Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu

Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu
Siang di Apartemen


__ADS_3

'' Kamu siapa ?'' tanya Andreas dengan tatapan tertuju Winda yang terpaku menatap dirinya.


'' Saya Winda Mas,eh Pak. Saya perawat yang akan merawat bu Alfi '' sahut Winda. Tak berselang lama muncul Rega dengan makanan yang ia beli di restoran sebelum ke apartemen. " Ini taruh di mana Mas ?'' tanya Rega.


'' Kamu taruh di meja makan saja. '' ucap Andreas, Rega mengalihkan tatapannya pada wanita asing di hadapannya.


'' Ini ?'' baru satu kata yang meluncur dari bibir Rega Andreas sudah menyela.


'' Perawat istri saya, kamu siapkan makanannya '' titah Andreas seraya melangkah kearah kamar.


Rega menatap wanita yang menganggukkan kepala sebagai bentuk sapaan pada Rega. Rega tersenyum tipis, kemudian berlalu kearah meja makan,dan meletakkan bawaannya di atas meja makan.


Sedang Andreas dengan senyum yang telah terkembang di bibirnya,ia membuka pintu kamarnya. Terlihat sang istri yang sedang duduk sembari merapikan rambut panjangnya.


'' Assalamualaikum sayang '' sapa Andreas dengan nada riangnya.


'' Wa'alaikumussalam mas,sudah pulang ?. Maaf Alfi gak tau , ketiduran barusan '' ucap Alfi.


'' Gak apa-apa sayang. '' Andreas mendekati sang istri dan mengecup kening Alfi. Membelai rambut indah istrinya yang tergerai. Perlahan Andreas mendekatkan wajahnya. Namun alih-alih menerima ciuman sang suami. Alfi menutup bibir Andreas dengan telapak tangannya.


'' Ada Riani di kamar mandi Mas '' lirih Alfi. Membuat Andreas seketika menatap arah pintu kamar mandi. Dan benar saat bersamaan Riani keluar dengan wajah basah. Gadis muda itu nampaknya baru mencuci muka.


'' Kamu ngapain dek di sini ?'' tanya Andreas yang sepertinya merasa terganggu dengan sang adik. Riani tampak mencibir.


'' Idih, yang tadi pagi ngerecokin aku buat buru-buru ke sini siapa mas ?'' sungut Riani yang sedang berdiri di depan meja rias seraya membenahi kerudung yang di pakainya.

__ADS_1


'' Maksud Mas, kenapa di kamar Mas dek. Kan kamu bisa istirahat di kamar tamu '' protes Andreas.


'' Aku yang minta Mas biar nemenin aku, lagian tadi kita rencananya mau ngobrol-ngobrol aja. Eh,malah ketiduran,ya maaf Alfi gak tau kalau Mas gak suka ada orang lain di kamar ''. ujar Alfi sembari menunduk dengan rasa bersalah. Andreas tercekat , sepertinya dia baru saja salah bicara. Riani tampak menyeringai melihat kakaknya yang langsung membeku.


'' Gak gitu sayang,gak apa-apa kok. Gak apa-apa Riani nemenin di kamar '' ralat Andreas seraya menggenggam tangan Alfi dan menatap wajah tertunduk itu. Riani tertawa nyaring, melihat kakaknya salah tingkah.


'' Rasain !,mbak nanti malam tidur ruang tamu yuk !. Riani pengen nginep deh '' ledek Riani seraya membuka pintu kamar.


'' Adek ! '' seru Andreas kesal. Riani langsung berlari keluar dengan tawanya.


Andreas menelan ludah, melihat perubahan mimik wajah sang istri yang kini tertunduk dengan rasa bersalah. Andreas memegang dagu istrinya,dan membawa wajah itu menatap dirinya.


'' Sayang maaf ,Mas cuma bercanda. Beneran gak apa-apa. '' tutur Andreas dengan nada lembut.


'' Gak apa-apa sayang,gak apa-apa. Mas yang minta maaf ,mas cuma bercanda sama Riani '' sahut Andreas sembari menciumi kepala Alfi.


Ia lupa ada orang baru dalam kehidupannya. Mereka adalah dua insan yang di halalkan dalam ikatan sakral pernikahan. Tapi dalam hubungan itu masih terasa asing. Mereka masih meraba-raba tentang diri mereka satu sama lain. Untuk saling mengerti dan memahami dibutuhkan waktu yang tidak sebentar.


Wajar jika hal kecil terkadang menimbulkan salah paham. Mereka masih terlalu dini untuk saling mengerti. Bahkan bisa di katakan mereka belum saling mengenal. Akan banyak kejutan di diri mereka untuk menjadi ' kita '.


'' Maaf ya,Mas lupa. Hati istri mas tuh selembut sutera '' ucap Andreas sambil menatap wajah Alfi. Di kecupnya sekilas bibir yang sedari tadi seakan menggodanya.


'' Jangan sedih lagi dong. Sekarang kita makan siang duku yuk !" ajak Andreas,yang kemudian mengambil sebuah kerudung instan dan dipakaikan pada istrinya.


'' Ada temen kerja Mas di luar, pengen kenalan sama kamu '' ucap Andreas dengan tangan merapikan kerudung dan anak rambut yang tampak luar dari kerudungnya.

__ADS_1


'' Udah cantik,yuk keluar '' ujar Andreas yang langsung mengangkat tubuh istrinya dan di dudukkan di kursi roda. Debar jantung Alfi masih saja bertalu-talu setiap kali di perlakukan manis oleh sang kekasih.


Sebelum keluar , Alfi memegang tangan suaminya . Di bawanya tangan itu untuk di kecupnya. Tak ada kata yang terucap, namun menggetarkan hati Andreas. Lelaki itu menyematkan sebuah kecupan di kepala sang istri sebelum akhirnya keluar dari kamar.


Nampak di meja makan dalam posisi lengkap. Bahkan dua penghuni baru itu ikut duduk di meja makan. Riani yang memintanya, karena ia cukup memahami keinginan sang ipar.


Semua mata tertuju pada Andreas yang mendorong pelan kursi roda itu. Rega menatap takjub pada wanita yang terlihat begitu cantik. Dan kecantikan itu terasa begitu berbeda,bukan karena polesan make up yang tebal. Namun wajah natural yang terlihat begitu teduh dan sorot mata yang seakan membius orang yang menatapnya.


'' Maaf semua , jadi nunggu.'' ucap Andreas sambil terus mendorong kursi roda istrinya.


'' Gak apa-apa ,santai Mas'' ujar Rega.


Mereka saling mengenalkan diri sebelum makan malam. Suasana hangat menyelimuti meja makan yang berisikan berbagai menu yang telah Andreas beli. Seperti biasa Andreas memperlakukan istrinya dengan manis. Menyiapkan segala keperluan sang istri dengan telaten. Dan semua itu tak luput dari tatapan mata seseorang yang diam-diam mengamati pergerakan sepasang pengantin baru itu.


Winda, dengan tatapan begitu memuja. Berkali-kali mencuri pandang pada sang majikan. Entah apa yang bersarang di kepala wanita itu. Hingga dengan berani terus memperhatikan tingkah majikannya. Dan apa yang ia lakukan ternyata terekam oleh Riani. Yang tampak mendengus sebal pada wanita itu.


Usai makan siang, Andreas meminta waktu berbicara pada Bi Yuni dan juga Winda. Mereka bertiga duduk di ruang makan setelah Bi Yuni dengan sigap membersihkan meja makan.


Bi Yuni dan Winda duduk bersebelahan di depan Andreas terhalang meja makan. Andreas memperkenalkan dirinya sebelum menjelaskan pekerjaan dua pegawai barunya.


" Jadi tugas Bi Yuni, membersihkan rumah, masak dan pekerjaan rumah lainnya. Tapi untuk mencuci pakaian Bibi tidak perlu melakukannya. Kami akan membawanya ke laundry. '' ucap Andreas setelah saling berkenalan. Ucapannya tertuju pada wanita yang menyimak dengan baik apa yang diucapkannya.


'' Baik Pak '' sahut Bi Yuni singkat. Andreas tampak mengangguk, kemudian tatapannya beralih pada wanita yang berada di sebelah Bi Yuni. Wanita yang seolah tak berkedip melihat dirinya.


'' Dan untuk kamu,tugas kamu menjaga istri saya. Menyiapkan segala kebutuhan istri saya. Saya tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa istri saya. Jadi kamu bertanggung jawab pada istri saya selama saya bekerja. '' ujar Andreas yang terdengar lebih dingin. Lelaki itu sepertinya menyadari tatapan mata wanita di hadapannya itu sedikit berbeda.

__ADS_1


__ADS_2