Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu

Ku Pasrahkan Takdirku Pada Mu
Makan Siang


__ADS_3

Seperti janjinya, Andreas menjemput sang istri waktu makan siang. Sesaat lelaki itu terkesima dengan wajah cantik sang istri. Alfi yang jarang menggunakan make up full,demi pergi dengan sang suami ia memakai make up full. Pilihan warna untuk riasan wajahnya sangat pas dengan wajah kalem Alfi.


'' Sayang, wow cantik banget .'' ucap Andreas dengan mimik wajah bahagianya. Alfi tersenyum , bangkit dari duduknya. Dan mengulurkan tangan pada sang suami.


'' Assalamualaikum Mas .'' sapa lembut Alfi dengan senyum manis di bibirnya.


'' Wa'alaikumussalam sayang .'' jawab Andreas seraya menerima uluran tangan Alfi.


Andreas tertawa sendiri, menyadari dirinya yang bahkan sampai lupa tak memberi salam karena saking tercengangnya dengan penampilan cantik sang istri.


'' Sampai lupa salam Mas,aduh istri mas kok cantik banget sih.'' lanjut Andreas seraya menangkup kedua belah pipi Alfi. Kemudian menyematkan kecupan di kening wanitanya.


Alfi tersipu mendapati respon berlebih suaminya. Apalagi saat mata Andreas benar-benar tak berpaling mengagumi wajah cantik itu.


'' Cocok gak Mas ?.'' tanya Alfi di hadapan Andreas . Tentu saja anggukan cepat dari Andreas sebagai jawaban.


'' Cocok banget, cantik banget kamu Yang .'' sahut Andreas seraya menjawil hidung mancung Alfi.

__ADS_1


'' Sudah siap ?.'' sambung Andreas, Alfi mengangguk kemudian menyahut '' Sudah, tinggal ambil tas sebentar .''


" Mbak Win !." seru Andreas saat melihat Winda yang sedang berada di ruang makan.


'' Ya Pak .'' sahut Winda , sambil cepat-cepat mendekat.


'' Ambilkan tas ibu di kamar !.'' titah Andreas dengan nada tegas dan wajah dingin. Begitulah lelaki itu. Hanya di hadapan sang istri ia begitu manis dan romantis.


'' Baik Pak .'' jawab wanita yang kini tak berani lagi mencari perhatian dari majikan lelakinya.


Ketegasan yang di berikan Andreas cukup membuatnya sadar diri. Bahwa lelaki itu bukanlah lelaki yang mudah di perdaya . Andreas adalah lelaki setia yang bahkan tak minat untuk sekedar melirik wanita lain. Dan lagi,sang nyonya adalah wanita lembut yang tak perlu berucap untuk membuat dirinya malu sendiri jika berbuat lancang.


'' Makasih Mbak Win .'' ucap tulus Alfi saat Winda mengulurkan tas miliknya.


'' Sama-sama Mbak,have fun ya Mbak.'' sambut Winda dengan senyum menggoda. Alfi tersipu seraya menyampirkan tas di bahunya.


'' Sayang,ayo !.''ucap Andreas seraya memberikan lengannya untuk di raih sang istri. Dengan senyum tak luntur,Alfi menggandeng lengan sang suami. Dengan langkah tegap dan dada yang berdebar, Andreas melangkah tegap meninggalkan Apartemen.

__ADS_1


Tak ada percakapan dari sepasang suami istri itu. Masing-masing dengan perasaan berbunga. Ini adalah makan siang spesial bagi keduanya. Sesungguhnya hari ini adalah hari ulang tahun Alfi. Namun Andreas tahu jika istrinya tak pernah merayakan secara spesial di hari ulang tahunnya. Jadi ia memutuskan untuk sekedar memberikan kejutan kecil di hari itu.


Sepanjang perjalanan Andreas mengembangkan senyum dengan tangan tak lepas menggenggam tangan Alfi. Sesekali bahkan kecupan manis tersemat di punggung wanita cantiknya.


Sampai mereka di sebuah restoran yang cukup megah. Para pengunjung pun begitu ramai di jam makan siang itu. Tapi Andreas telah me reservasi ruang VVIP untuk makan siang mereka.


Penyambutan tamu di restoran itu langsung menunjukkan ruangan yang telah Andreas reservasi. Andreas dan Alfi berjalan dengan tangan Alfi tak lepas dari lengan sang suami. Berjalan mengikuti seorang petugas yang mengantarkan mereka ke ruang VVIP.


Sampai di dalam, sebuah meja bundar dengan dua kursi saling berhadapan. Tak ada pengunjung lain di sana. Interior pun tampak manis dan tentu saja menampilkan sisi romantis. Meski di siang bolong ruang ber AC itu tampak temaram.


Musik mengalun syahdu menyambut sepasang suami istri itu masuk ke dalam ruangan. Andreas memundurkan kursi untuk istrinya duduk.Tak ada pelayan yang menghampiri untuk menanyakan menu. Karena Andreas telah memesan makanan yang paling di rekomendasikan restoran tersebut. Lelaki itu tahu sang kekasih hati bukanlah orang yang pemilih makanan.


'' Ini dalam rangka apa sih Mas ?.'' akhirnya tak tahan juga untuk tak bertanya. Pasalnya ini terlalu istimewa untuk sekedar makan siang. Andreas mengambil telapak tangan Alfi yang berada di atas meja. Mengecup dengan penuh perasaan punggung tangan itu.


'' Dalam rangka, rasa syukur Mas karena pada tanggal dan bulan yang sama pada hari bini, Allah melahirkan wanita cantik yang di gariskan sebagai jodoh Mas .'' tutur Andreas yang membuat Alfi mengembangkan senyum dengan lebar, namun dengan mata berkaca-kaca.


'' Mas inget ini tanggal lahir Alfi ?.'' tanya sang istri seakan tak percaya. Baginya hanya perlu mengucap syukur pada sang Ilahi karena Allah masih memberikan dirinya umur. Selebihnya hanya jika ada kelebihan rejeki ia terkadang berbagi pada orang yang membutuhkan. Sebagai bentuk syukur pada Allah atas segala nikmat yang di titipkan padanya. Dan ia yabg baru berencana hendak meminta ijin pada sang suami untuk memberi santunan pada yatim piatu justru mendapat kejutan tak terduga.

__ADS_1


''Mas pasti inget sayang .''sahut Andreas,dan tak berselang lama para pelayan masuk dengan menu yang telah Andreas persiapkan. Makan siang dalam diam dengan keromantisan yang begitu manis. Alunan nada indah masih menemani sepasang kekasih yang diam namun saling pandang dengan senyum begitu manis dari bibir keduanya.


Usai makan siang Andreas , memberikan sebuah kalung cantik yang langsung di pakaikan oleh sang pemberi hadiah. Bagi Alfi ini adalah pertambangan usia terindah di hidupnya. Allah memberikan dirinya jodoh yang begitu luar biasa. Rasa syukur itu tak hentinya terlantun dalam bisik kecil hatinya.


__ADS_2