
Suara ketukan pintu di kamar Alfiani membuat gadis itu mematikan laptopnya yang sedang menyala. Alfiani melangkah ke arah pintu dan membukanya.
" Assalamualaikum dek " sapa Fariz dengan senyum lebarnya.
" Wa'alaikumussalam,ada apa sih mas ?,gak sabaran banget ngetuk pintunya." ucap Alfi yang kini berdiri di ambang pintu.
" Sini dek " bukan menjawab pertanyaan sang adik. Fariz justru menarik pergelangan tangan adiknya untuk mengikuti dirinya ke ruang keluarga.
" Ada apa sih mas ?" tanya Alfiani dengan dahi mengernyit bingung dengan kelakuan sang kakak.
" Duduk dek " ucap Fariz sembari menepuk tempat duduk di sebelahnya. Alfiani mengikuti keinginan Fariz.
" Tau gak dek ?"
" Gaklah kan mas Fariz belum ngasi tahu " potong Alfiani dengan santainya.
" Dengerin dulu dek,mas belum selesai ngomong " kesal Fariz yang justru ditertawakan adiknya.
" Mau ngomong apa ?,Alfi dengerin ". ucap Alfiani setelah menertawakan kakaknya. Fariz merubah raut wajahnya menjadi mode serius. Duduk bersila di atas kursi kayu menatap kearah Alfi.
__ADS_1
'' Ternyata Mas Andreas itu CEO di tempat kerja Mas Fariz ''. ungkap Fariz, cukup membuat Alfi tercengang. Meski sudah bisa di tebak keluarga Andreas dari kalangan berada. Namun ia tak menyangka jika ternyata Andreas adalah lelaki sukses di umur yang masih muda.
'' Udah kelihatan juga sih Mas, kalau mereka keluarga berada. Cuma ya gak nyangka juga sih kalo Mas Andreas CEO, masih muda gitu '' tanggap Alfiani setelah mengendalikan kekagetan dirinya.
Hatinya terasa menciut, mungkin di mata Allah . Harta bukanlah pembeda diantara sesama manusia. Namun ketika kita di hadapkan pada manusia strata jelaslah sebagai hal yang terlihat jelas sebagai pembeda
'' Mas juga kaget banget tadi pas Mas Andreas ke kantor. Aku pikir dia mau nemuin aku buat pamit taunya dia pemilik tempat mas kerja. Masya Allah,kagum mas sama dia''. ucap Fariz mengungkap kekagumannya pada sosok Andreas.
'' Udah gitu ya dek,dia bikin aturan baru yang menurut Mas tuh keren. Dia bikin aturan keuntungan perusahaan langsung di potong untuk dialokasikan buat kemanusiaan. Keren gak tuh ?'' tutur Fariz berapi-api saking semangatnya.
'' Bukannya memang sudah seharusnya begitu ya Mas ?'' tanya Alfiani yang merasa itu bukanlah hal luar biasa.
" Sssttt,gak usah ngomongin orang. Alhamdulillah aja berarti Mas Andreas ingin jadi pribadi yang lebih baik''. potong Alfiani. Takut jika di teruskan obrolan mereka justru jadi meng ghibah.
'' Hahaha...Adikku ini emang pinter ngerem,kalo udah mau kebablasan '' ucap Fariz seraya mengusap kepala Alfiani di balik kerudung yang di kenakan gadis itu.
''Saling ngingetin Mas, namanya juga manusia tempat salah dan dosa''. jawab Alfiani yang diangguki oleh Fariz. Kemudian pemuda itu bangkit dari tempat duduknya.
'' Ya udah Mas mau mandi'' pamit Fariz, berlalu meninggalkan Alfiani. Saat sang Kakak telah menghilang di balik pintu kamar. Pandangan Alfi menerawang jauh. Ternyata melupakan orang yang singgah di hati kita bukanlah hal yang mudah.
__ADS_1
'' Ya Allah, lindungi hamba dari buruknya nafsu dunia ya Allah''. bisik Alfi dalam hatinya. Ia tak ingin cintanya pada manusia menghilangkan akal sehat hingga menyisihkan rasa cinta pada sang pencipta.
Jika pun harus rasa cinta itu ada. Ia hanya ingin cinta yang didasari atas dasar cinta pada sang Illahi Robbi.
Alfi menghela nafas, memasrahkan segalanya pada yang Maha Kuasa. Dan semoga Allah segera menghapus rasa yang masih tertinggal untuk seorang Andreas.
" Ya Allah yang terjadi atas kuasa Mu, Maka aku berpasrah atas segala kehendak Mu ya Rabb ". imbuhnya dalam hati.
Alfi beranjak dari kursi ruang tamu,ia kembali ke dalam kamar. Duduk di depan laptopnya. Namun entah kenapa rasa hati tak bisa mengurai hampa yang mengikat hatinya. Menepis bayang Andreas tak semudah ia mengingatkan hati untuk menepi dari rasa yang seharusnya pergi.
Bagaimana pun lelaki itu adalah lelaki pertama yang mengusik ketenangan hatinya. Lelaki pertama, yang diam-diam menyelinap tanpa permisi kedalam bilik hati. Membuatnya mengakui bahwa hatinya terjatuh pada manusia.
'' Ya Allah, maafkan hamba atas khilaf hati ini. Ya Allah jika cinta ini sebagai penguji,luluskanlah hamba dalam melewatinya. Namun jika rasa ini suci,rasa yang terlahir karena Ridho Mu. Ijinkan lah aku mencintainya karena Mu Ya Allah.'' ucap Alfi dalam nada lirih. Sebutir air bening mengalir membasahi pipinya.
Ia hanya ingin mencintai karena Allah, mencintai bukan untuk memiliki. Namun mengistimewakan rasa yang ia bingkis dalam doa . Hingga pada akhirnya berserah pada ketentuan Allah dan jika harus melepaskan ia bisa melakukannya dengan ikhlas.
Dalam kegamangan hati yang mencari ketetapan sang Ilahi. Untaian dzikir mengalun dalam sanubari. Menghangatkan hati yang terasa dekat dengan sang Maha Pengasih . Resah hati semakin samar,hingga tak tergambar. Berganti ketenangan jiwa yang nyata saat asma-asma indah terpatri di dada.
Alfiani berdiri di tepi jendela, menatap pepohonan yang melambaikan ranting yang tertiup angin. Memejamkan mata, menikmati belaian sang bayu yang berhembus lembut menyentuh permukaan kulit. Hatinya tak henti mengagungkan nama Sang Illahi atas keindahan yang terpampang di depan mata.
__ADS_1
Dalam renungan hati yang ingin berpasrah pada Illahi . Sekelebat bayang lelaki itu datang menghampiri. Membuatnya tersentak tak menyangka. Ketika hati sedang memuji dan mengagungkan asma Alloh . Tetap saja bayang lelaki gagah itu ada. Semoga itu bukan cara setan untuk menjerat hatinya agar terlupa pada Sang Pemilik Raga.