
Malam menjelang, namun kediaman Ayah Farhan masih ramai dengan keluarga Andreas yang masih tinggal di sana. Mereka berencana kembali ke hotel setelah makan malam. Suasana makan malam yang biasanya sunyi kini terdengar ramai. Obrolan ringan tercipta di sela mereka makan malam.
'' Jadi Mas Farhan sekeluarga bulan depan harus menyempatkan waktu untuk datang ke kediaman kami. Rencananya bulan depan kami akan mengadakan sukuran untuk pernikahan Andreas dan Alfi " tutur Papa .
" Insyaallah, kami akan datang Mas. '' sahut Ayah .
" Untuk resepsi pernikahan mereka ,biar Andreas saja yang menentukan kapan nya '' tambah Papa.
'' Andreas belum kepikiran buat resepsi Pa,mau fokus terapi Alfi dulu. '' sela Andreas seraya sebelah tangannya menggenggam tangan Alfi sembari menatap wajah istrinya.
'' Papa setuju,yang penting sukuran dulu di rumah dengan keluarga besar dan anak-anak panti '' ucap Papa yang di setujui oleh mereka semua.
Makan malam penuh rasa kekeluargaan itu berakhir sekitar jam 8 malam.
'' Yah, malam ini gak apa-apa kan Alfi, Andre bawa nginap di hotel ?'' tanya Andreas pada Ayah setelah selesai makan. Andreas meminta ijin Ayah saat keluarga lainnya sedang sibuk bersiap pergi.
'' Nak Andre,'' ucap Ayah terjeda. Memegang pundak sang menantu dan menatap dalam kedua bola mata itu.
'' Saat Ayah mengucapkan ijab dan kamu telah menerimanya maka sejak saat itu Alfi adalah hak kamu seutuhnya. Maka kemana pun kamu pergi, kemana pun kamu hendak membawanya. Itu adalah hak kamu. Namun Ayah minta tolong,jaga dia, jangan sakiti dia. Jika ada kesalahan yang di lakukan ingatkan dia. Jadilah pasangan yang saling melengkapi satu sama lain. Jadilah penyempurna kekurangan satu sama lain. Ayah percayakan Alfi anak Ayah padamu Ndre '' tutur Ayah lembut dengan mata berkaca-kaca.
Ada rasa kehilangan saat seorang Ayah harus menyerahkan anak perempuannya pada lelaki yang di pilih sang putri. Menyadari bahwa ia bukanlah lagi prioritas putri kecilnya yang kini telah tumbuh dewasa.
''Andreas janji, semampu Andreas akan menjaga, mencintai dan menyayangi serta mengayomi Alfi. Menjadikan dia satu-satunya ratu di hati Andre. Menjadikan dia bagian tak terpisahkan dalam hidup Andre. Mohon doanya agar Andre mampu menjadi imam yang baik, pemimpin yang amanah,dan suami yang setia '' sahut Andreas penuh keyakinan. Ayah tersenyum dan membawa menantunya dalam pelukan. Menepuk punggung lelaki itu.
Ada rasa lega saat ia menyerahkan sang putri pada lelaki yang tepat baginya. Ayah bisa merasa tenang menghabiskan masa tua saat anak-anaknya telah berbahagia bersama pasangan yang mereka pilih sendiri.
__ADS_1
Dua lelaki berbeda umur itu saling melepas pelukan. Ayah tersenyum tulus,menepuk pundak anak menantunya.
'' Dipundakmu Ayah pindahkan tanggung jawab Ayah pada putri kecil ayah. Jaga dia '' pungkas Ayah kemudian berlalu meninggalkan Andreas yang tersenyum seraya berucap '' Pasti Yah ''.
Andreas bergegas masuk ke dalam kamar. Mendapati sang istri masih duduk di tepi ranjang.
'' Sayang malam ini kita nginep di hotel ya !" ucap Andreas yang sukses membuat Alfi terbelalak dan menelan ludah kasar. Malam ini kah akhirnya ia akan menjadi milik Andreas seutuhnya ?.
Tak mendengar respon sang istri Andreas mendekati dan duduk di samping Alfi. Membawa kepala Alfi bersandar di pundaknya.
'' Kenapa ?, takut malam pertama ya ?'' tanya Andreas dengan senyum mengembang. Alfi mencubit lengan suaminya dengan gemas.
'' Gak usah di perjelas '' sungut Alfi , membuat Andreas tergelak. Lelaki itu mendekap erat tubuh Alfi hingga semakin menempel padanya. '' Nanti Mas bakal pelan-pelan kok '' bisik Andreas yang membuat Alfi mendarat kan cubitan di perut sang suami.
'' Apaan si Mas, jangan di omongin.'' rengek Alfi, Andreas yang gemas memeluk erat tubuh Alfi dan menghujani ciuman di wajah Alfi.
'' Memang mau berapa lama di hotel Mas ?'' tanya Alfi yang melihat Andreas cukup banyak memasukkan pakainya.
'' Tiga harian mungkin, sebelum kita pulang. Honeymoon '' ucap Andreas membuat Alfi memalingkan wajah dengan tersipu. Pembicaraan seperti itu masih terlalu sensitif untuknya. Bukan ia tak tahu tentang hak dan kewajiban sepasang suami istri. Ia tahu karena di dalam agama pun di jelaskan dengan jelas. Namun untuk berbicara yang menyerempet masalah itu rasanya terlalu malu.
Andreas menyampirkan tas di pundak, kemudian menyiapkan kursi roda dan mengangkat tubuh sang istri. Terasa kini tubuh istrinya tak sekaku saat ia menyentuhnya untuk pertama kali.
'' Kita berangkat dulu Yah,Bu '' pamit Andreas pada Ayah dan Ibu yang sedang melihat rombongan keluarga Andreas yang sudah keluar dari area rumah.
'' Iya hati-hati '' ucap Ayah, Andreas menyalami kedua mertuanya. Kemudian Alfi yang berpamitan pada Ayah dan Ibu.
__ADS_1
'' Sekarang kamu sudah jadi seorang istri. Patuhi perintah suamimu selama tidak melanggar syariat '' tutur Ibu lembut.
'' Iya bu '' sahut Alfi.
Andreas menghampiri Fariz yang berdiri di samping sang istri yang menggendong bayinya yang sudah tertidur.
'' Riz,kita pamit dulu. '' ujar Andreas yang di sambut pelukan dua lelaki itu.
'' Gak nyangka bakal tuker status. Mas ku adik ipar ku '' celetuk Fariz yang membuat tawa mereka pecah .
'' Iya ya. Berarti sekarang jadi mas Fariz dong '' sahut Andreas sambil melepas pelukan.
'' Oh tidak bisa,aku tetep adik mas Andre " sangkal Fariz yang mendapat cibiran adiknya.
" Dasar gak mau tua .'' celetuk Alfi.
Setelah berpamitan pada semua termasuk pada si ibu baru. Pengantin baru itu meninggalkan rumah dengan mobil yang di rental oleh Andreas selama mereka di sana.
Jalanan yang lengang namun tak membuat Andreas mempercepat laju mobilnya. Ia melajukan perlahan sambil menggenggam sebelah tangan sang istri. Di kecupnya punggung tangan itu dengan lembut.
'' Makasih ya, kamu udah mau menerima aku di hidup kamu '' tutur Andreas tanpa melepaskan tautan tangan mereka.
" Aku yang seharusnya berterima kasih, karena Mas sudah mau menerima keadaan ku saat ini'' ucap Alfi sembari menatap wajah suaminya dari samping.
'' Aku cinta sama Alfiani tidak perduli apapun keadaannya. Karena aku hanya mencintai seorang Alfiani. '' ucap Andreas pasti, membuat Alfi berkaca-kaca karena terharu. Alfi memberanikan diri mengecup punggung tangan Andreas .
__ADS_1
Mendapat sentuhan pertama dari istrinya tanpa dia yang memulai terlebih dahulu. Seperti ia mendapat hadiah. Jantungnya berdetak cepat, hatinya berbunga-bunga saking senangnya.