
"Terima kasih, sudah mengantar saya, Pak Gusti." Erin keluar dari mobil.
"Tidak mau mengajakku mampir?" Gusti juga keluar dari mobil.
"Hah, itu ...." Erin bingung menjawab pertanyaan Gusti.
"Aku hanya bercanda. Lagipula, ini, sudah malam. Masuk dan tidurlah! Jaga kesehatan, jangan sampai sakit. Aku pulang, bye," ucap Gusti sambil masuk kembali ke dalam mobil dan melaju pergi meninggalkan halaman rumah Erin.
"Jangan bersikap begitu baik padaku, Pak Gusti. Aku jadi semakin berharap," gumam Erin sambil menatap kepergian Gusti. Erin melangkah masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar. Ia menghempaskan tubuhnya di ranjang, menatap langit-langit kamar yang catnya sudah memudar.
Erin tinggal di rumah kecil peninggalan kedua orang tuanya. Ia sendirian di rumah itu setelah kedua orang tuanya meninggal saat Erin masih berusia belasan tahun. Kini ia sudah berusia dua puluh satu tahun, dan ia tidak memiliki satu orang pun yang memperhatikan dirinya. Ia pernah berpacaran selama dua tahun dengan seorang pria brengse*k. Pria yang terus memanfaatkan kebaikan dan kepolosan Erin, ia pernah mencoba mengakhiri hidupnya sendiri, karena ia tidak sanggup menanggung kesialan yang seolah selalu menemani kehidupannya.
***
"Sayang, kamu hamil?" tanya Fariz.
"Ya, Kak," jawab Aurel sambil menunduk lesu.
Aurel merasa bersalah karena ia hampir saja kehilangan calon bayi mereka. Aurel memang tidak merasakan apapun yang membedakan dia hamil atau tidak. Ini adalah kehamilan pertama bagi Aurel dan ia sama sekali tidak mengerti sedikitpun tentang hal itu. Tentang bagaimana menghitung siklus kehamilan, bahkan ia juga tidak sadar saat ia tidak mengalami datang bulan selama sebulan lebih. Aurel hanya berpikir bahwa ia hanya telat datang bulan.
"Kakak ipar tidak suka, ya, mengandung anak Kak Fariz?" tanya Alea kesal karena melihat wajah murung Aurel. Padahal berita kehamilan ini seharusnya menjadi kabar gembira, tetapi Aurel justru murung mendengarnya. Alea jadi berpikiran macam-macam.
"Alea! Maksud kamu apa, bicara seperti itu pada Kakak ipar kamu?" tanya Fariz dengan nada sedikit tinggi.
"Aurel sedih karena Aurel merasa bersalah, Aurel merasa jika Aurel adalah istri yang bodoh dan tidak berguna. Aurel tidak menyadari jika Aurel hamil dan hampir saja kehilangan calon anak kita," ucap Aurel sambil terisak sedih.
Alea jadi merasa bersalah. Tanpa bertanya alasan Aurel murung, Alea langsung menghakimi dengan kata-kata menyakitkan. Kini Aurel jadi semakin sedih dan terisak dalam pelukan Fariz. Fariz menjadi kesal pada Alea, dan menyuruh Alea meminta maaf pada Aurel. Alea menurut dan menghampiri Aurel.
"Kak, Alea salah, Alea minta maaf." Alea menggenggam tangan Aurel.
__ADS_1
"Tidak, Alea tidak salah. Jangan merasa bersalah," ucap Aurel sambil mengusap air matanya.
"Sudah, jangan terlalu dipikirkan. Kamu harus tenang, tidak boleh banyak pikiran. Jaga kesehatan kamu dan calon anak kita, ok!" Fariz mengecup kening Aurel.
Alea dan Fariz menemani Aurel di dalam ruang rawat hingga pagi. Mereka tidur dengan posisi duduk di sofa. Alea sudah mengirim pesan kepada orang tuanya di Malang. Dan pagi ini, mereka semua dibuat terkejut saat sedang tertidur pulas. Pintu ruang rawat Aurel terbuka dengan suara keras. Terlihat sekali bahwa orang yang membuka pintu itu begitu cemas dan khawatir pada Aurel.
Mereka adalah Tuan Subrata dan Melly Subrata. Melly segera bertanya panjang lebar pada Alea dan Fariz. Aurel yang masih tertidur pun jadi terganggu dan terbangun. Tak ayal, Aurel pun di interogasi oleh Melly.
"Sayang, kamu baik-baik saja, kan? Calon cucu Mama baik-baik saja, kan? Kenapa kamu bisa terjatuh?" tanya Melly secara beruntun.
Aurel tidak punya kesempatan menjawab, sebelum ibu mertuanya itu berhenti. Saat Melly sudah diam, Aurel pikir ia akan bisa menjawab pertanyaan Melly. Namun Aurel salah mengira karena saat ibu mertuanya diam, Subrata, sang ayah mertua ikut bertanya panjang pada Aurel.
"Menantuku, kamu tidak terjatuh karena anakku itu, kan? Jika dia berani menyakitimu, laporkan saja pada Papa. Akan Papa hajar dia habis-habisan," ucap Subrata.
Aurel tidak menyangka jika mertua laki-lakinya juga sangat cerewet. Cerewet dalam arti begitu perhatian pada Aurel. Ia merasa sangat bahagia, memiliki mertua yang baiknya seperti kedua orang tua kandungnya.
"Pa, Ma, Aurel malah jadi pusing mendengar pertanyaan dari kalian. Lihat saja! Aurel sampai tidak tahu mau jawab kalian seperti apa?" Fariz mengomeli kedua orang tuanya.
***
Di resto pagi hari sebelum mereka membuka resto. Setelah beres bersih-bersih, Gusti mengumpulkan mereka semua.
"Saya tidak akan berbasa basi karena ini masalah serius. Corry, saya sudah memeriksa rekaman CCTV. Kamu adalah orang yang sudah menuang minyak di lantai ruangan istirahat, benar, bukan?" tanya Gusti. Ia menginterogasi Corry dihadapan yang lainnya juga.
Corry tidak bisa mengelak karena bukti rekaman CCTV yang Gusti tunjukkan. Gusti meng- copy hasil rekaman kamera pengawas, untuk ia tunjukkan pada yang lain. Corry tertunduk, dan Dwiyan melirik Corry dengan pandangan tidak percaya. Dwiyan tidak percaya jika Corry bisa melakukan hal nekad seperti itu.
"Karena sudah sampai seperti ini, saya dengan terpaksa mengatakan kebenaran tentang Aurel. Kalian seharusnya menyadari sejak awal, siapa itu Aurel. Aurellia Adidjaya, dia adalah pemilik resto ini." Semua mata tercengang mendengar pengumuman yang Gusti umumkan.
Diantara mereka, hanya Erin saja yang terlihat biasa. Tidak terlihat terkejut, semua mata para karyawan menatap ke arah Erin yang tidak terkejut.
__ADS_1
"Kak Erin, sudah tahu dari awal, ya, kalau Kak Aurel itu bos kita?" tanya Bunga.
"Kurang lebih seperti itu. Aurel sengaja menyamar karena ia ingin menengok kinerja anak buahnya. Aku diam saja, karena itu tugas dari Ibu Bos. Maaf, tidak memberitahu kalian," ucap Erin.
"Corry, bersiaplah menerima hukuman atas perbuatanmu. Aku tidak akan memecat atau melaporkannya saat ini, karena semuanya aku serahkan pada Aurel. Sekarang kalian bubar dan lnjutkan pekerjaan kalian!" Gusti pergi setelah memberi mereka perintah. Ia kembali ke ruangannya.
__________________________
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu
-Putri Yang Tergadai
-Aunty Opposite Door I Love You
Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘
__ADS_1
Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.
Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏