
Lantunan ayat suci Al-Quran terdengar lirih dari balik pintu kamar utama unit apartemen Andreas. Terlihat Alfi duduk menghadap kiblat beralaskan sajadah yang terhampar . Mukenah masih digunakannya selepas ia melaksanakan sholat malam.
Di atas tempat tidur, Andreas masih terlelap dengan tubuh berbalut selimut. Melihat sang suami yang tertidur dengan lelap membuat Alfi tak tega membangunkannya. Apalagi keduanya memang tidur sudah cukup malam.
Sepulangnya kedua orang tua mereka, Andreas menggiringnya masuk ke kamar. Dan membawa sang istri mengarungi indahnya surga dunia. Hingga hampir tengah malam mereka baru terlelap. Kini saat waktu sholat malam seperti malam-malam biasanya, Andreas masih sulit membuka mata.
Lamat-lamat suara lirih Alfi terdengar oleh Andreas. Lelaki itu membuka mata,dan menyadari jika sang istri sudah bersimpuh di atas sajadah. Melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan indah.
Andreas tersenyum tipis melihat Alfi yang selalu menyempatkan diri untuk bangun di malam hari. Ia merasa menjadi lelaki yang sangat beruntung, ketika di pertemukan dan ditakdirkan berjodoh dengan Alfi. Wanita yang menuntunnya untuk semakin mendekat pada yang Esa.
Andreas bangun dari tidurnya, meraih kaos yang tergeletak di atas meja yang terletak di samping ranjang. Alfi tampak menyudahi tadarus nya. Menatap Andreas yang sedang mengenakan kaos. Andreas yang menyadari istrinya telah berhenti membaca Al Qur'an kini menatap ke arah sang istri. Keduanya saling bertatapan dan mengulas senyum .
" Mas sudah bangun ? , maaf ke ganggu Alfi ya ?" ucap Alfi yang masih duduk di atas sajadah. Andreas menggeleng dengan senyum terkembang.
"Enggak sayang,kamu kok gak bangunin Mas ?". tanya Andreas yang kini telah bangkit dari tempat tidur.
" Mas tidur lelap banget, kayaknya kecapekan " tutur Alfi, Andreas melangkah mendekati sang istri. Menundukkan badan dan berbisik di samping istrinya.
" Mas gak capek,satu kali lagi sebelum subuh Mas masih sanggup " ucapan Andreas sukses membuat wanita itu merona. Mereka telah sering melakukannya,tapi terdengar sangat absurd ketika harus membicarakannya.
" Astaghfirullah hal'adzim,Mas Andre " ucap Alfi dengan manja kemudian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Andreas tertawa senang setiap kali melihat wajah tersipu dengan rona merah di pipi. Lelaki itu kemudian beranjak masuk ke dalam mobil mandi .
__ADS_1
Hingga suara tawa menghilangkan dari balik pintu kamar mandi. Alfi tersenyum sendiri, suaminya selalu punya cara untuk menggodanya.
" Terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang Engkau berikan padaku. Dan Engkau jodohkan aku dengan lelaki yang begitu baik'' ungkap Alfi dengan buncahan rada syukur di hatinya.
Seperempat jam menjelang subuh, Andreas menyempatkan diri melakukan sholat tahajud meski hanya dua rakaat. Diakhiri dengan witir tiga rakaat. Selesai dengan sholat malamnya , tak berapa lama kumandang adzan subuh terdengar. Sepasang kekasih halal itu melanjutkan dengan sholat subuh berjamaah.
Rutinitas yang selalu mereka lakukan bersama kecuali saat Andreas masih di kantor. Usai sholat subuh, merek duduk cukup lama di atas sajadah. Mengagungkan asma Allah dalam dzikir di pagi hari. Menyerukan nama-nama indah yang menentramkan jiwa. Mereka selalu tahu bagaimana caranya untuk menikmati kebersamaan dalam rengkuhan cinta berdasarkan ridho dari Illahi.
" Sayang, jalan-jalan di taman yuk !" ajak Andreas setelah mereka selesai dengan ibadah paginya. Kini Andreas sedang berdiri di belakang Alfi . Mengeringkan rambut istrinya dengan hairdryer.
" Boleh " sahut Alfi yang sedang mencuri tatap pada lelaki dibelakangnya lewat pantulan cermin. Andreas mematikan dan meletakkan hairdryer setelah rambut sang istri di rasa cukup kering. Di ikatnya rambut Alfi dengan ikatan rambut.
"Makasih Mas " ucap Alfi setelah suaminya selesai mengikat rambut panjang miliknya. Andreas membungkukkan badan , lalu mencium pipi istrinya .
Alfi bersiap jalan pagi dengan stelan baju olahraga panjang. Andreas mengenakan kaos lengan pendek di padu celana panjang dan sepatu olahraga. Sedang Alfi hanya memakai sendal jepit saja.
" Yuk sayang !" ajak Andreas sambil mengulurkan tangan pada Alfi yang duduk di sofa menunggu dirinya mengenakan sepatu. Alfi menyambut uluran tangan suaminya, dengan saling bergandengan tangan mereka keluar unit apartemen saat matahari belum nampak di ufuk timur.
Bisa menggandeng sang istri saat berjalan meski masih tertatih dan perlahan. Namun itu adalah hal yang sangat membahagiakan untuk Andreas. Dengan senyum tak luntur dari bibirnya Andreas terus menggenggam kari tangan sang istri. Sesekali ia pun mengecup tangan istrinya dengan lembut.
" Terima kasih ya mas " ucap Alfi saat mereka telah sampai di taman apartemen. Andreas menghentikan langkahnya. Ia berdiri menghadap sang istri.
__ADS_1
" Terima kasih untuk apa Sayang ?" . Tanya Andreas dengan dahi mengernyit. Alfi menengadah menatap dua bola mata hitam yang terlihat begitu jernih.
" Untuk kesabaran dan cinta yang sudah mas berikan untuk Alfi. Alfi sangat bersyukur di pertemukan jodoh seperti mas Andre ". ucap Alfi, Andreas mengambil dua tangan sang istri dan di genggamannya. Tatapan mata mereka bertemu.
" Mas juga sangat bersyukur karena Allah menjadikan kamu sebagai jodoh yang di gariskan Nya untukku. Jangan berterima kasih sama Mas, karena Allah yang telah menumbuhkan cinta ini di hati kita. Ayo kita sama-sama jaga rasa yang telah Allah titipkan di hati kita.'' tutur Andreas,Alfi mengangguk menanggapi ucapan suami terkasihnya.
" Mari kita menua bersama dengan titipan cinta yang Allah percayakan di hati kita. Semoga Allah memberikan umur yang panjang hingga kita bisa tumbuh dan menua bersama. " sambung Alfi, Andreas mengecup kedua punggung tangan istrinya.
" Amin " ucap Andreas setelah menurunkan kembali tangan sang istri.
Kini sepasang suami istri itu melangkah mengitari taman yang semakin terang semakin ramai para penghuni apartemen yang olahraga lari pagi di sana. Andreas dan Alfi kini duduk di salah satu bangku setelah kakinya sedikit merasa lelah.
" Aduh Mas gak bawa minum lagi,sayang haus ?" tanya Andreas khawatir. Alfi menggenggam tangan Andreas yang berada di atas pahanya. Tersenyum dan menggeleng pada sang suami.
" Gak ,aku gak apa-apa. Gak usah khawatir " tutur Alfi yang melihat kekhawatiran di mata sang suami.
Keduanya duduk di kursi dengan tenang. Menikmati sinar matahari yang mulai menerangi pagi itu. Sampai tiba-tiba ada yang bergejolak di perut Alfi saat seseorang lewat dekat dirinya dan menguarkan aroma parfum yang terasa menyengat di hidung Alfi.
Hoekkk
Alfi tak dapat lagi menahan rasa mual itu saat seseorang yang lewat itu telah menjauh.
__ADS_1
" Sayang, kamu kenapa ?" panik Andreas saat melihat istrinya tiba-tiba muntah. Namun karena masih pagi tak ada yang keluar. Hanya cairan bening saja.
" Gak tau Mas, tiba-tiba rasanya mual banget bau parfum tadi " ucap Alfi di sela muntah-muntahnya yang terus berlanjut beberapa saat. Membuat Andreas panik dan kebingungan sendiri.