Kupilih Hatimu

Kupilih Hatimu
KPH (56)


__ADS_3

Aurel tiba di rumah, ia membuka pintu mobil tetapi masih Fariz kunci.


"Kak, buka pintunya!" Aurel melirik dengan manja.


"Tidak mau," ucap Fariz ketus.


Aurel menggeser duduknya dan menempelkan kepalanya di pundak Fariz.


"Kakak, kenapa?" tanya Aurel sambil menggenggam tangan Fariz.


Fariz diam seribu bahasa, membuat Aurel bingung untuk menerka, apa yang Fariz pikirkan. Mereka hanya saling berdiam diri memejamkan mata dan menunggu. Menunggu Fariz bicara dan mengatakan apa yang terjadi dengannya.


"Rel, apa sebenarnya tujuanmu menyembunyikan pernikahan kita? Apa karena kamu suka dengan Gusti?" tanya Fariz.


Akhirnya Aurel mengerti apa yang membuat Fariz diam sepanjang jalan, dan mendiamkan Aurel. Rupanya Fariz cemburu karena melihat Aurel dipeluk Gusti. Di mata Fariz terlihat seperti memeluk, padahal tidak sama sekali.


"Kakak cemburu pada Kak Gusti? Apa sedangkal itu rasa percaya Kakak padaku?" Aurel melepaskan genggaman tangannya dan kembali ke tempat duduknya semula. Aurel juga tidak tahu, kenapa ia belum ingin memberitahu siapapun tentang pernikahan mereka. Namun tuduhan Fariz membuatnya kecewa. Tidak bisakah Fariz menilai, kenapa ia dulu memilih Fariz. Aurel menatap nanar ke depan.


Fariz jadi merasa bersalah karena Aurel terlihat cemberut. Fariz meminta maaf pada Aurel karena sudah kekanakan.


"Maaf, Kakak salah sudah meragukan cinta Aurel. Maafin Kakak, ya." Fariz membuka kunci mobil dan Aurel segera keluar tanpa mempedulikan Fariz.


"Rel, sayang! Hei, jangan marah. Kakak tidak bermaksud begitu, Rel," ucap Fariz sambil mengejar Aurel. Aurel melangkah cepat menuju kamar dan mengunci Fariz di luar kamar.


Tok! Tok! Tok!


"Sayang, Kakak minta maaf. Kakak tahu, Kakak salah, Aurel buka pintunya dong!" Fariz memanggil dan merayu Aurel di depan pintu.


Aurel langsung melangkah ke kamar mandi. Ia membasuh tubuhnya di bawah kran shower air hangat. Aurel tidak mau membukakan pintu dan langsung berbaring setelah mandi dan mengganti bajunya dengan piyama tidur. Aurel menutup telinganya agar tidak mendengar suara Fariz. Aurel sangat lelah hingga dalam hitungan menit ia sudah tertidur.


Fariz bersandar di pintu kamar. Ia menyesal kenapa ia harus meragukan Aurel hanya karena cemburu. Fariz sebenarnya sedang pusing karena ayahnya menyuruhnya pulang dan memimpin perusahaan tekstil mereka di Malang. Sedangkan Fariz juga tidak bisa mengajak Aurel pindah ke Malang. Aurel tidak mau meninggalkan rumah ayahnya, rumah yang menyimpan begitu banyak kenangannya tentang ibunya, Felicia. Selain itu, Aurel juga harus mengurus resto peninggalan satu-satunya dari ayahnya. Fariz tidak tahu harus bagaimana, di saat di dapur resto Fariz langsung marah melihat pria lain dekat dengan Aurel.


Jam dua dini hari Aurel terbangun dan merasa haus, ia membuka pintu hendak ke dapur. Namun ia terkejut karena saat pintu dibuka, Fariz terjengkang. Aurel tidak tahu jika Fariz tidur di depan kamar dan bersandar di pintu. Aurel pikir suaminya itu tidur di kamar sebelah.

__ADS_1


"Aduh," ucap Fariz sambil mengusap kepalanya yang membentur lantai.


Awalnya Fariz tidak terlihat kesakitan tapi beberapa detik kemudian Fariz mengaduh kesakitan. Aurel jadi kebingungan dan cemas, apa yang harus ia lakukan? Akhirnya Aurel membantu Fariz bangun dan memapahnya ke ranjang. Setelah Fariz berbaring di ranjang, Aurel mengambil ponsel hendak menelpon Dokter yang biasa ayahnya panggil saat ia sakit. Aurel tersentak karena Fariz menarik tangan Aurel dan memeluknya dengan erat.


"Kakak tidak apa-apa, cuma ingin mengerjai kamu saja. Maaf, ya," ucap Fariz.


Aurel berontak dari pelukan Fariz dan bangun. Aurel lalu pergi meninggalkan Fariz yang bersedih karena Aurel masih marah dan belum memaafkannya. Beberapa saat kemudian, Aurel masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar. Aurel berbaring di sisi Fariz. Fariz hanya melongo melihat Aurel berbaring dan memeluknya.


"Kamu sudah tidak marah, sayang?" tanya Fariz.


"Tidak."


"Terus tadi kamu kemana? Kenapa meninggalkan aku di sini?"


"Haus, habis minum di dapur terus sekarang ngantuk mau tidur. Sudah di jawab semuanya, udah cepetan tidur, Aurel ngantuk," ucap Aurel sambil menarik selimut. Fariz juga sangat mengantuk, ia pun memeluk Aurel dan tidur.


***


Tiga bulan kemudian.


"Sayang, Mas berangkat ke kampus dulu. Hari ini Pak Tom sakit, jadi Mas berangkat sendiri," ucap Lanzi berpamitan pada Triana yang sedang menyuapi Daren di depan rumah.


"Ya, hati-hati, Mas."


Lanzi membawa sendiri mobilnya, karena sopirnya sedang mengantar Fitri untuk menjenguk Tom di rumahnya. Dalam waktu tiga bulan terakhir, sejak mereka merayakan ulang tahun Lanzi, Fitri dan Tom sering terlihat ngobrol bersama. Mereka terlihat lebih akrab. Seperti saat ini, Fitri membawakan bubur untuk Tom yang sedang sakit. Pagi-pagi sekali, Fitri bangun dan memasak bubur lalu meminjam sopir Lanzi untuk mengantarnya ke rumah Tom.


***


Aurel bangun pagi-pagi dan memasak sarapan. Sedangkan Fariz masih tertidur pulas karena ia libur kuliah. Selesai masak nasi goreng sosis, Aurel menatanya di meja dan hendak pergi ke kamarnya untuk mandi dan membangunkan Fariz. Mereka tidak pernah melewatkan sarapan bersama. Aurel baru menapaki dua anak tangga dan langkahnya terhenti karena bel rumahnya berbunyi. Aurel turun kembali dan membuka pintu.


"Kak Fariz tinggal disini, kan?" tanya seorang wanita yang usianya diperkirakan dua tahun lebih muda dari Aurel.


"Ya, benar. Kamu siapa, ya?" tanya Aurel heran.

__ADS_1


"Alea, pacar Kak Fariz. Bisa tolong panggilkan pacar tersayangku!" Gadis cantik itu tersenyum dengan manis.


Tubuh Aurel bagai tersambar petir, gemetar, panas oleh api cemburu dan amarah. Matanya berkaca-kaca dan mengulang ucapan gadis itu.


"Pa-car?"


"Ya, tolong panggilkan, ya, Kak!" Gadis itu kembali menyuruh Aurel untuk memanggil Fariz.


Wajah gadis itu selalu tersenyum saat bicara dengan Aurel. Namun Aurel tidak bisa membalas senyuman gadis itu. Bagaimana mungkin ia bisa tersenyum jika ada seorang gadis yang mengaku pacar dari suaminya. Aurel tidak mempersilakan gadis itu duduk ataupun masuk ke dalam rumah. Gadis itu tetap berdiri di depan pintu, sementara Aurel naik ke atas dan masuk kedalam kamar untuk membangunkan Fariz.


----------------------------------------------


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO 


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa 


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu 


-Putri Yang Tergadai 


Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘


Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.

__ADS_1


Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏


__ADS_2