
Sepasang suami istri itu tampak tercengang melihat layar yang memperlihatkan hasil USG. Saat ini mereka berada dalam ruangan dokter kandungan. Keduanya mendengar penjelasan dokter dengan seksama. Sebab mereka pun tak paham dengan gambar yang terlihat di layar.
'' Jadi ini yang kecil seperti biji ini janinnya ya, masih sangat kecil. Usia kandungan menginjak 6 Minggu.'' terang dokter wanita paruh baya itu. Andreas dan Alfi menatap dengan seksama pada layar.
'' Jadi ini kehamilan yang pertama ya bu ?. " tanya dokter setelah melakukan pemeriksaan.
" Iya dok.'' jawab Alfi singkat antara rasa syukur dan rasa belum percaya, secepat ini Allah mempercayakan titipan padanya.
'' Keadaan istri saya gimana dok ? , sedari pagi istri saya muntah-muntah terus '' tanya Andreas yang khawatir keadaan sang istri
'' Keadaan istri Bapak sehat, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Muntah-muntah biasa terjadi pada kehamilan trimester pertama. Nanti akan di berikan obat untuk pereda mual dan vitamin ''. terang bu dokter. Sepasang suami istri itu hanya mengiyakan.
Keduanya tampak begitu tegang namun dengan sorot mata bahagia . Setelah dokter memberikan beberapa penjelasan tentang hasil pemeriksaan. Andreas dan Alfi keluar ruangan dengan tangan saling bergandengan.
'' Aku bakal jadi ayah,Yang '' ucap Andreas dengan wajah antusias.
'' Mas gak sabar '' tambah Andreas seraya meraih pinggang sang istri. Alfi tersenyum melihat betapa sang suami begitu antusias nya menyambut kehadiran janin dalam perutnya.
__ADS_1
'' Alhamdulillah Mas, Allah memberi rezeki yang berupa titipan calon anak kepada kita dalam waktu yang cepat. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang amanah atas kepercayaan yang Allah berikan.'' tutur Alfi. Andreas tersenyum menanggapi ucapan sang istri seraya mengeratkan pelukan di pinggangnya.
'' Kamu tunggu di sini,Mas tebus obatnya dulu '' ujar Andreas saat mereka sampai di area apotek fi rumah sakit tersebut. Alfi mengangguk dan duduk di antara deretan kursi yang tersedia di sana. Andreas mengambil antrian untuk menebus obat yang telah diresepkan oleh dokter.
Lumayan lama keduanya menunggu di apotek. Hingga saat keluar dari rumah sakit,suara kumandang adzan Dzuhur telah terdengar.
'' Kita sholat dulu, setelah itu kita makan siang ya " ucap Andreas sembari membukakan pintu mobil untuk sang istri.
'' Iya Mas '' sahut Alfi sambil masuk ke dalam mobil.
Setelah masuk , Andreas mengecek seat belt yang melingkar di tubuh Alfi. Setelah semua aman, Andreas menghidupkan mesin mobil dan melaju pelan meninggalkan tempat parkir rumah sakit.
Senyum terkembang di bibir Andreas hampir di sepanjang perjalanan. Tangannya tak lepas menggenggam jemari sang istri. Sesekali lelaki itu mengecup punggung tangan Alfi. Rasa bahagia membuncah di dada sepasang suami istri itu.
Rasa syukur terus terucap dalam hati keduanya. Amanah terindah yang Allah titipkan untuk mereka . Sungguh membuat hatinya di penuhi rasa syukur pada yang maha Kuasa.
Andreas menepikan mobil saat dirinya sampai di sebuah Mall. Ia berencana untuk sholat sekalian makan di sana. Andreas belum pernah mengajak sang istri untuk jalan di luar. Keterbatasan yang saat Alfi belum sembuh dan bisa berjalan. Membuat wanita itu enggan di bawa pergi keluar rumah oleh suaminya.
__ADS_1
Bukan ia malu oleh keadaan yang sedang Allah uji kan padanya. Namun lebih kepada ia tak ingin merepotkan sang suami. Bukan ia tak pernah memimpikan sebuah kencan bersama suaminya. Biar bagaimanapun ia wanita yang menginginkan kebersamaan dengan lelaki yang di cintai. Menghabiskan waktu untuk berkencan dengan lelaki halalnya.
" Kita ke Mushola dulu ya " ucap Andreas sambil membuka seat belt Alfi .
" Iya Mas " sahut Alfi pendek. Kemudian wanita itu meraih tas miliknya yang tergeletak di jok belakang. Andreas buru-buru keluar dari dalam mobil. Dan dengan cekatan lelaki itu membukakan pintu mobil untuk istri tercinta.
" Makasih Mas " ujar Alfi sembari turun dari mobil.
" Sama-sama sayang " jawab Andreas yang kemudian meraih pinggang Alfi dan berjalan bersama ke arah mushola. Keduanya berpisah di tempat wudhu,lalu keduanya masuk kedalam mushola setelah selesai bersuci. Sepasang suami istri itu menunaikan ibadah empat rakaat secara berjamaah.
Usai melaksanakan ibadah wajib, keduanya menengadah mengucap syukur yang teramat besar atas anugerah yang Allah titipkan bagi kedua calon orang tua itu. Kebahagiaan yang Allah berikan sebagai penguji atas rasa syukur yang kadang terlupa. Bahwa pada setiap kebahagiaan ada tangan Allah yang menggerakkan dan menentukan. Bahagia pun adalah ujian untuk hati menyadari tentang nikmat yang harus di syukuri.
Keluar dari Mushola Andreas membawa sang istri untuk makan siang. Ia memilih restoran yang menyajikan makanan jawa. Dengan rasa bahagianya Andreas menggandeng Alfi memasuki area restoran. Mereka memilih duduk di pinggir,untuk melihat pemandangan dari atas, karena letak restoran ada di lantai tiga.
Andreas begitu antusias bersama sang istri,dari memesankan makanan yang menjadi andalan restoran tersebut hingga perhatian-perhatian kecil lainnya. Hari itu di jadikan keduanya sebagai hari kencan mereka. Menikmati hari berdua dengan romansa cinta yang indah.
Cinta yang telah halal bagi manusia dan Sang Maha Kuasa. Andreas mengajak Alfi untuk menonton film di bioskop, berbelanja dan sekedar jalan-jalan. Hingga tak terasa hari telah mereka lewati. Kumandang adzan Ashar menyadarkan mereka bahwa hari panjang itu hampir usai. Hari yang selama ini di impikan keduanya kini telah terlaksana. Menikmati waktu berdua .
__ADS_1