
Bahagia,satu kata yang terlihat jelas dari raut sumringah yang ditunjukkan oleh Alfi. Setelah makan siang bersama,Alfi diajak Andreas untuk menghabiskan waktu di sebuah tempat wisata alam terbuka.
Sudah cukup lama sang istri terkurung di rumah tanpa menikmati suasana alam bebas. Di sini kini keduanya menikmati pemandangan alam yang tersaji. Duduk menikmati asri dan sejuknya udara. Pepohonan nampak rimbun dan menghijau. Air yang mengalir di sungai tampak jernih terawat.
Pemandangan yang membuat Alfi merindukan tempat kelahirannya.
" Gimana sayang,suka gak ?." tanya Andreas seraya menatap wajah istrinya yang hari ini benar-benar membuatnya takjub luar biasa. Sedikit sentuhan make up membuat istrinya tampak berkilau.
" Suka, Masya Allah Mas. Bangus banget ." ucap Alfi dengan binar cerah di mata beningnya. Andreas menikmati kebahagiaan yang terpancar di wajah cantik itu. Membuat senyum itu terpasang lebar di bibir sang kekasih sungguh membuat hatinya terasa begitu berbunga.
Hari itu terlewati dengan hal indah. Sebagai hari kencan mereka. Kencan manis dengan pasangan halal. Menumbuhkan bunga cinta yang semakin merekah indah. Jika setiap hari cinta terus di pupuk dan di siram tak akan ada waktu cinta itu layu. Bosan dalam sebuah hubungan,jika mereka tak tahu bagaimana caranya untuk tetap menumbuhkan benih cinta. Mempertahankan agar cinta itu mampu untuk tumbuh bertunas .
Sampai saat senja menyapa, sepasang suami istri itu meninggalkan tempat wisata. Saling bergandengan tangan, dengan senyum yang seakan enggan pergi dari bibir mereka. Dalam perjalanan mereka berhenti sejenak untuk melaksanakan ibadah wajib tiga rakaat mereka.
Rasa lelah menghampiri ibu hamil muda itu. Sesekali tampak Alfi menguap. Andreas yang berada di balik setir mobil menoleh sejenak pada sang istri.
'' Sayang, tidur aja. Masih lumayan lama sampai kok ."tutur Andreas .
" Gak apa-apa ya Mas,Alfi tidur dulu ?.'' tanya Alfi yang merasa tak enak jika ia justru tertidur sedangkan sang suami terjaga untuk mengendarai mobil.
'' Gak apa-apa sayang.'' jawab Andreas seraya tangannya terulur untuk mengusap lembut kepala istrinya.
__ADS_1
Tak sampai lima menit, Alfi telah terlelap dalam tidurnya. Membuat Andreas tersenyum samar. Laju mobil terus merangkak di atas jalanan yang masih ramai kendaraan. Namun meski perlahan, akhirnya Andreas sampai di tempat tujuan.
Sebuah rumah dengan halaman yang cukup luas. Rumah dengan lantai dua yang tampak masih baru, terlihat dari warna cat yang tampak bersih dan sedikit bau cat juga masih tercium. Mobil yang berhenti membuat Alfi membuka mata.
'' Sudah nyampe Mas ?.'' tanya Alfi seraya menyipitkan mata.
'' Sudah sayang, sebentar .'' ucap Andreas seraya membuka pintu dan segera turun dari mobil. Berjalan melewati depan mobilnya dan membukakan pintu untuk sang istri.
'' Makasih Mas.'' ucap Alfi yang turun dari mobil.
'' Sama-sama sayang .'' Alfi tampak menatap sekeliling. Wajahnya mengernyit bingung. Namun belum ada pertanyaan yang meluncur dari bibir wanita itu. Andreas membiarkan istrinya mengamati. Sedang ia memilih berdiri sambil bersandar di badan mobil.
'' Mas,ini dimana ?.'' tanya Alfi akhirnya.
'' Ini apa ?.'' tanya Alfi, bukan ia tak mengerti dengan sertifikat atas nama dirinya. Namun ia tak paham maksud sang suami.
'' Ini rumah buat kamu. Hadiah mas di hari jadi kamu sayang.'' tutur Andreas yang kini memeluk tubuh istrinya dari belakang.
Alfi menoleh kesamping untuk melihat langsung wajah suaminya. Lelaki yang mampu membuat dirinya selalu jatuh cinta lagi dan lagi pada satu lelaki yang sama. Alfi mengecup pipi Andreas. Membuat lelaki itu tersenyum lebar dan menghujani pipi sang istri dengan kecupan basah.
'' I love you Istriku .'' ucap Andreas yang kini memegang dua telapak tangan Alfi dengan mata saling bertatapan.
__ADS_1
'' I love you too , Suami.'' sahut Alfi yang kemudian di bawa sang suami masuk dalam dekapan.
Setelah beberapa saat keduanya terhanyut dalam pelukan yang begitu nyaman. Kemudian keduanya menginjakkan kaki di rumah baru mereka. Rumah dengan gaya minimalis modern itu terlihat mewah dengan interior yang sudah rapi dan terlihat mahal.
Alfi tak berhenti mengamati ruang tamu yang cukup luas dengan satu set sofa dan lemari kaca berisi berbagai hiasan. Di dinding tergantung foto besar pernikahan mereka. Serta foto Alfi yang sepertinya diambil candid oleh Andreas.
Andreas memegang bahu sang istri dari belakang.
'' Suka gak ?.'' tanya Andreas di dekat telinga Alfi.
'' Bagus Mas.'' jawab Alfi yang masih mengamati seisi ruangan itu.
'' Kita lihat kamar kita .'' ucap Andreas seraya mendorong pelan bahu Alfi. Keduanya menaiki tangga menuju kamar utama yang terletak di lantai dua.
'' Ini kamar kita .''ujar Andreas yang membuka pintu kamar. Sebuah ruangan luas dengan ranjang berukuran besar berada di dalamnya. Sebuah meja rias serta lemari pakaian cukup besar berada di dalam kamar.
Alfi melangkah pelan memasuki kamar yang terlihat mewah dengan penataan yang begitu apik. Alfi mengitari ruangan, melihat setiap sudut,dan langkahnya membawa mendekati lemari pakaian dan membukanya. Matanya terbelalak saat mendapati lemari telah terisi dengan banyak pakaian wanita. Dari baju tidur seksi sampai baju tertutup seperti yang setiap hari Alfi kenakan.
'' Mas !.'' ucap Alfi sembari menatap sang suami yang duduk di tepi ranjang. Yang di tatap tersenyum manis.
'' Suka ?.'' Alfi mengangguk dan berjalan mendekati Andreas. Duduk di pangkuan sang suami dengan tatapan mata keduanya saling bertaut.
__ADS_1
'' Makasih hubby .'' ucap Alfi yang langsung mendaratkan ciuman di bibir suaminya. Membuat Andreas dadanya serasa mengembang.
Ternyata membuat orang yang kita cintai tersenyum , membuat hati ikut berbunga-bunga. Rasanya sungguh luar biasa. Dan mendapatkan kemanjaan dan keberanian sang istri untuk menyentuh dirinya terlebih dahulu adalah hal yang membuat dirinya sungguh bahagia.