
Kedatangan sang anak dan menantu yang tiba-tiba tanpa memberi kabar. Menjadi sebuah kejutan untuk Papa Yusuf dan Mama Nadhira di hari Minggu pagi yang cerah itu. Setelah janji untuk datang ke kediaman orang tuanya yang gagal karena pekerjaan. Andreas baru bisa datang pagi itu. Karena pekerjaan yang cukup menyita waktunya. Minggu yang rencananya akan di gunakan untuk menjenguk Ayah dan Ibu di desa tak jadi dilaksanakan. Selain karena pekerjaan yang cukup sibuk kehamilan sang istri pun masih terlalu muda. Andreas tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada calon ibu dan anaknya.
'' Assalamu'alaikum Ma, Pa '' sapa lembut sang menantu yang menghampiri dua orang yang sedang menikmati paginya di pinggir kolam renang di temani minuman hangat.
'' Wa'alaikumussalam '' . sahut mereka berdua dengan bersamaan. Alfi menghampiri keduanya dan bergantian mencium punggung tangan mereka. Diikuti oleh Andreas yang berjalan mengekor di belakang sang istri .
'' Alhamdulillah kalian pada datang. Gimana kabar kalian ?.'' tanya Mama yang begitu antusias dengan kedatangan anaknya.
'' Alhamdulillah,baik Ma. Mama, Papa sehat ?'' tanya Alfi basa-basi.
'' Alhamdulillah seperti yang kamu lihat '' sahut Mama dengan senyum bahagianya. Mama meminta anaknya untuk ikut duduk di sana.
'' Sudah sarapan kalian ?'' . Papa bersuara di sela perbincangan Mama dsn Alfi yang lebih mendominasi.
'' Sudah Pa, calon ibu harus sarapan tepat waktu ''. jawab Andreas dengan nada ceria dan sebuah senyum yang tertahan. Kedua orang tua di sana tampak mengernyit kemudian tersenyum lebar menatap sang menantu yang tersenyum tipis menghias wajah ayu itu.
Mama menutup mulutnya dengan telapak tangan. Merasa kaget dan bahagia dalam waktu bersamaan.
'' Masya Allah, kamu sudah hamil sayang ?'' tanya Mama yang kini menghampiri sang menantu yang telah duduk di salah satu kursi yang berada di pinggir kolam.
'' Alhamdulillah Ma,'' sahut Alfi lembut. Mama mengusap lembut perut sang menantu. Rasa syukur bersemayam di hati wanita cantik itu. Dengan mata berbinar Mama menatap pada sang suami .
__ADS_1
'' Alhamdulillah Pa, sebentar lagi kita punya cucu .'' sambung Mama , Papa menanggapi dengan senyum hangat.
'' Sebentar lagi jadi Opa,Oma kita Ma '' timpal Papa.
Kabar yang di bawa sepasang suami istri pagi itu sungguh mengembangkan hati kedua orang tuanya. Di usia mereka jelas menginginkan hadirnya cucu untuk menemani masa tua mereka.
Sebagai rasa syukur atas anugerah yang Allah titipkan pada pasangan baru itu. Mama memesan cukup banyak nasi kotak untuk di bagikan di salah satu panti asuhan dan anak-anak jalanan yang sering di datangi Riani.
Dara cantik itupun hari itu tak terlihat karena sedang ada acara dengan anak-anak yang berada di bawah asuhannya.
'' Riani kemana Ma ?'' tanya Alfi yang sedang ikut sang ibu mertua melihat-lihat taman bunga yang nampak cantik dengan berbagai jenis tanaman bunga di sana. Setelah mereka meninggalkan para lelaki yang mulai membahas tentang pekerjaan.
'' Alfi dulu ada rencana ikut kegiatan sosial Riani,sampai sekarang belum terwujud .'' sambung Alfi yang sedang mengamati bunga mawar putih yang berbunga cukup banyak dalam satu pot.
Mama mendekati sang menantu dan menepuk pundaknya pelan.
'' Tak apa, keadaan mu juga baru pulih .'' ujar Mama,Alfi hanya tersenyum tipis kemudian perhatiannya kembali pada bunga cantik di hadapannya.
'' Alfi suka bunga itu ?.'' tanya Mama yang memperhatikan mimik wajah Alfi yang tampak mengagumi bunga mawar itu. Alfi mengangguk dengan senyum di bibirnya.
'' Cantik Ma .''
__ADS_1
'' Kamu bawa saja nanti .'' tutur Mama membuat Alfi langsung menoleh pada Mama yang berdiri di dekatnya.
'' Bener Ma ?.'' tanya Alfi dengan binar bahagia di sorot matanya.
'' Iya sayang .''
Alfi dengan tatapan takjubnya terus mengelilingi taman bunga yang cukup luas. Berbagai jenis tanaman ada di sana dari tanaman berharga puluhan ribu hingga jutaan. Sepertinya sang Mama mertua sangat menyukai bunga.
'' Sayang !." panggil Andreas seraya melangkah mendekati sang istri yang sedang melihat-lihat bunga anggrek. Alfi menoleh asal suara , dilihatnya lelaki berkemeja biru yang tampak pas di tubuh atletisnya.
'' Mas .'' ucap Alfi menyambut sang suami yang menghampiri dirinya dan menyematkan kecupan manis di kening sang istri.
'' Udah panas sayang,masuk dulu yuk !." ajak Andreas yang merasakan sengat panas matahari yang mulai meninggi. Alfi mengangguk, Andreas meraih pinggang sang istri. Membawa wanitanya menjauh dari taman. Alfi menurut saja mengikuti langkah sang suami. Di bawanya wanita itu ke dalam kamar yang berada di rumah kedua orang tuanya.
Alfi menyempatkan diri sejenak untuk melaksanakan sholat Dhuha. Sesuatu yang selalu membuat Andreas merasa beruntung berjodoh dengan wanita itu. Alfi selalu menyempatkan diri menghadap sang Illahi. Saat wanita lain mungkin tak bisa lepas dari peralatan make up di dalam tasnya. Maka untuk Alfi ia tak pernah lupa memasukkan mukenah di sana.
Usai sholat Dhuha , Alfi menghampiri sang suami yang duduk di balkon yang terhubung dengan kamarnya.
'' Mas .'' sapa lembut Alfi, membuat Andreas menoleh dan tersenyum menyambut.
Menikmati waktu pagi menjelang siang itu, mereka duduk di balkon dengan ditemani jus jeruk dan sepiring kue basah yang di antar sang asisten rumah tangga.
__ADS_1