
Semilir sang bayu menerpa tubuh semampai yang kini berdiri menatap hamparan bunga cantik di sebuah taman. Rambut indahnya berkibar seirama hembusan angin yang menyapa. Suasana sore yang nampak sendu seakan menggambarkan tentang hatinya yang pilu.
Berdiri dengan tangan bersedekap di dada. Sesekali matanya terpejam menikmati alunan nada indah dari sang alam. Gemerisik daun yang saling bergesekan serta derit ranting pohon yang bergerak tertiup angin. Menjadi melodi syahdu,menemani hati yang sendu.
'' Ehm '' suara deheman seseorang yang sepertinya menginginkan wanita yang sedang berdiri di hadapannya menyadari keberadaan dirinya. Benar saja, Diandra menoleh asal suara. Lelaki tegap dengan paras manis tersenyum menatapnya.
'' Kenny,kok ?'' ucap Diandra heran mendapati seseorang dari masa lalunya kini berdiri di sana.
'' Hey Di,apa kabar ?'' tanya Kenny sembari mengulurkan tangan. Dengan sedikit canggung, Diandra menyambut uluran tangan lelaki itu.
'' Baik,kamu sendiri ?'' Basa-basi Diandra pada lelaki yang dulu sempat mengisi sebagian hatinya meski tak pernah terungkap.
" Seperti yang kamu lihat " ucap lelaki itu seraya membuka dua tangannya. Membuat Diandra tersenyum simpul.
" Gak nyangka ketemu kamu di sini " tutur Kenny yang kini berjalan mendekati Diandra dan berdiri di samping wanita itu dengan dua tangannya di dalam saku celana. Diandra menoleh sejenak pada lelaki yang kini menatap lurus ke depan.
'' Aku juga gak nyangka, kapan kamu balik ke indo ?'' tanya Diandra yang kini kembali menatap ke depan. Menyaksikan sekumpulan kupu-kupu yang menari indah diantara bunga-bunga yang bermekaran.
'' Dua hari yang lalu'' sahut Kenny singkat. Kemudian senyap,tak ada kata yang terucap. Sekitar lima tahun lalu selepas mereka lulus kuliah keduanya berpisah. Dulu mereka SMA satu sekolah dan ssat kuliah mereka pun satu universitas neski beda jurusan.Kenny menyusul kedua orang tuanya keluar negeri setelah selesai S1. Sedang Diandra memulai karirnya sebagai Make up artist.
__ADS_1
Keduanya terjerat pada rasa cinta yang sama namun memilih bungkam dan saling memendam. Ada sekat tak kasat mata yang membentengi rasa. Sekat yang tak mungkin mampu mereka tembus, meski cinta itu mereka sadari keberadaannya.
'' Kenapa sendiri ?'' tanya Kenny setelah keduanya cukup lama terdiam. Entah apa maksud dari pertanyaan lelaki itu. Diandra menoleh dan keduanya terperangkap dalam telaga bening yang sama-sama masih memancarkan gurat rasa tak tersampaikan.
'' Andre lagi sibuk ''. jawab Diandra dengan seulas senyum. Kenny tersenyum getir, seraya menatap kebawah. Ia sudah mempersiapkan hatinya untuk itu. Namun saat mendengar langsung ,ada perih yang masih terasa.
'' Andre ?, apa Andre yang kamu maksud anak ekonomi satu angkatan sama kita ?'' Kenny memastikan. Dan anggukan dari Diandra memperjelas semua.
'' Gak nyangka,most wanted di kampus kita takluk sama kamu. Sudah berapa lama ?'' pertanyaan terus mengalir dari bibir Kenny.
" Dua tahun '' singkat Diandra. Kenny membelalakkan mata. Tak menyangka telah selama itu mereka berhubungan.
'' Masih sendiri, belum nemu yang pas '' sahut Kenny yang di sambut kekehan dari Diandra.
'' Jangan terlalu selektif '' tuturnya di seka tawa yang tanpa di sadari telah menghipnotis lelaki yang menatapnya lewat ekor mata.
" Cantik '' lirih batin Kenny yang masih saja tersihir oleh wajah yang selalu membuatnya terpesona.
'' Habis ini mau kemana ?'' pertanyaan meluncur dari bibir Kenny.
__ADS_1
'' Pulang '' jawab Diandra yang kini menengadah menatap cakrawala yang mulai mengguratkan warna jingga.
Kembali hening menyapa, keduanya terdiam menikmati senja yang datang dengan semburat jingga yang memancar di atas langit. Dua orang penikmat senja, yang memiliki cerita tentang rasa yang sama. Namun tak bisa saling mengikat dalam satu rasa.
Ketika perbedaan itu bukan tentang kasta namun tentang kepercayaan,tak mampu mereka menembus sekat itu. Cukup mereka berdiri di sisi yang sama. Saling menunggu saat sang pemilik kesejatian cinta mengulurkan tangan dan menawarkan kebahagiaan. Maka saat itu mereka akan mengikhlaskan. Memberi selamat dalam senyuman.
Semburat senja menghilang di terkam sang malam. Kumandang merdu adzan Maghrib mengingatkan Diandra untuk segera berlalu.
'' Aku anter ?'' tanya Kenny saat keduanya kini melangkah berdampingan, menyusuri jalan kecil di taman.
''Thanks, aku bawa mobil '' jawab Diandra. Kenny tampak mengangguk, keduanya terus melangkah dengan kecamuk rasa di dalam hati mereka.
Kenny mengantar Diandra sampai di mobil milik Diandra uang terparkir sedikit jauh dari mobilnya.
'' Tiga hari lagi aku balik, kamu gak akan kenalin Andre ke aku ?'' tanya Kenny saat Diandra hendak masuk ke dalam mobil.
'' Hmm besok jam makan siang ,ketemu di caffe tempat kita nongkrong dulu'' jawab Diandra yang membuat Kenny tersenyum senang.
Kenny masih menatap mobil silver yang kini semakin jauh meninggalkan dirinya. Dalam keterpakuannya Kenny hanya bisa menghela nafas. Biarkan sang waktu yang berbicara, tentang pelabuhan hati yang akan menyambutnya.
__ADS_1