat wajah polos sang istri yang terlelap. Ia sudah berada di depan lobby hotel.
Andreas turun dari mobil, memanggil valet parking untuk membantunya memarkirkan mobil.
'' Mas tolong parkirkan ya, istri saya tidur '' ucap Andreas pada valet parking.
'' Baik pak '' sahut nya. Andreas membuka pintu untuk membopong sang istri. Dengan perlahan lelaki itu mengangkat tubuh sang istri.
Sampai di resepsionis Andreas meminta bantuan bellboy untuk membawakan tas ransel berisi pakaian Alfi. Bellboy mengantar mereka sampai dalam kamar. Andreas membaringkan tubuh istrinya dengan perlahan. Kemudian menemui bellboy yang tadi mengantarkan mereka. Setelah memberikan tips, Andreas kembali mendekati sang istri. Tidur terlelap tanpa terganggu.
Andreas tersenyum memandangi wajah ayu itu. Sungguh rasanya seperti mimpi memiliki wanita cantik itu dalam hidupnya. Andreas mendekat,duduk di tepi ranjang. Membelai pipi Alfi uang masih terbingkai kerudung.
Dengan hati-hati Andreas membuka peniti dan kerudung yang di kenakan Alfi,agar tidak membangunkan istrinya. Andreas mengecup pipi yang selalu merona setiap kali di ganggu dirinya. Alfi tampak menggerakkan kepalanya, mungkin terasa terganggu dengan sentuhan sang suami.
'' Tidur yang nyenyak sayang '' ucap Andreas,di kecupnya kening sang istri sebelum akhirnya beranjak ke dalam kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan piyama.
Usai berganti pakaian dan menggosok gigi , Andreas kembali ke kamar. Alfi masih tenang dengan tidur nyenyak nya. Andreas ikut naik ke tempat tidur. Merebahkan diri di samping Alfi. Dengan bertumpu di tangannya Andreas menatap lekat wajah yang terlelap di sampingnya.
''Terima kasih ya Allah, engkau kirimkan bidadari dalam hidupku '' lirih Andreas. Dengan perlahan Andreas mengangkat kepala Alfi dam di letakkan di lengannya. Sebelah tangan yang lain meraih pinggang sang istri. Membawa Alfi tidur dalam dekapannya.
Nyaman,satu kata yang terasa saat memeluk wanita itu dengan erat. Begitu pun sepertinya yang di rasa oleh Alfi. Wanita itu semakin terlelap dan mendusel di dada bidang sang suami.
Helaan nafas teratur menyapu lembut dada Andreas. Membuat lelaki itu tersenyum dan membelai rambut Alfi. Tak ada malam pertama yang menggelora . Namun malam tenang sarat cinta dan kasih sayang. Andreas yang memeluk istrinya sepanjang malam. Alfi yang merasa begitu nyaman terlelap tanpa terbangun.
Hingga saat pukul tiga pagi. Dimana Alfi biasa terbangun. Meski tanpa alarm gadis itu akan terbangun untuk bermesraan dengan sang khalik.
__ADS_1
Terasa ada yang berat menimpa tubuhnya. Alfi belum menyadari apa yang terjadi. Jantungnya berdetak kencang, kemudian perlahan Alfi membuka kelopak matanya. Ia menyusuri seluruh ruangan dengan dua bola matanya.
'' Astaghfirullah hal'adzim '' kaget Alfi saat mengingat apa yang sudah terjadi. Ia tertidur di mobil dan kini ia terdampar di hotel dalam pelukan lelaki tampannya.
Alfi tersenyum sendiri, kemudian menyingkirkan tangan Andreas dengan pelan yang melingkar di pinggang Alfi. Rupanya lelaki itu merasakan apa yang di lakukan sang istri. Andreas tampak menggeliat pelan. Namun sesaat kemudian lelaki itu terlelap kembali. Namun semakin mengeratkan pelukannya.
'' Mas '' lirih Alfi, karena terbiasa bangun jam tiga. Maka ia pun merasa ingin berkemih.
'' Emmm '' gumam Andreas tak jelas. Alfi menyentuh lembut pipi Andreas.
" Mas Andre '' ucap Alfi lagi. Andreas tampak mengerjapkan mata. Mencari sumber suara. Dan di lihatnya wanita bermata jernih yang menengadah menatap dirinya.
'' Pagi Sayang !" sapa Andreas seraya melabuhkan kecupan di kening sang istri. Alfi tersenyum mendapati perlakuan manis suaminya.
'' Mas,aku pengen pipis '' lirih Alfi saat Andreas justru menarik dirinya lebih dalam dalam pelukan.
Andreas sungguh merasa sangat beruntung. Dengan Alfi ia bisa menambah amal ibadah nya. Sholat sepertiga malamnya sering kali terlewat. Tapi dengan sang istri yang memiliki alarm sendiri di alam bawah sadarnya. Membuat ia juga terbangun. Dan melaksanakan sholat malam berjamaah bersama sang istri.
Sepasang suami istri baru itu terpekur di atas sajadah. Menengadah pada Yang Esa. Tentang kisah baru mereka, yang mereka renda di atas manisnya janji suci pernikahan. Mengucap rasa syukur pada Allah atas takdir yang telah tertulis bagi keduanya.
Usai sholat tahajjud dan witir , sepasang suami istri itu tadarus Al-Qur'an sampai Subuh menjelang. Andreas kembali mengimami istrinya menjalankan dua rakaat subuh.
Fajar menyingsing, semburat merah menghiasi langit saat mentari hendak menghiasi bumi dengan senyum cerahnya. Di dalam kamar hotel,usai sholat subuh. Andreas membawa istrinya duduk merapat pada dirinya di tepi ranjang.
Andreas menarik kepala sang istri untuk bersandar di dadanya. Dengan penuh kasih sayang, Andreas membelai lembut rambut hitam panjang itu. Sesekali diciuminya rambut istrinya. Menghirup aroma vanilla yang menenangkan.
__ADS_1
Alfi yang awalnya canggung, lama-lama terasa nyaman. Hingga ia semakin dalam menyandarkan kepalanya di dada sang suami.
'' Maaf ya Mas, semalam Alfi ketiduran. " ucap Alfi yang merasakan nyamannya belaian kekasih halalnya.
'' Gak apa-apa,kamu pasti kecapekan. '' sahut Andreas.
Pengantin baru itu keluar kamar hotel setelah mandi dan hendak pergi sarapan di restoran yang tersedia di hotel tersebut. Andreas setia mendorong kursi roda istrinya. Tak perduli dengan tatapan mata orang-orang yang terkesan mencibir dirinya.
Bagi Andreas tidak ada salah,dia mencintai wanita ini dengan segala apa yang ada pada dirinya. Baik itu kekurangan maupun kelebihan. Ia mencintai Alfiani,dari dasar hati terdalamnya. Mencintai karena Allah,bukan sekedar nafsu duniawi. Ia jadikan hubungan yang baru terjalin ini menjadi sebuah hubungan yang akan membawa mereka sampai surga.
'' Pagi Ma,pa,om dan tante semua '' sapa Andreas dengan riangnya.
'' Assalamualaikum semua '' timpal Alfi yang langsung di balas salamnya.
'' Wa'alaikumussalam '' hampir serempak mereka membalas salam. Alfi tersenyum, lega rasanya melihat seluruh keluarga Andreas menyambut dengan baik.
'' Heemmm,Alfi yang kasih salam kompak jawab semua, giliran aku yang nyapa gak ada yang bales'' sungut Andreas seraya memposisikan Alfi duduk di tempat yang tepat.
'' Kamu nyapa pagi, kalau Alfi kan doain kita Ndre '' jawab salah satu tantenya.
'' Iya deh aku yang salah '' pasrah Andreas yang terkadang terlupakan dengan adab saling menjawab salam.
Andreas menjadi suami sangat siaga untuk sang istri. Ia melayaninya bak ratu, segala macam lauk di tawarkan pada Istrinya itu .
'' Mas aku bisa ambil sendiri ''ucap Alfi yang merasa sungkan di perhatikan di bawah tatapan keluarga besar. Saat Andreas mengambilkan udang balado untuk istrinya.
__ADS_1
'