
Triana mengajak Daren berjalan-jalan ke taman bermain, karena sudah lama Triana tidak keluar rumah. Untuk sedikit berolahraga Triana pun ke taman bermain bersama Daren. Daren bermain ayunan dengan gembira. Mentari senja bersinar hangat, tetapi aneh, karena tiba-tiba hujan turun padahal cuaca cerah. Untuk menghindari hujan, Triana menggendong Daren untuk mencari tempat berteduh. Triana membawa Daren masuk ke sebuah resto dan Triana memesan sup ayam jahe. Sup ayam jahe di resto itu adalah menu favorit yang banyak dipesan pembeli. Triana dan Daren juga sangat suka dengan makanan itu.
Pesanan Triana dan Daren sudah datang. Daren sangat suka dengan wortel, Daren mengaduk sup itu untuk memakan wortelnya lebih dulu. Triana tersenyum, lalu ia memilah wortel yang ada di mangkuknya dan menaruhnya di mangkuk Daren. Hujan sudah berhenti, sepertinya hanya hujan yang terbawa angin saja. Triana menatap keluar jendela. Triana tertegun memandang sosok yang familiar. Ia terlihat masuk dan memesan makanan untuk dibawa pulang. Orang itu menoleh dan melihat Triana yang juga menatapnya.
"Sony," gumam Triana pelan.
"Hah, Mama ngomong apa?" Daren bertanya karena mendengar gumaman pelan dari mulut Triana. Lelaki itu tersenyum dan menghampiri Triana lalu menyapa Triana dan duduk di samping Daren.
"Triana, kan?" tanya Sony.
Triana tersenyum, ternyata ingatannya tidak salah.
"Apa kabar?" tanya Triana.
"Baik, bagaimana denganmu?"
"Baik juga," jawab Triana.
Mereka mengobrol sambil menunggu pesanan Sony siap. Ternyata Sony juga membeli sup ayam jahe di resto itu. Sony baru saja menikah dua bulan yang lalu dan kini istrinya sedang hamil dua minggu. Istrinya ingin memakan sup ayam jahe dari resto itu. Padahal rumah Sony lumayan jauh dari resto itu. Triana memperkenalkan Daren pada Sony.
"Tuan Sony, pesanan anda," ucap pelayan di meja order. Sony melambaikan tangan dan berdiri.
"Kurasa, aku harus segera pulang, pesananku sudah siap. Sampai jumpa, Tri, senang bertemu kembali denganmu," ucap Sony berpamitan lalu menghampiri meja order dan membayar pesanannya. Dia menoleh sekilas ke arah Tri sambil melambai dan tersenyum. Triana membalas lambaian tangan Sony.
Di depan resto dari dalam sebuah mobil, Lanzi melihat pertemuan Triana dengan Sony. Lanzi merasa cemburu, karena ia ingat dengan jelas, Sony adalah pria yang pernah menyukai Triana dan mengikuti Triana sampai ke Bandung saat Triana melarikan diri dari Lanzi. Lanzi keluar dari dalam mobil setelah Sony pergi menaiki mobilnya. Lanzi masuk ke dalam resto dan duduk di depan Triana, di samping Daren. Triana yang awalnya menunduk kemudian menoleh saat melihat ada orang yang duduk di samping Daren.
"Mas, sudah pulang kerja? Kok tahu aku disini?" tanya Triana.
"Sudah. Tadi ... Mas, sudah pulang ke rumah. Kata ibu, kalian kesini, jadi Mas susul. Ngomong-ngomong, pria tadi ...." Lanzi menatap Triana yang mencoba mencari tahu arah pertanyaan Lanzi.
"Oh, itu. Sony, maksudnya. Dia kesini karena istrinya sedang hamil muda dan ingin makan sup ayam jahe dari resto ini. Kenapa? Mas cemburu?" tanya Triana.
"Tidak," ucap Lanzi.
__ADS_1
Triana tersenyum, makanan mereka sudah habis dan Triana mengajak Lanzi dan Daren pulang. Daren digendong Lanzi sampai ke mobil. Triana masuk dan duduk di belakang bersama Daren.
"Papa, jadi sopir," ucap Daren. Lanzi mengacak rambut Daren.
"Ok. Sekarang Papa jadi sopir Daren dan Mama, nanti saat Daren dewasa, Daren juga harus jadi sopir Mama dan Papa, haha," jawab Lanzi. Daren mengangguk sambil tersenyum.
***
Malam hari.
Aurel menatap jam dinding, baru jam delapan malam. Hari ini, entah kenapa, Aurel merasa sangat lelah sekali. Tidak seperti biasanya. Tidak terasa juga, sudah tiga bulan Aurel menjadi pelayan di restonya. Erin melihat wajah Aurel yang pucat dan seperti sangat kelelahan.
"Rel, istirahat saja dulu. Biar aku dan yang lain yang lain saja yang mengerjakan tugas," ucap Erin. Semuanya mengangguk menyuruh Aurel beristirahat.
Corry mendengar ucapan mereka. Dengan diam-diam Corry pergi ke ruang istirahat, ia menuangkan minyak di depan pintu ruangan istirahat. Setelah selesai, Corry menutup kembali pintu ruangan itu dan kembali memasak di dapur.
"Darimana kamu?" tanya Dwiyan.
"Toilet," jawab Corry sedikit gugup.
"Akh ... !"
Brugh!
Dwiyan segera berlari ke arah suara Aurel. Ia melihat Aurel terbaring di lantai dan kesakitan. Dwiyan segera membantu Aurel untuk bangun. Erin yang masuk ke dapur untuk mengambil pesanan pun ikut berlari melihat Aurel. Erin segera berlari ke ruangan Gusti dan memberitahukan keadaan Aurel. Gusti pun segera mengikuti Erin.
"Sakit, aduh," rintih Aurel sambil memegangi perutnya. Di antara betis dan pahanya terlihat darah yang merembes hingga ke lantai.
Semua mata yang melihatnya segera berbisik-bisik.
"Eh, Aurel seperti keguguran saja, darahnya keluar diantara kedua pahanya begitu," ucap salah satu staf dapur.
"Ternyata kamu gadis nakal juga, ya. Kamu pasti sedang hamil kan?" tanya Corry sarkastis.
__ADS_1
Gusti segera menggendong Aurel.
"Kalian semua kembali bekerja dan jangan bergosip," ucap Gusti. Ia menyuruh Erin untuk ikut dengannya. Gusti membawa Aurel ke dalam mobil dan mendudukkan Aurel di kursi belakang. Erin duduk di samping Aurel dan memeluk Aurel yang terus merintih kesakitan. Darahnya terus saja merembes hingga menggenang dilantai mobil.
Gusti mengendarai mobil secepat yang ia bisa. Untung saja jalanan malam ini tidak terlalu ramai. Gusti sampai di depan rumah sakit.
"Erin, jaga Aurel sebentar! Aku akan mencari Dokter," ucap Gusti. Gusti masuk ke ruang UGD dan melapor pada petugas yang berjaga. Tak lama Gusti keluar dengan seirang perawat dan seorang Dokter serta dua orang petugas yang mendorong brankar. Aurel segera dipindahkan dari mobil dan di dorong dengan brankar ke ruang UGD.
Erin dan Gusti menunggu di depan pintu ruang gawat darurat. Gusti cemas sekali dengan keadaan Aurel. Pikirannya juga berkecamuk mengingat tuduhan Corry. Melihat dari keadaannya, sepertinya tuduhan Corry masuk akal bagi Gusti. Namun sekuat hati, Gusti menepis pikiran itu. Gusti tidak percaya jika Aurel bisa hamil di luar nikah.
-------------------------------------------
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu
-Putri Yang Tergadai
Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘
Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.
__ADS_1
Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏