
"Kalau kamu diam, aku akan lepaskan," ucap pria pemilik mobil.
Triana mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Pria itu menepati janjinya dan melepaskan tangan yang menutup mulut Triana. Triana menarik napas dalam-dalam. Ia merasa sesak setelah pria itu membekap mulutnya.
"Kenapa kamu bisa masuk ke dalam mobilku?" tanya pria itu.
"Mobilmu sama dengan milik suamiku, sepertinya aku salah masuk mobil," ucap Triana dengan tubuh gemetar.
Pria itu memperhatikan Triana dan pandangannya tertuju pada perut Triana yang membuncit.
"Tidak perlu takut! Aku bukan orang jahat. Siapa namamu?"
"Tri," jawab Triana.
"Saya Yuliman. Dimana rumahmu? Biar kuantar kamu pulang," ucap Yuliman.
Triana bisa bernapas lega, melihat niat baik Yuliman yang hendak mengantarkannya pulang. Yuliman meminta alamat Triana dan segera menghidupkan mesin mobil lalu melaju menuju alamat yang Triana sebutkan.
"Maaf dan terima kasih," ucap Triana.
"Maaf dan terima kasih untuk apa?" tanya Yuliman.
"Maaf, karena aku salah masuk ke mobilmu. Terima kasih karena mau mengantarkanku," ucap Triana dengan tulus.
"Tidak masalah. Tapi untuk ke depannya kamu harus hati-hati. Tidak semua orang baik. Bagaimana jika kamu bertemu orang jahat?" Yuliman tersenyum menatap Triana dari kaca diatas dashboard.
"Terima kasih. Untungnya kamu yang aku temui. Kedepannya aku akan berhati-hati." Triana mencari ponselnya, tetapi kemudian ia ingat, ponselnya di dalam tas dan tasnya ada di dalam mobil Lanzi. Ia hanya menggenggam kunci mobil Lanzi.
"Mencari apa?" Yuliman penasaran melihat Triana kebingungan seperti mencari sesuatu.
"Ponselku, tapi aku lupa kalau ponselku di dalam mobil suamiku," jawab Triana.
"Kau bisa memakai ponselku jika ingin menghubungi suamimu," ucap Yuliman sambil menyerahkan ponselnya.
"Terima kasih, saya pinjam sebentar," ucap Triana. Yuliman hanya mengangguk. Triana menelepon nomor Lanzi, tidak dapat tersambung. Triana mencoba hingga beberapa kali, tetap tidak dapat tersambung.
"Kenapa? Tidak tersambung?" tanya Yuliman.
__ADS_1
"Ya. Ponselnya tidak aktif, mungkin kehabisan baterai. Ini ponselmu, terima kasih," Triana menyerahkan ponsel Yuliman kembali. Lima menit kemudian mereka sampai di depan rumah Lanzi. Sebelum turun, Triana kembali mengucapkan terima kasih. Yuliman tersenyum lalu pergi meninggalkan halaman rumah Lanzi.
***
Triana pulang ke rumah dengan selamat. Untung saja ia tidak masuk ke mobil penjahat, jika ia masuk ke mobil penculik atau orang jahat, sungguh tidak dapat dibayangkan. Triana masuk ke dalam kamar dan beristirahat, ia lelah dan berbaring di ranjang. Sementara sang suami, Lanzi, sedang mengamuk di depan rumah Yuliman. Lanzi berdebat dengan satpam yang menjaga pintu gerbang rumah Yuliman.
"Dimana Tuanmu? Cepat suruh dia keluar!" teriak Lanzi.
Nyonya pemilik rumah merasa terganggu dan marah. Dia keluar dan pergi menghampiri gerbang.
"Hei, kenapa kau mengamuk di rumah orang. Siapa ka ... Lanzi? Kamu Lanzi, kan?" tanya Nyonya pemilik rumah yang ternyata mengenal Lanzi.
"Pak, buka gerbangnya! Dia kenalan saya," ucap Nyonya pemilik rumah.
"Maaf, Anda mengenal saya?" tanya Lanzi.
"Saya Widya, masih ingat tidak?" tanya Widya.
"Widya, mantan pacar Surya?" tanya Lanzi.
"Ya. Tapi jangan bahas soal Surya. Kenapa kamu mengamuk mencari pemilik rumah? Apa kau mengenal suamiku?" tanya Widya.
"Hah? Suamiku membawa istrimu? Keterlaluan sekali, hiks hiks." Widya menangis mendengar suaminya membawa kabur istri Lanzi.
"Suamimu, tidak ada di rumah?"
"Dia belum pulang," jawab Widya.
Tak lama, mobil Yuliman tiba. Widya langsung menghampiri mobil Yuliman. Saat Yuliman turun, Widya langsung menamparnya.
Plak!
"Apa yang kau lakukan? Apa salahku?" tanya Yuliman.
"Kamu keterlaluan, Mas. Kurang apa aku selama ini? Sampai kamu membawa lari istri orang," ucap Widya sambil terisak.
"Membawa lari istri orang? Siapa yang bilang?" tanya Yuliman.
__ADS_1
"Dimana istriku?" tanya Lanzi.
"Oh, kamu yang mencari istri yang kabur dengan orang lain?" tanya Yuliman.
"Katakan saja, dimana istriku?" tanya Lanzi menghampiri Yuliman dan mencengkeram kerah baju Yuliman.
"Aku tidak kenal istrimu, bagaimana mungkin aku tahu istrimu dimana. Memangnya siapa nama istrimu?" tanya Yuliman.
"Triana. Dimana dia sekarang?"
"Oh, Triana. Dia sudah kuantar pulang." Yuliman menceritakan semuanya pada Lanzi dan Widya. Widya menghapus air matanya dan meminta maaf pada suaminya karena telah menamparnya tadi. Lanzi juga meminta maaf dan juga berterima kasih pada Yuliman karena telah mengantar istrinya. Kesalahpahaman telah berakhir. Lanzi berpamitan pada Widya dan Yuliman.
______________________________
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu
-Putri Yang Tergadai
-Aunty Opposite Door I Love You
Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘
Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.
__ADS_1
Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏