
Langkah riang Andreas di selingi senyum yang merekah di bibirnya. Menyambut pagi hari,saat ia kembali ke kantor. Sapaan para karyawan di sahutnya dengan antusias. Aura bahagia, tergambar jelas di wajah lelaki itu.
''Pagi Ga !" sapa Andreas saat melintasi meja kerja Rega,salah seorang karyawannya yang ia percaya. Orang yang dulu menggantikan dirinya mengelola perusahaan itu saat Andreas terdampar di kampung.
" Alhamdulillah ,yang liburan akhirnya pulang. Ya Allah mas. Pusing aku banyak banget permintaan klien yang ribet ini '' adu Rega,yang sibuk mengurusi keinginan klien. Semua pekerjaan Andreas akan menjadi tanggung jawab Rega,saat lelaki itu pergi.
Andreas tertawa lirih menanggapi lelaki berkacamata yang berusia dua tahun lebih muda darinya.
'' Kemana aja sih mas ?''tanya Rega sambil menyalami tangan atasannya.
'' Cuti nikah dong '' sahut Andreas santai, membuat Rega membelalakkan mata tak percaya.
'' Bercanda '' ucap Rega dengan senyum mengejek.
'' Eh gak percaya,ya udah ''jawab Andreas cuek. Kemudian melangkah hendak masuk ke dalam ruangannya.
'' Beneran mas ?,sama siapa ?. perasaan setahun belakangan gak ada kelihatan gandengan sama cewek ''. ucap Rega yang ternyata membuntuti Andreas masuk ke dalam ruangan.
'' Istriku itu wanita istimewa,gak perlu di gandeng kemana-mana. Dia itu limited edition '' pongah Andreas sambil meletakkan tas kerjanya di meja. Rega mencebikkan bibir, kemudian duduk di kursi yang berada di depan meja kerja Andreas tanpa di persilahkan.
'' Kalau aku belum di kenalin aku belum percaya Mas '' tutur Rega seraya meletakkan map berisi berkas di hadapan Andreas yang kini telah duduk di kursinya.
'' Jam makan siang nanti ke apartemen aku kenalin istriku ''. ujar Andreas dengan tangan terulur mengambil map dan membukanya.
'' Oke, '' sahut Rega kemudian berdiri. '' Itu berkas materi rapat. Mas Andre punya waktu untuk mempelajarinya sekitar setengah jam '' tambah Rega, Andreas hanya menggedikkan bahu.
'' Oh ya Ga, tolong kamu cariin rumah sakit khusus tulang yang recommended di kota ini. Kalau bisa jangan terlalu jauh '' sambung Andreas saat Rega hampir keluar dari ruangannya. Rega menghentikan langkahnya di ambang pintu, menoleh pada Andreas yang sudah fokus dengan berkas di tangannya.
'' Rumah sakit ?,buat apa ?'' tanya Rega dengan kernyitan di dahinya.
'' Istriku '' singkat Andreas tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkas-berkas. Rega memicingkan mata, namun melihat Andreas yang tak lagi melihat ke arahnya. Rega memilih keluar dari ruangan Andreas. Dengan pertanyaan yang masih bersarang di otaknya.
Andreas mempelajari materi rapat dengan cepat. Di sela-sela membaca, tiba-tiba bayang wajah cantik sang istri menyapa. Tersenyum tipis kemudian mengambil ponsel dalam tas tangan miliknya.
__ADS_1
' Assalamualaikum sayang ' tulis Andreas kemudian di kirim pada nomer Alfi.
Ting...
Tak sampai dua menit, suara notifikasi masuk di ponsel Andreas.
' Wa'alaikumussalam,ada apa mas ?' balas Alfi. ' Kangen ' ketik Andreas sambil tersenyum sendiri.
Ah, hanya karena berbalas pesan dengan sang istri. Membuat hatinya berbunga-bunga. Sungguh kini,ia sedang kasmaran. Merasakan benih cinta yang sedang tumbuh dengan subur di hatinya.
Suara notifikasi masuk lagi, dengan cepat Andreas menyambar ponselnya.
'Miss u too ' balas sang istri yang membuat Andreas semakin bersemangat.
'Makan siang nanti,Mas pulang ' balas Andreas cepat. Terbayang wajah tersipu sang istri setiap kali ia menggodanya. Sungguh cantik dan menggemaskan.
' Minta di masakin apa ?' tanya Alfi .
' Gak usah,inget kamu gak boleh ngapa2 in. Nanti mas pesen makan siangnya ' jawab Andreas.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat Andreas mengatur mimik mukanya yang pasti terlihat terlalu bersemangat.
'' Ya '' ucap Andreas , muncul wajah Rega dari balik pintu.
'' Waktunya berangkat mas '' ujar Rega mengingatkan.
'' Iya sebentar '' jawab Andreas yang kemudian membereskan barang yang perlu di bawa untuk menghadiri rapat.
' Mas rapat dulu Yang ' tulis Andreas berpamitan pada istri tercinta.
' Iya Mas, hati-hati ' pesan Alfi. Andreas tak lagi membalas. Di masukkan ponselnya ke dalam clutch bag miliknya.
__ADS_1
'' Yuk Ga, berangkat '' ajak Andreas pada Rega yang sepertinya juga sudah bersiap pergi. Dua lelaki itu jalan beringin meninggalkan ruangan masing-masing menuju tempat rapat.
Sementara di apartemen, Riani sudah datang dengan banyak tentengan di tangannya.
'' Assalamualaikum ,mbak ku '' sapa Riani saat Alfi membuka pintu apartemen.
'' Wa'alaikumussalam dek '' balas Alfi, Riani yang tangannya di penuhi barang bawaan. Menundukkan kepala, mencium pipi kanan dan pipi kiri kakak iparnya itu.
'' Bawa apa aja Ri,kok sampai repot gitu ?'' tanya Alfi sambil meraih satu bungkusan dan di letakkan di pangkuan.
'' Makanan mbak, tadi mas Andre tuh WA Riani. Bilang harus bawa makanan yang banyak, karena mbak katanya tadi pagi cuma makan roti ''. sahut Riani. Keduanya masuk ke dalam ruang tamu.
'' Duh jadi ngerepotin kamu ya Ri '' ucap Alfi yang merasa selalu merepotkan orang di sekitarnya.
'' Tenang mbak, Riani gak merasa direpotkan. Apalagi transferan mas Andre lancar. Hahaha....'' ujar Riani di akhiri tawa gadis itu. Alfi tersenyum melihat tingkah ceria sang adik ipar.
Riani meletakkan bungkusan makanan di meja makan. Diikuti Alfi di belakangnya. Mereka mengeluarkan makanan dari dalam wadah. Buah dan cemilan tak ketinggalan Riani beli untuk mereka. Obrolan ringan menemani mereka di ruang makan.
'' Mbak Alfi kapan-kapan aku ajak ke tempat anak-anak yang Riani dan temen-temen kumpulin buat belajar bareng ''. ucap Riani yang baru saja menceritakan tentang kegiatan sosialnya bersama teman kampusnya.
'' Boleh ,mbak tunggu kalau nanti ada yang bisa mbak bantu. Bisa mbak ikut gabung '' sahut Alfi seraya menata buah dalam wadah.
'' Siap,aku tuh pengen kayak mbak Alfi bisa bermanfaat bagi orang sekitar '' . ungkap Riani seraya menatap kakak iparnya yang tersenyum tipis.
'' Mbak belum bisa jadi orang yang bisa di teladani. Apa yang mbak lakukan belum ada apa-apanya. ''
'' Tapi untuk generasi kita saat ini, di perlukan orang-orang kayak mbak Alfi. Yang peduli sesama,dan kegiatan sosial yang mbak lakukan itu bisa menumbuhkan sikap bersosialisasi yang saat ini mulai terkikis karena adanya kemudahan yang di tawarkan gadget ''. Tutur Riani yang kini bersandar di tepi meja makan.
'' Itu sudah jadi tugas kita untuk tetap menjadi pribadi yang peduli sosial tapi tidak gaptek. Amanah yang Allah titipkan kepada manusia bukan hanya harta tapi juga ilmu dan kecerdasan. Tinggal bagaimana kita bisa membagikan apa yang kita miliki untuk sesama.'' ucap Alfi, Riani tersenyum lebar kemudian memeluk Alfi dengan raut bahagia.
'' Pantes Mas Andre tergila-gila sama mbak Alfi Mbak Alfi emang the best ''. pujinya.
'' Gak usah berlebihan dek,gak ada orang biasa yang the best di dunia ini. Karena kita manusia biasa tempatnya salah '' sambung Alfi.
__ADS_1
'' Iya mbak ku,makan yuk mbak nanti keburu satpam nanyain . Dikiranya aku gak beliin makanan lagi'' ucap Riani yang di sambut tawa ringan Alfi.