
Sebulan kemudian Surya dan Casandra mengikat cinta mereka dalam ikrar dan sumpah penyatuan cinta.Sesuai keinginan Casandra,mereka menikah dihalaman rumah Aryan.Sepuluh minggu sudah usia kandungan Triana.Leonard sang kakek sangat bahagia ketika datang ke rumah Aryan dan bertemu cucu menantu kesayangannya
"Tri!!"
"Kakek!,kakek sudah datang?,ayo Tri antar kakek bertemu pengantin kita!"
"Eh..kamu duduk saja,diam disini.Kasihan cicit kakek nanti lelah!,kakek kesana bersama Tom.Duduk disini dan tunggu kakek!"
Leonard menghampiri Casandra dan Surya untuk mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
"Selamat Casandra,Surya.Semoga kalian bahagia dan langgeng!"
"TERIMA KASIH KEK!!"
"Kalian kompak sekali!"
Mereka hanya tersenyum malu.Leonard menghampiri Triana yang sedang meminum jus.Leonard duduk disamping Triana.
"Kemana cucu kakek yang kurang ajar itu?,bagaimana dia bisa meninggalkanmu disaat seperti ini!"
"Tadi mas Lanzi ijin pulang sebentar,kek!"
Leonard duduk-duduk santai bersama Triana dan Tom.Triana melirik jam tangannya dan celingak celinguk seperti menunggu seseorang.Leonard yang sedari tadi memperhatikan Triana sedang gelisah itu pun menggerutu.
"Anak kurang ajar itu memang benar-benar tidak patuh.Padahal kakek sudah menyuruhnya menjagamu tapi apa?,dia malah membuat cucu mantu kesayanganku gelisah seperti ini!"
"Eh..bukan kok kek.Tri sedang menunggu teman Tri,Ike!.Dia bilang akan datang saat Tri mengundangnya kemarin.Saat pesta pernikahan Tri dia berada dikampung jadi tidak bisa hadir.Tri sangat merindukannya,kek!"
Triana memang sangat ingin bertemu dengan Ike.Leonard mengusap rambut Triana dengan penuh kasih sayang.
"Kakek antar kamu ke kampungnya kalau begitu!"
"Aku datang Tri!"
"Ikee!!"
Triana bangun dan berlari kecil menghampiri Ike.Triana langsung memeluk Ike dengan erat.Ike membalas pelukan Triana tapi sambil memarahinya
"Bandel!!,,"
"Aahh kangen,Ke!"
"Aku tahu kamu lagi kangen tapi kamu sedang hamil dan berlari seperti itu!,mau aku pukul hah!"
Triana tersenyum dipelukan Ike.Lanzi kemudian datang dengan membawa seorang wanita paruh baya.
"Trii!!,,"
Triana melepaskan pelukannya pada Ike.Triana meneteskan air mata,dia serasa sedang bermimpi mendengar suara ibunya.Dia terpaku tak mau menoleh ke belakang.Ike memegang kedua pundak Triana dan mengangguk.
__ADS_1
"Trii..ini ibu!"
Triana perlahan menoleh.Dia terpaku melihat Lanzi yang berdiri disamping ibunya dan merangkul pundaknya.Triana sampai detik ini tak pernah mau menceritakan tentang orang tuanya.
"Sayang..bicaralah dengan ibu di mobil.Mas tunggu disini!"
Triana menuruti perkataan Lanzi.Dan mereka pun masuk kedalam mobil Lanzi.Lanzi tidak mau jika pembicaraan Tri dan ibunya mengganggu pesta pernikahan Casandra dan Surya.
"Untuk apa mencariku?"
"Ibu kangen sama kamu Tri!"
"Kangen?,sungguh setelah ibu membuangku dari hati ibu selama belasan tahun!,sungguh hebat.Ibu pikir satu kata kangen dari bibir ibu bisa mengobati sakit hatiku!"
"Ibu tidak akan memohon kamu memaafkan ibu.Tapi biarkan ibu tetap meminta maaf padamu!,Ibu hanya ingin menyerahkan ini padamu dan kembali pulang kekampung!.Ibu bahagia mendengar dari Ike bahwa kamu sudah menikah dengan lelaki yang sangat baik,dan juga sedang mengandung cucu ibu!"
Triana hanya diam mendengarkan semua ucapan ibunya tanpa merespon.Saat ibunya pamit pun Triana tidak mau menjawabnya.
"Ibu pulang dulu.Semoga kamu bahagia,anak kesayangan ibu!"
Sebuah kotak ditinggalkan oleh ibunya Tri.Tri penasaran dan membuka kotak itu.Isinya sebuah buku tabungan,buku diary dan sebuah kalung mas putih.Tri ingat itu adalah kalung yang dia pinta untuk hadiah ulang tahun ke 17.Triana melihat surat pembelian kalung itu dan tertegun dengan tanggal yang tertera di surat pembelian kalung.Itu adalah tanggal ulang tahun Triana.Air mata Triana menetes dikedua pipinya.
"Jadi ibu membelinya,hikkss hikkss!"
Triana membuka buku tabungan.Tertera dengan nama Triana Safitri.Lalu terakhir dia membuka buku diary sang ibu.Triana membaca lembar demi lembar buku diary itu dan tertegun di bagian paling akhir buku.
"Hikkss hiikkss...ibuu..hikkss"
Tangisan Triana yang bertambah kencang itu terdengar oleh Lanzi dan Ike.Mereka menghampiri Triana didalam mobil.Lanzi masuk dipintu depan dan Ike dipintu belakang.Triana menangis tersedu dikursi depan disamping kemudi.
"Tri..kamu kenapa.Cerita sama aku Tri!"
"Sayang..Ike dan mas disini!,ceritalah pada kami!"
Triana hanya menangis tersedu menutupi wajahnya.Lanzi melihat buku diary yang ada dipangkuan Triana.Ike mendekat untuk ikut membaca apa isi diary itu.
"Mas..kejar ibu mas!,,kumohon kejar ibu!"
"Iya,iya kita cari ibu ya!"
Lanzi menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Tujuan pertama yang Lanzi tuju adalah halte bis.Lanzi sudah melewati beberapa halte bis tapi belum menemukan ibunya Tri.Sampai Tri menghentikan Lanzi di halte bis berikutnya.
"Mas itu ibu,mas!"
"Iya.Mas parkir dulu ya sayang!"
Lanzi memarkir mobilnya dibahu jalan.Triana lebih dulu keluar dan berlari ke arah ibunya.Ibunya Triana menoleh dan berlari secepat mungkin menghampiri Triana.
"Kenapa dia berlari seperti itu,dia sedang hamil!,aku harus segera menyusulnya entah dia akan memarahiku atau mengusirku menjauh.Yang jelas aku harus menghentikan dia berlari!"
__ADS_1
Ibu Triana bergumam sambil berlari.Saat sampai didepan Triana,sang ibu pun mengomel.
"Jangan berlari seperti itu,tidak baik untuk kandunganmu! "
Triana langsung memeluk ibunya dengan erat diiringi tangisan yang menyayat hati.
"Maafkan Tri,buu!!;,maafkan Tri hikss hikss!"
"Kamu tidak salah sayang,ibu yang salah!,jika saja setelah ayahmu meninggal ibu tak menikah lagi.Kita akan bahagia berdua.Maafkan ibu!"
"Tidak!!,ibu juga tidak salah.hikkss.Bisakah ibu tinggal bersama Tri?"
"Ibu harus pulang.Ibu tidak mau meninggalkan rumah peninggalan ayah.Disana banyak kenangan indah tentang masa kecilmu.Jangan sedih,ibu akan mengunjungimu saat kamu melahirkan.Jaga baik baik kandunganmu,jangan berlari lari seperti tadi.Ok.Bis ibu datang!"
cuupp..
Ibu Tri mengecup kening Tri,setelah itu dia naik kedalam bis dan melambaikan tangannya ke arah Tri.Ike dan Lanzi hanya memperhatikan mereka berdua dari jarak 10 meter.Ike dan Lanzi tersenyum melihat kesalah fahaman antara mereka sudah clear
***(7 bulan kemudian )
Ooeekkk ooeekkk oeekk..
Triana melahirkan di rumah sakit ibu dan anak.Semua berkumpul di ruang rawat Triana.Kakek Leonard,asisten Tom,Casandra,Surya,Ike dan suaminya,Lanzi.Dan terakhir Triana memandang ibunya yang sedang menimang cucu pertamanya dengan tersenyum lebar.
(Hari ini kebahagiaanku sungguh lengkap.Semua orang yang kusayangi semua berkumpul dihari special kelahiran anakku.Cassy dan Surya juga akan segera memiliki momongan.Meski kuliahku jadi berhenti ditengah jalan tetapi pendidikanku tak sebanding dengan senyum mereka.Senyum orang-orang yang kusayang dan juga orang orang yang menyayangiku.Terima kasih Tuhan perjalanan pencarian kami sudah berakhir,perahu cinta kami sudah berlabuh dipulau indah.Pulau kebahagiaan yang kami beri nama keluarga) hati Triana bergumam dengan tersenyum penuh kebahagiaan.Lanzi duduk ditepi ranjang rawat Triana.Lanzi merangkul pundak Triana yang sedang duduk beraandar.Triana merebahkan kepalanya di pundak Lanzi.Mereka tersenyum bahagia
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
thank you buat para readers..
mampir di akun noveltoon aq yuk
Serpihan hati yang hancur
karena author sukanya cerita romance comedy.Jadi author harap kalian gak bosen2 baca dan dkung karya2 author
Happy ending for Triana dan Lanzi
terima kasih pda mangatoon dan readers yg dah dkung dan baca novel ini.
buat yg dah baca smpe end ataupun yg baru mampir dan membaca
aq ucapkan terima kasih banyak.
buat yg like, vote dn koment jg..
jngn lupa ksih ☆☆☆☆☆ ya hehe
buat kalian yg suka dngn novel ini terima kasih.
__ADS_1