Kupilih Hatimu

Kupilih Hatimu
KPH (43)


__ADS_3

Mobil Fariz dan Aurel tiba di parkiran rumah sakit. Tanpa menunggu Fariz, Aurel segera berlari mencari Ruang UGD. Setelah menemukannya, Aurel langsung melihat Triana yang terbaring di ranjang pasien.


"Ibu! Ibu baik-baik saja, kan?" tanya Aurel cemas.


"Tidak apa-apa. Kenapa Aurel kesini? Siapa yang memberitahu?" tanya Triana.


"Suster yang menelepon tadi. Om, mana?" tanya Aurel. Aurel melirik sekeliling, tetapi tidak melihat keberadaan Lanzi.


"Tante tidak tahu, Tante juga belum melihatnya." Triana mulai cemas karena sejak ia sadar dari koma, ia belum melihat sang suami tercinta.


"Fariz, akan cari Om, kamu sama Tante tenang saja!" ucap Fariz.


Fariz mencari ke bagian informasi. Dan mereka mencari data pasien bernama Lanzi Leonard. Namun, nama itu tidak ada di daftar. Fariz bernapas lega, setidaknya ia selamat. Tak lama, Fariz melihat Lanzi yang masuk bersama seorang wanita yang sedang hamil tua, wanita itu dipapah oleh Lanzi. Terlihat sekali wanita itu sedang kesakitan. Fariz mengikuti Lanzi dan melihat mereka masuk ke ruang bersalin.


"Siapa wanita yang sedang bersama Om Lanzi?" Faris bertanya di dalam hatinya. Fariz bersembunyi memperhatikan wajah cemas Lanzi. Setengah jam kemudian, seorang Dokter keluar dari ruang bersalin.


"Selamat Pak Lanzi, putri anda sudah lahir," ucap Dokter itu.


Fariz tercengang, ia tidak menyangka jika Lanzi yang terlihat sangat mencintai Triana ternyata mempunyai istri lain selain Triana.


"Putri Om? Berarti yang melahirkan adalah istri Om Lanzi. Apa Tante tahu, ya?" gumam Fariz pelan. Ia berbalik pergi meninggalkan Lanzi yang sedang berbicara dengan Dokter itu. Fariz melamun sepanjang jalan menuju ruang UGD. Sampai di ruang UGD, Fariz berusaha tersenyum dan berpura-pura tidak menemukan Lanzi.


"Sayang, aku tidak menemukan Om. Mungkin Om sedang pulang ke rumah," ucap Fariz.


Senyum getir terlihat dari bibir tipis Triana. Ia tahu, Fariz pasti sudah menemukan Lanzi dan berbohong pada Triana dan Aurel. Fariz juga melihat hal yang sama dalam diri Triana. Melihat senyum Triana yang sepertinya terpaksa, Fariz tahu ada yang tidak beres dengan Lanzi dan Triana.


"Sayang, aku haus. Bisakah kau belikan minuman di seberang jalan itu?" tanya Fariz.


"Memangnya di kantin tidak ada? Kenapa jauh sekali, Kak?" tanya Aurel kesal.

__ADS_1


Fariz tidak mau jika Aurel bertemu Lanzi. Fariz takut Aurel berbuat sesuatu seperti mengkonfrontasi Lanzi. Karenanya Fariz menyuruh Aurel membelikannya minuman di seberang gedung rumah sakit.


"Ada, tapi tidak ada jus, nah, di depan sana ada. Tolong, ya, sayang." Fariz memohon pada Aurel.


"Ya, udah. Aurel belikan," ucap Aurel. Meski dengan perasaan kesal, Aurel tetap pergi.


Setelah Aurel pergi, Fariz duduk di samping ranjang rawat. Triana mulai berkaca-kaca dan akhirnya ia tidak dapat lagi menahan tangisnya. Betapa sakit hatinya dikhianati oleh orang yang paling dia sayangi, orang yang paling dia percaya, orang yang telah berjanji hanya akan mencintai dia seorang sebagai istrinya.


Fariz terdiam melihat dan mendengar betapa menyayat hati suara tangisan Triana. Fariz hanya bisa membiarkannya menangis, Fariz akan bertanya pada Triana jika ia sudah sedikit lebih tenang. Sedangkan Triana mencengkram kerah bajunya sambil terus menangis tersedu-sedu.


*Flashback*


Didalam perjalanan pulang setelah menghadiri pernikahan Aurel dan Fariz. Lanzi mendapatkan telepon, karena ia sedang menyetir dan lupa membawa earphone-nya. Lanzi menyuruh Triana yang mengangkat dan me- loudspeak panggilan itu. Triana tidak tahu ID pemanggil itu, karena hanya ada nomor tanpa nama. Triana menekan tombol loudspeak dan seketika Triana tertegun mendengar kata-kata dari seberang telepon.


["Halo, Mas. Perutku sangat sakit, sepertinya aku akan segera melahirkan,"] ucap wanita yang menelepon Lanzi.


Lanzi segera merebut ponsel dari tangan Triana dan mengakhiri panggilan telepon itu. Triana merasakan sakit hati yang luar biasa dalam. Pria yang sangat ia percaya akan selalu setia padanya ternyata berkhianat di belakang dirinya.


"Berhenti!" Triana menyuruh Lanzi menghentikan mobilnya, tetapi Lanzi tidak mendengarkan ucapan Triana.


"Aku bilang berhenti! Hentikan mobilnya!" Triana berteriak histeris sambil terisak sedih.


"Tidak. Mas harus jelasin dulu sama kamu, sayang. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan," ucap Lanzi.


"Aku mau keluar, berhenti! Baik kalau Mas tidak mau berhenti," ucap Triana sambil menatap tajam kedua mata Lanzi. Triana lalu menarik tangan Lanzi yang sedang menyetir agar mau menepi.


"Tri, lepasin! Bahaya, jangan seperti ini!" ucap Lanzi khawatir. Mobilnya melaju dengan zig-zag dan tiba-tiba sepeda motor yang melintas. Untuk menghindari motor itu, Lanzi membanting setirnya ke kiri dan menabrak trotoar. Kepala Triana membentur kaca jendela dan langsung tidak sadarkan diri.


"Sayang, bangun!" Lanzi membangunkan Triana tetapi Triana tetap tidak sadarkan diri. Akhirnya Lanzi menelpon ambulans. Triana dibawa ke rumah sakit terdekat, tiba di rumah sakit, Triana langsung dibawa masuk tim medis ke ruang UGD.

__ADS_1


Di tengah kekalutannya, wanita itu kembali menelpon Lanzi. Dua orang wanita sedang sangat membutuhkan dirinya di waktu bersamaan. Lanzi akhirnya menitipkan nomor telepon rumah Aurel pada seorang Suster yang berjaga di meja informasi. Lanzi meminta tolong Suster itu untuk menelepon dan memberitahukan kabar bahwa Triana ada di UGD rumah sakit itu. Setelah itu Lanzi pergi naik taksi menuju ke rumah wanita yang tadi menelepon.


*Flashback off*


Kejadian selanjutnya adalah saat Fariz melihat Lanzi membawa wanita itu ke ruang bersalin.


Triana sedikit lebih tenang dan menghapus air matanya. Triana takut Aurel melihatnya menangis. Fariz menyodorkan tisu yang ada di meja kecil di samping ranjang. Triana mengambilnya dan tersenyum pahit. Fariz sungguh sangat kasihan melihat Triana. Fariz tidak percaya Lanzi bisa berbuat seperti itu.


-------------------------------------------------------


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO 


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa 


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu 


-Putri Yang Tergadai 


Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘

__ADS_1


Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.


Simak terus kisah ini selanjutnya ya! Terima kasih🙏


__ADS_2