
Surya melepaskan pelukannya
"Sudah sudah,,kalo nangisnya gak berhenti nanti mas dikira galakin kamu lagi!,,mas udah maafin jadi sekarang hapus air mata kamu dan berhenti menangis.Jelek!!"goda Surya
"Ikh mas nyebelin.biarin jelek juga!"jawab Casandra cemberut
drrrttt ddrrtttt..ponsel Casandra berbunyi.Dia mengangkat panggilan telpon yang ternyata dari Triana
"Halo kak.kakak dimana kok gak kelihatan!"ucap Casandra mengedarkan pandangannya
(Kakak sama mas Lanzi sudah pulang lebih dulu.Kalian berkeliling saja dulu dan makan malamlah bersama.Kakak tahu banyak hal yang harus kalian bicarakan.kakak tutup ya!) Triana mengakhiri panggilannya
"Siapa?"tanya Surya
"Oh..dari kak Triana.Katanya mereka sudah pulang lebih dulu!"ucap Casandra
"Oh.Terus gimana kamu mau pulang atau..?" Surya tidak melanjutkan kata katanya
"Sebenarnya aku ingin membeli sesuatu sih!"ucap Casandra dengan canggung.Casandra takut jika Surya berpikir Casandra hanya mencari alasan
"Ya udah kita keliling dan cari barang yang mau kamu beli.Memangnya apa yang mau kamu beli sayang?"tanya Surya.Sedetik kemudian dia sadar dengan kata terakhir yang dia ucapkan
"Sorry sorry..Cas.Aku keceplosan manggil kamu sayang,lupain aja!"ucap Surya lalu berjalan meninggalkan Casandra tapi baru lima langkah Surya berhenti karena ucapan Casandra
"Aku suka mas panggil aku sayang.Tapi mas pasti sudah punya kekasih atau mungkin istri.Itu pasti akan sangat melukai hatinya kan mas jika dia tahu!"ucap Casandra
(Aku sangat berharap bisa mendapatkan cintamu lagi seperti dulu.Tapi aku tak ingin merusak kebahagiaannya)Casandra bergumam dalam hati menatap punggung Surya
Surya berbalik kembali menatap Casandra.Surya melangkah mendekati Casandra dan berhenti satu langkah didepan Casandra
"Bagaimana jika aku bilang tidak ada kekasih dan juga istri.Tapi hanya ada kamu selamanya dihatiku.Apa kau akan percaya?"tanya Surya dengan serius
"Emm..ituu..ak.akuu"Casandra bingung harus menjawab apa,akhirnya Casandra hanya bisa berkata dengan gugup
"Kembalilah padaku Cas!,kita menikah saja.Aku tidak ingin kamu pergi lagi Cas!"ucap Surya.Surya membentangkan kedua tangannya.Casandra benar benar bahagia karena Surya bukan hanya memintanya jadi kekasih tapi meminta Casandra menikah dengannya.Casandra tak kuasa menahan airmatanya
"Jadi harus mau menikah denganku.Sini!!"Surya menarik Casandra kedalam pelukannya
"Maksa ceritanya?"goda Casandra dalam pelukan Surya.Surya mencium kening Casandra dan merekapun berjalan bergandengan tangan
"Mau beli apa sih sayang?"tanya Surya
"Mau beli gaun buat hadir di pernikahan kak Lanzi!"ucap Casandra
"Oh kalau begitu sekalian saja beli baju pengantin buat pernikahan kita!"ucap Surya
"Terserah mas aja!"ucap Casandra.Merekapun berkeliling mall untuk mencari gaun
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Triana dan Lanzi juga sebenarnya masih ada di mall tapi sengaja meninggalkan mereka agar bisa bicara berdua.Lanzi dan Triana sampai di area foodcourt.Saat melewati toko pizza,Triana merasa pusing dan perutnya serasa diaduk aduk.Rasa mual yang tidak tertahan membuat Triana berlari mencari toilet.Untungnya tak jauh dari area foodcourt ada toilet.Triana langsung masuk kedalam toilet wanita,Lanzi yang mengikuti Triana berhenti didepan pintu toilet
"Hhooeekk hhooeekkk..aahh kenapa perutku tiba tiba mual begini!,,hhooeekk hooekk"Triana berkumur setelah perutnya terasa lebih baik
Lanzi yang mendengar Triana muntah muntah menjadi khawatir
"Apa dia sakit?"Lanzi bergumam sendiri
Tak lama kemudian Triana keluar dari toilet.Lanzi melihat wajah Triana pucat pasi
"Kamu sakit sayang?,kita ke dokter ya?"ucap Lanzi memeluk pinggang Triana
"Tidak tahu mas.Aku merasa pusing dan mual,perutku juga terasa tidak enak!"ucap Triana
__ADS_1
Lanzi memapah Triana keluar dari mall dan menghentikan taxi yang lewat didepan mall.Lanzi membawa Triana ke rumah sakit T untuk berobat.Sampai dirumah sakit Triana duduk dikursi antrian dan Lanzi yang pergi mendaftar.Untungnya hanya ada dua orang pasien yang mengantri
"Nyonya Triana!"panggil suster
"Saya,sus!"jawab Triana
"Silahkan masuk!"ucap suster
Karena Triana merasa pusing jadi Lanzi memapah Triana masuk ke ruang periksa
"Sore dok!"sapa Lanzi pada dokter wanita paruh baya
"Sore pak!,kenapa dengan ibunya?"tanya dokter setelah mereka duduk didepan meja dokter
"Ini dok,saya tiba tiba meras pusing dan mual.Saya juga muntah muntah dok!"ucap Triana
"O..silahkan ibu berbaring dulu.Biar saya periksa dulu!"ucap dokter.Triana naik keranjang periksa dan berbaring
"Selain mual muntah dan pusing apa ada keluhan lain?"ucap dokter sambil menempelkan stetoskop kedada Triana.Dokter lalu menekan nekan perut Triana pelan
"Jika ada yang terasa sakit saat saya tekan,ibu katakan saja!"ucap dokter.Setelah dokter selesai menekan nekan perut Triana dokterpun bertanya
"Tidak ada yang terasa sakit?"tanya dokter
"Tidak ada dok!"jawab Triana
"Kalau terakhir menstruasi ibu ingat tidak ?"tanya sang dokter kembali
"Ehm itu satu setengah bulan yang lalu dok!"ucap Triana
"Kalau begitu ibu cek urine saja dulu ke lab.Biasanya gak butuh waktu lama kok.Setelah hasilnya keluar ibu bawa lagi kesini!"ucap dokter
"Baiklah dok!"Triana bangun dan berjalan ke arah lab mengikuti petunjuk arah dan merekapun sampai.Triana diberi tabung berbahan mika dengan ukuran 3×2cm dan disuruh menampung urinenya
Lanzi memegangi tangan Triana yang sedikit gemetar.Triana takut hasilnya bukan sesuatu yang baik
"Jadi istri saya kenapa dok?"tanya Lanzi setelah dokter membuka kertas hasil cek lab
"Seperti dugaan saya!,selamat ya pak,bu.Ibu positif hamil 5 minggu!"ucap dokter
"Hamil sayang!,kamu hamil!"ucap Lanzi sambil tersenyum bahagia
"Aku hamil mas?"tanya Triana tak percaya
"Iya sayang!,kamu hamil.Kamu akan menjadi seorang ibu dan aku akan jadi seorang ayah!"jawab Lanzi.Triana meneteskan airmata bahagia dan memeluk Lanzi sekilas
"Terima kasih dokter!"ucap Triana dengan senyum merekah
"Sama sama bu!,hati hati jaga kandungannya ya!,biasanya hamil muda itu tidak boleh banyak gerak dan terlalu lelah.Jadi saya sarankan banyak banyak istirahat!"ucap dokter
"Iya dok!,saya pasti akan menjaganya dengan baik.Kalau begitu saya permisi dok!"ucap Triana.Lanzi bangun memegangi lengan Triana
"Ya silahkan"ucap dokter.Lanzi dan Triana keluar dari rumah sakit dengan senyum yang selalu terkembang
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Surya dan Casandra selesai berbelanja dan pulang ke rumah
"Kita sampai sayang!"ucap Surya
"Iya!"ucap Casandra.Mereka turun dari mobil dan langsung menuju pintu depan rumah.Casandra memutar handle pintu
"Masih terkunci mas!"ucap Casandra
__ADS_1
"Mereka kemana katanya sudah pulang duluan!"gerutu Casandra
"Biasanya Lanzi menyembunyikan kunci cadangan didalam vas bunga.Coba mas lihat masih ada disana tidak ya?"ucap Surya.Surya mengambil vas diatas meja didekat jendela dan membalik vas itu.Sebuah kunci terjatuh dari dalam vas bunga
"Hem ternyata masih sama seperti dulu!"gumam Surya.Surya pun membuka pintu,Casandra masuk lebih dulu sedangkan Surya mengambil kantung belanjaan dibagasi mobil dan membawanya kedalam
"Taruh dimana sayang?"tanya Surya
"Simpan disofa aja dulu mas.Mas duduklah dulu biar aku buatin minuman dulu!"Casandra pergi kedapur dan Surya duduk disofa ruang tamu.Tak lama Casandra kembali ke ruang tamu membawa dua cangkir teh manis
"Minum dulu mas!"ucap Casandra
Surya meminum tehnya dan mengernyit
"Em..pahit sayang"ucap Surya
"Hah..pahit mas.Yaudah tukar dengan punyaku!.belum diminum kok!"Casandra memberikan teh miliknya
Surya meminum teh milik Casandra
"Sama,,pahit juga!"ucap Surya
"Ah masa sih.Padahal dua duanya aku kasih gula kok mas.Coba aku cicipi dulu!"Casandra meminum teh Surya yang tadi ditukar dengan miliknya
"Ehm..manis kok mas!"ucap Casandra.Tiba tiba Surya melumat bibir Casandra
"Ehmm ehmm.."Casandra mendorong Surya karena takut jika Triana dan Lanzi tiba tiba datang
"Iya manis sekarang!"ucap Surya mengusap bibir Casandra.Casandra memukul pelan pundak Surya
"Dasar mesum.Bisa aja cari alasan!"ucap Casandra.Surya hanya tersenyum.Mereka menyalakan televisi dan menonton film sambil menunggu Lanzi pulang
ting tong ting tong..
"Aku aja yang buka!"Casandra bangun dan membuka pintu.Surya mengikuti Casandra ke pintu depan
"Kak Lanzi.aku kira siapa!,dirumah sendiri saja harus tekan bel.aneh!"ucap Casandra
"Kaka takut mergokin kalian lagi muah muah hshahah!"Lanzi meledek Casandra dan Surya
"Kakakkk!!"ucap Casandra.Pipinya bersemu merah digoda Lanzi
"Eh kak Triana pucat banget,kakak sakit?"tanya Casandra pada Triana.Triana hanya menggeleng lemah
"Dia tidak sakit..hanya lemes karena tadi muntah muntah!"jawab Lanzi
"Kok aneh!,gak sakit tapi muntah muntah.berarti lagi sakit kak!"ucap Casandra
"Iya..kamu aneh Lan.Orang wajah Triana aja pucat gitu!"ucap Surya
"Dia tidak sakit tapi sedang hamil!"ucap Lanzi
"Hamil..wah selamat ya kak Lanzi,kak Triana kalian akan punya momongan!"ucap Casandra
"Cas,Sur,maaf aku permisi istirahat.Kalian lanjutkan saja ngobrolnya!"ucap Triana
"Iya kak..istirahatlah!"ucap Casandra
"Aku antar Triana kekamar dulu!"Lanzi menepuk pundak Surya
"Selamat ya Lan.Kamu bakalan jadi bapak!"ucap Surya
"Makasih Sur,Cassy.Kalau bisa kalian segeralah menikah dan menyusul kami!"ucap Lanzi.Surya dan Casandra saling pandang dan tersenyum malu malu saat Lanzi menyuruh mereka menikah.Mereka belum sempat mengatakan niat mereka menikah tapi Lanzi sudah lebih dulu menyuruh mereka menikah
__ADS_1