Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu

Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu
Berpasrah


__ADS_3

Terpekur meratapi rasa bersalah yang menggelayut dalam hati. Dalam keheningan malam Andreas hanya mampu menengadahkan tangan. Berharap Allah memberinya ketenangan di sela rasa bersalah yang menyapa.


Ketika cinta yang dulu bak bunga merekah indah, namun ternyata bisa layu tanpa pandang waktu. Ia yang sesungguhnya tak mampu menjaga cinta itu,atau memang kehendak sang pemilik kehidupan agar cinta itu perlahan menghilang ?.


Ia tak mengerti tentang cinta, yang ia tahu cinta itu fana seperti kehidupan yang di jalaninya. Salah kah ia atas rasa sakit yang tertoreh pada hati yang memberinya cinta ?. Sungguh hanya dalam untaian istighfar yang mampu ia lantunkan dalam sepertiga malam.


Biarkan liku cintanya menjadi rahasia sang Ilahi. Saat ini ia hanya ingin memperbaiki diri. Hingga Allah nanti yang akan menuntunnya pada jodoh yang telah tertulis di lembaran takdir kehidupannya.


Jodoh yang ditakdirkan untuknya, untuk menyempurnakan separuh agama. Ia hanya perlu terus memperbaiki diri,agar Allah pun menuntunnya pada jodoh terbaik.


Melipat sajadah yang tergelar di kamar hotel tempatnya menginap. Masih dengan sarung,baju koko dan kopiah di kepala , Andreas melangkah mendekati jendela. Menyibak tirai, menatap gelapnya langit di ujung malam.


Terbayang pertemuan tadi dengan Diandra, menyisakan sesak yang menyapa hati. Saat ia melihat air mata yang tumpah. Dari seorang wanita yang menyerah untuk mencintainya.


" Semoga kamu baik-baik saja Di " lirihnya disela rasa bersalah yang menguar di hati. Andreas menghela nafas dalam. Terlalu dangkal kah rasa yang di miliki dalam hatinya, hingga rasa itu mudah menghilang tanpa sisa.


Dan kini rasa ragu menyeruak,saat getaran rasa yang menyapa untuk gadis yang belum lama ada di hidupnya. Benarkah getar itu cinta ?, atau hanya sekedar rasa kagum yang bisa saja terkikis begitu saja ?.


Ketika hati meragu sendiri, pada siapa ia harus meyakinkan diri. Selain pada Allah yang telah menggariskan takdirnya. Ia butuh waktu untuk memantapkan hati,agar rasa yang di hati bukan sekedar rasa untuk memiliki. Namun rasa cinta yang suci bukan tentang nafsu duniawi.


Andreas menutup kembali tirai di jendela. Berjalan menghampiri ranjang tempatnya bermalam sebelum esok kembali ke kotanya. Tadi siang ia sudah berpamitan pada Ayah sekeluarga jika esok ia akan pulang. Sebelum Ayah meninggalkan dirinya tetap di sana. Sebelum tadi ia bertemu dengan Diandra.

__ADS_1


Andreas duduk dengan bersandar di kepala ranjang setelah meletakkan kopiah di meja sebelah tempat tidur. Matanya terpejam,namun ia tak kembali tidur. Entah mengapa sisi hatinya seakan menyuruhnya untuk menjauh dulu dari Alfiani. Memberi jeda waktu pada dirinya yang baru saja putus cinta.


Bukan karena ia merasa patah, namun untuk meyakinkan hati bahwa cinta itu nyata. Ia hanya ingin berpasrah ,dan menata hati untuk kembali menerima rasa bernama cinta.


✨✨✨


Kumandang adzan subuh menggema, menggeliatkan Diandra yang terlelap nyaman dalam pangkuan Riko.


" Astaghfirullah hal'adzim " kaget Diandra yang menyadari dirinya tertidur di pangkuan Riko. Ucapan Diandra yang sedikit keras membangunkan Riko yang tertidur dengan bersandar di sandaran kursi. Lelaki itu tersenyum melihat Diandra yang tampak serba salah saat berusaha duduk tegak di sampingnya.


" Sorry ya Rik,kamu jadi ikutan tidur di luar gara-gara aku " ucap Diandra yang sedang berusaha membetulkan kerudung yang bisa di pastikan sudah acak-acakan.


" Gak apa-apa,santai aja " sahut Riko tanpa melepaskan tatapan dari wajah wanita yang baru terbangun dari tidurnya. Cantik, satu kata yang terbersit di hatinya. Hingga membuatnya enggan memalingkan wajah.


" Mampir mushola ya Rik " ucap Diandra saat mereka telah berada di area parkir gedung.


" Oke" sahut Riko pendek seraya naik ke atas motor matic yang ia pinjam.


Diandra yang telah berjanji pada dirinya sendiri untuk belajar lebih baik ,di selimuti rasa bersalah. Bagaimana bisa ia menghabiskan malam dengan lelaki yang tak memiliki hubungan keluarga dengannya ?. Apa kata orang yang menilai dirinya,ia yang telah memutuskan berhijab namun masih dengan mudah pergi dengan lelaki dan menyepi berdua. Untung semalam ia masih di jaga dari kejamnya fitnah nafsu dunia.


Tapi sesal tinggallah rasa yang tak bisa mengubah keadaan. Satu hal yang harus ia lakukan jangan mengulanginya lagi.

__ADS_1


Dan kini di tengah rasa bersalah yang masih menggelayut di hati,ia melaksanakan kewajiban dua rakaat di ujung waktu subuh yang hampir lewat. Riko yang sejujurnya sudah lama tak menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim, pagi itu hatinya seakan terketuk hingga membawa langkah kakinya menuju tempat wudhu.


Meski entah sudah berapa lama ia tak menundukkan diri di hadapan sang Ilahi, nyatanya ia masih mampu melafalkan setiap bacaan dalam shalat meski dengan sedikit terbata.


Selesai dengan kewajibannya,Riko tersenyum tipis. Menyadari betapa ia sudah terlalu jauh meninggalkan sang pencipta. Hidupnya di habiskan untuk kesenangan, sampai ia lupa bahwa yang ia punya tak lebih dari sekedar titipan yang bisa saja sewaktu-waktu diambil pemiliknya.


" Di, thanks ya " ucap Riko yang pagi itu terasa seperti menemukan oase dalam gersangnya hati.


" Buat ?" tanya Diandra tak mengerti, karena justru ia yang merasa harus berterima kasih pada lelaki itu.


" Buat kamu yang udah ngingetin aku tentang hal yang selama ini aku lupakan " ucap Riko seraya menyampirkan ransel di pundaknya.


" Apa ?" ujar Diandra tak paham. Ia mematung melihat Riko yang sudah duduk di atas motor.


" Allah " jawab Riko pendek seraya tersenyum tipis.


" Aku sudah lama melupakan kewajiban ku sebagai seorang muslim. Tapi pagi ini aku seakan menemukan oase dalam gersangnya kehidupan ku. Dan itu perantara kamu". ucap Riko tulus.


" Aku juga dalam tahap belajar untuk menjadi manusia lebih baik. Meski masih saja banyak khilaf yang aku lakukan,salah satunya menghabiskan malam ini sama kamu. Karena gak seharusnya aku pergi berdua dengan lelaki tanpa ikatan saudara." tutur Diandra membuat Riko tersenyum seraya batinnya berbisik. ' Tapi maaf Di,aku menikmati kesalahan semalam'. Bagaimana tidak ia bisa menatap dengan puas wanita yang ia puja dalam diam.


" Semoga masih di maafkan toh kita gak melewati batas " ucap Riko yang menoleh kebelakang saat Diandra naik keatas motor. Diandra hanya tersenyum menanggapi. Dalam hati ia pun berdoa semoga Allah memaafkan segala khilaf nya. Dan menuntunnya pada jalan yang diridhoi oleh Allah.

__ADS_1


" Di,gak apa-apa kan kalau aku juga ingin belajar memperbaiki diri sama-sama dengan kamu ?" tanya Riko setelah menjalankan motornya meninggalkan area mushola.


" Gak ada masalah,kita sama-sama belajar " sahut Diandra tanpa ada maksud apapun. Namun jawaban Diandra membuat Riko tersenyum lebar.


__ADS_2