Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu

Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu
Keluarga Yang Hangat


__ADS_3

Langkah tergesah Andreas menuju kamar tamu, saat membuka pintu, terlihat Alfi memejamkan mata dengan mulut berucap tanpa suara di kamar tamu. Menutup pintu dengan lirih hingga tak mengagetkan Istrinya.


Andreas berlutut di hadapan sang istri, mendengar suara lirih wanita itu yang mengagungkan asma Allah dalam setiap pergerakan bibirnya. Andreas menatap wajah ayu di hadapannya dengan tatapan penuh rasa syukur. Di genggamannya perlahan tangan Alfi yang berada di atas pangkuan.


Alfi membuka matanya dan mendapati sang suami yang menatapnya begitu dalam. Andres mengangkat tangan Alfi dan di kecupnya penuh perasaan.


'' Sayang, maafkan Mas ya , Mas lalai menjaga kamu '' ucap Andreas . Alfi menggeleng seraya tersenyum tulus.


'' Gak apa-apa Mas,gak ada yang perlu di khawatirkan '' tutur Alfi. Andreas mengusap pipi istrinya. Di ciumnya pipi sang istri penuh cinta.


'' Mas cinta sama kamu Yang, terserah orang mau bilang apa tentang kamu. Yang harus kamu tahu ,Mas cinta sama kamu '' ucap Andreas dengan dahi mereka saling beradu. Begitu dekat tatapan mata keduanya.


'' Selamanya, kamu akan selalu jadi cintanya Mas,hari ini ,esok dan selamanya.'' tambah Andreas. Alfi menyunggingkan senyum manis di bibirnya.


Dengan keberanian yang di kumpulkan,Alfi mengalungkan kedua lengannya di leher sang suami. Menarik tubuh itu hingga menempel padanya. Merasakan kehangatan dari tubuh sang suami. Mengantarkan kenyamanan dan kedamaian dalam hatinya.


Andreas tersenyum mendapati sang istri yang mulai memiliki keberanian untuk menyentuh dirinya terlebih dahulu. Di balasnya pelukan istrinya, dengan lembut di usapnya punggung sang istri.


Alfi melepaskan pelukannya, Andreas menangkup wajah Alfi dan di kecupnya kening Alfi. Kemudian tatapan mata lelaki itu tertuju pada wajah cantik alami wanita di hadapannya. Di sentuhnya pipi sang kekasih dengan jari jemarinya.


'' Dengarkan Mas, terkadang kita tidak perlu mendengarkan penilaian orang yang tidak mengenal baik kita. Karena mereka sebenarnya juga tidak tahu tentang kita yang sesungguhnya. Dan kita tidak punya kewajiban untuk menjelaskan siapa diri kita pada mereka. Yang harus kita lakukan cukup menjadi pribadi yang lebih baik. '' ucap Andreas,Alfi tampak mengangguk dengan seulas senyum.


'' Maaf, Alfi saja yang terlalu sensitif. Seharusnya Alfi cukup menutup telinga tanpa harus mendengarkan apa kata mereka.'' sambung Alfi. Andreas dengan senyum mengembang,duduk di sebelah sang istri. Membawa kepala itu untuk bersandar di dada bidangnya.

__ADS_1


'' Kita hanya manusia biasa, yang memiliki hati lemah. Tak ada yang salah dengan rasa khawatir dan rasa kecewa yang kita miliki. Yang salah adalah saat kita menikmati rasa itu tanpa mengembalikan semua yang terjadi dalam diri kita adalah takdir dari yang kuasa. Jadi khawatir dan kecewa kita cukup sewajarnya. Selebihnya kembalikan kepada Allah.'' tutur Andreas seraya mengusap kepala sang istri. Alfi tersenyum di balik dada bidang yang membuatnya merasa nyaman.


Cinta itu semakin tumbuh seiring berjalannya waktu. Cinta yang datang dari sakralnya hubungan, cinta yang tercipta dari yang Esa. Cinta yang membawa mereka semakin mendekatkan diri pada Illahi. Bukan hanya sekedar nafsu dunia. Namun cinta yang menuntun mereka untuk semakin mendekat pada Allah, dengan cara memperbaiki diri dan saling mengingatkan satu sama lain.


'' Kita sholat dulu yuk !'' ajak Andreas setelah keduanya terdiam sesaat. Alfi menarik diri dari dekapan sang suami. Mengangguk kemudian melepaskan kerudung yang masih menutup kepalanya. Andreas memandang sang istri dengan tatapan kagum. Tatapan yang masih selalu membuat wanitanya tersipu.


Siang itu di bawa terik sang mentari yang cukup menyengat. Di sebuah ruangan di dalam rumah mewah itu. Sepasang anak manusia. Bersujud bersama di hadapan yang Kuasa. Mendekatkan diri pada sang Illahi Robbi.


Melupakan sejenak segala urusan dunia, bermesraan sesaat dengan sang pemilik hidup. Menengadah memohon ampunan pada setiap khilaf yang telah terjadi, meminta perlindungan atas godaan dunia . Mensyukuri atas nikmat yang telah Allah berikan. Segalanya tercurah di hadapan Allah . Sang pemilik segala kuasa atas setiap diri manusia.


Usai dengan ibadah empat rakaat, Andreas menoleh kearah sang istri dengan sebuah senyum. Alfi mengulurkan tangan untuk menyalami suaminya dan di sambut oleh lelaki itu. Alfi mengecup punggung tangan Andreas dengan khidmat. Andreas meraih kepala Istrinya dan menyematkan kecupan di kening.


Sepasang suami-istri itu keluar dari kamar. Menghampiri keluarga yang sedang berkumpul di ruang tengah.


'' Sayang,aduh Mama cariin dari tadi,dari mana ?'' tanya Mama Nadhira yang tampak khawatir seraya memeluk menantunya.


'' Maafin keponakan Mama ya Sayang, mereka hanya belum mengenal kamu '' ucap Mama tulus.


'' Gak apa-apa Ma, kata orang kan gak kenal maka gak sayang '' ucap Alfi dengan senyum lebarnya. Mama memeluk kembali Alfi dengan penuh rasa sayang.


Suasana ruang tengah itu tampak hangat. Acara tasyakuran telah usai sebelum Dzuhur tiba. Kini tinggal beberapa anggota keluarga inti saja yang tinggal.


'' Nanti nginep kan Ndre ?'' tanya Papa yang kini duduk bersebelahan dengan putra sulungnya.

__ADS_1


'' Iya Pa, besok pagi saja pulangnya. Biar Alfi bisa kangen-kangenan dulu. Mau bawa mereka ke apartemen gak mungkin , gak ada kamar ''.ucap Andreas yang kini terpisah dengan sang istri. Alfi sedang asyik bersama Faiq yang mulai berceloteh.


'' Kapan rumah kamu jadi ?'' tambah Papa.


'' Tinggal finishing aja Pa, semoga sampai ulang tahun Alfi sudah selesai. Biar bisa buat kado untuk Alfi Pa ''. jelas Andreas dengan senyum tertahan. Membayangkan memberi kejutan pada Istrinya sudah membuat dadanya mengembang.


Papa tampak mengangguk, dengan tatapan tertuju pada menantunya yang sedang memangku Faiq. Terlihat senyum ceria yang tergambar di wajah ayu itu.


'' Terapi nya bagaimana ?'' sambung Papa. Papa cukup merasa terganggu mendengar cerita Riani . Baginya Alfi tak hanya sekedar menantu. Wanita itu adalah pembawa kebahagiaan untuk putranya yang kini bisa tersenyum dengan lebar.


'' Berjalan dengan baik Pa ''. sahut Andreas.


'' Syukurlah '' pungkas Papa.


Di sisi ruangan itu,Alfi tampak begitu bahagia diantara para keluarganya.


'' Gimana dek disini ?'' tanya Fariz yang duduk seraya merangkul pundak sang istri.


'' Betah lah Mas ,orang Mas Andre nya aja sweet gitu '' Salwa yang menyahut, dengan mata melirik pada Andreas yang sedang memperhatikan Alfi .


'' Aku juga sweet lho Yang '' protes Fariz yang langsung ditertawakan oleh adiknya.


'' Gak mau kalah saing dia '' ledek Alfi.

__ADS_1


'' Iya Mas tuh paling sweet seduniaaaaa ku.'' sahut Salwa diakhiri dengan cengiran wanita itu. Membuat sang suami gemas dan memencet hidung Salwa, membuat wanita itu memberengut kesal.


Melihat interaksi Salwa dan Fariz membuat kehangatan tersendiri di hati Alfi. Ia merasa lega saat sahabatnya memiliki teman hidup yang tepat. Di saat Salwa membutuhkan sandaran dalam hidupnya, Fariz bak seorang pangeran yang menjemputnya dengan gagah berani. Menawarkan tempat pulang bukan sekedar tempat singgah.


__ADS_2