
Awalnya Andreas dan Alfi menginginkan kabar bahagia kesembuhan kakinya menjadi surprise untuk Ayah dan Ibu . Akhirnya memutuskan memberi kabar tersebut lewat telepon. Serta kabar bahagia lainnya yaitu tentang kehamilan Alfi.
Betapa antusiasnya Ibu dan Ayah yang mendengar dua kabar bahagia sekaligus. Mereka berkata hendak datang menyambangi sang anak secepatnya. Rasa syukur atas nikmat yang Allah titipkan untuk putrinya. Membuat kedua orang tua itu berkali-kali mengucap hamdalah.
Ibu tak bisa menyembunyikan air mata bahagianya. Dan kini anak ibu itu terisak dalam tangis haru karena bahagia atas segala nikmat yang Allah berikan.
"Minggu depan insya Allah Ibu dan Ayah datang. Kamu baik-baik,jaga kesehatan,jaga janin yang telah Allah percayakan padamu dengan baik. Ibu tutup dulu ya, Assalamualaikum " . pungkas ibu di sore itu.m,saat kumandang adzan Maghrib mulai terdengar.
" Iya Bu, Wa'alaikumussalam warrohmatullohi wabarokatu ." sahut Alfi sesaat sebelum layar ponsel itu berubah gelap.
Wanita itu tampak menghela nafas panjang. Menenangkan hati yang diliputi rasa rindu pada kedua orang tuanya. Andreas yang sedari tadi duduk diam di samping istrinya,kini meraih bahu wanita itu dan membawanya bersandar di dadanya.
Andreas membiarkan istrinya tenang dalam dekapannya. Dengan lembut tangan itu membelai rambut sang istri. Sesekali kecupan sayang di sematkan di dahi Alfi. Rasa nyaman dan tenang itu yang selalu Alfi rasakan saat berada dalam dekapan sang suami.
'' Sholat yuk Mas !." ajak Alfi sesudah mampu menguasai diri.
'' Iya sayang .'' lembut Andreas dengan seulas senyum tipis. Bergantian mereka mengambil air wudhu. Kemudian menjalankan ibadah sholat tiga rakaat bersama. Sambil menunggu datang waktu isya sepasang suami istri itu membaca Al-Qur'an.
Seperti malam-malam yang mereka lalui bersama. Setelah sholat isya keduanya akan duduk bersama untuk makan malam. Seperti sebuah rutinitas yang sudah terjadwal dengan pasti.
Malam-malam yang terlewati sepasang suami istri itu adalah waktu dimana dua insan manusia yang di satukan atas nama cinta. Untuk saling belajar mengerti dan berbagi. Sebelum terlelap dua insan itu akan menyempatkan diri duduk berdua, dalam nuansa penuh romantisme. Berbincang santai sembari bermanja-manja ria dengan pasangan. Selalu memupuk cinta itu untuk terus tumbuh.
__ADS_1
'' Aku pingin, meskipun nanti kita sudah punya anak akan selalu ada waktu seperti ini .'' ungkap Alfi suatu malam dalam sandaran dada bidang favoritnya.
'' Kita harus selalu punya waktu untuk berdua. Saat anak-anak tidur,itu berarti saatnya kita we time. Ceritakan semua yang ingin kamu ceritakan. Mas pun akan selalu berbagi semua hal sama kamu. Kita akan sama-sama terus menjaga cinta ini. Sampai nanti ketika Allah memanggil salah satu dari kita .'' ucap Andreas,Alfi menengadah menatap wajah tampan sang suami. Memberikan sebuah kecupan manis di pipi lelaki itu.
Andreas tersenyum, kemudian menunduk dan mengecup lembut bibir sang istri. Bukan sebuah pergulatan panas yang membara. Hanya sebuah sentuhan-sentuhan kecil yang mengisyaratkan cinta. Namun selalu bisa menghangatkan sebuah rasa.
Dan malam menenggelamkan sepasang kekasih halal itu untuk menjemput mimpi mereka. Terlelap dalam satu balutan selimut tebal meredam dinginnya malam dalam satu dekapan.
Setiap detik waktu terlalui dalam balutan cinta yang terukir indah dalam pahatan rasa dari yang kuasa. Selalu ada cara untuk tetap mempertahankannya dengan cara-cara sederhana namun indah.
Pada satu pagi menjelang siang, ketukan di pintu apartemen membuat tiga wanita yang tersisa di dalamnya pada siang hari itu saling pandang. Mereka bertiga sedang membuat kue kering di dapur.
'' Biar Winda saja yang buka Bi .'' ucap wanita yang kini semakin sering sharing dengan sang majikan untuk membahas tentang ilmu agama. Hingga wanita itu memutuskan untuk memakai jilbab untuk menutup kepalanya. Ia semakin betah bekerja pada wanita yang selalu bisa memuliakan sesama manusia.
'' Siapa Mbak Win ?.'' tanya Alfi, Winda mendekat dan mengulurkan sebuah kotak berukuran sedang untuk Alfi.
'' Paket buat Mbak Alfi .'' sahut Winda ramah,Alfi mengernyitkan dahi.
'' Aku gak ada belanja lho Mbak .'' ucap Alfi,namun tak urung menerima paket tersebut.
'' Mungkin ada yang kirim buat Mbak .'' sahut Winda,dan saat Alfi sedang membolak-balik paket itu tanpa membukanya. Sebuah notifikasi masuk di ponselnya.
__ADS_1
Alfi meraih ponsel dan membuka pesan di aplikasi WhatsApp. Sebuah pesan dari '' My husband '' tertera di layar.
'' Sayang, paketnya sudah nyampe belum ?'' . pesan yang tertulis di sana. Membuat Alfi mengembangkan senyum. Menyadari bahwa paket itu kiriman sang suami.
'' Sudah Mas,ini mau Alfi buka. Alfi pikir paket dari siapa .'' balas Alfi sambil tersenyum sendiri,di bawa tatapan Winda yang selalu merasakan kebahagiaan yang di pancarkan sepasang suami istri itu. Baginya pasangan sang majikan adalah pasangan idola yang layak menjadi panutan.
'' Dari Mas sayang, nanti siang Mas jemput untuk lunch di luar. Kamu pakai itu ya. Semoga cocok buat kamu. Love you, sayang. Mas kerja dulu, Assalamualaikum .'' Andreas mengakhiri pesannya.
'' Makasih Mas, Love you too. Wa'alaikumussalam ''. balas Alfi dengan perasaan yang masih saja selalu berdebar. Wanita itu meletakkan kembali ponselnya dan membuka bungkusan di hadapannya.
'' Dari Bapak ya Mbak ?.'' tebak Winda yang kini sedang mengupas buah untuk cemilan ibu hamil yang sekarang mulai selera untuk makan.
'' Iya Mbak Win, Mas Andre ngajak makan siang di luar .'' sahut Alfi yang kini sudah berhasil membuka paketnya.
Sebuah dress panjang yang tampak begitu cantik dan elegan. Dan sebuah kerudung yang memiliki warna senada. Sungguh membuat mata terpesona dengan dress indah itu.
'' Wah cantiknya .'' puji Bi Yuni yang sedang masuk ke dalam ruang makan membawa toples berisi kue kering yang baru di buatnya. Kue yang di sediakan untuk cemilan Alfi.
'' Dari Mas Andre Bi, pantes gak bi di pakai saya ?,kok rasanya terlalu bagus .'' ujar Alfi yang memang jarang berbelanja pakaian mahal. Rasanya terlalu bagus dress itu untuk dirinya.
'' Pasti bagus Mbak, Winda jamin bakal cantik banget di pakai mbak Alfi .'' sahut Winda yakin,dan Bi Yuni pun mengangguk mantap menyetujuinya.
__ADS_1
'' Kalau gitu,Alfi mau mandi dulu. Mau siap-siap. Bibi masaknya buat makan kalian berdua aja.'' ucap Alfi seraya bangkit dari duduknya dan melenggang meninggalkan meja makan. Dengan dada yang semakin berdebar,Alfi bersiap untuk kencan dengan lelaki halalnya.