Kupilih Hatimu

Kupilih Hatimu
KPH (60)


__ADS_3

Erin bangun dari samping ranjang Aurel. Erin keluar dari ruang rawat Aurel. Ia pergi mencari toilet, dan toilet itu berada di ujung lorong lantai dua. Erin masuk kedalam toilet dan membasuh wajahnya kemudian ia menatap wajahnya di cermin.


"Kenapa aku harus cemburu? Aku bukanlah siapa-siapa bagi Kak Gusti. Tapi ... rasanya sungguh sakit. Siapa sebenarnya wanita itu?" Erin bertanya-tanya sendiri sambil memandang lurus ke arah depan. Melihat pantulan wajahnya yang lelah. Bukan lelah menunggu dan menjaga Aurel, tapi lelah untuk berharap. Erin lelah menunggu cinta Gusti, lelah mengharapkan Gusti yang tidak ada rasa padanya.


Tidak terduga oleh Erin, ternyata Alea juga pergi ke toilet. Alea tersenyum hangat pada Erin. Erin membalas senyuman Alea. Saat Erin ingin keluar dari toilet, ia mengurungkan niatnya. Karena sebuah teguran halus dari Alea.


"Kakak suka dengan Kak Gusti?" tanya Alea.


"Itu urusan saya," jawab Erin.


"Tapi Kakak cemburu pada saya, jadi saya ingin menjelaskan. Saya bukan orang yang pantas Kakak cemburui, karena saya baru bertemu Kak Gusti beberapa jam yang lalu. Itu juga karena dia memukuli Kak Fariz. Saya tidak mengenal dia sebelumnya dan tidak punya hubungan apapun dengannya. Kakak bisa tenang. Saya sarankan, sebaiknya Kakak ungkapkan perasaan Kakak." Alea masuk ke dalam salah satu bilik toilet setelah selesai berbicara dengan Erin.


Erin pun keluar dari toilet. Ia memikirkan kembali ucapan Alea. Namun, Erin tidak bisa mengatakan apa yang ia rasakan karena tahu di hati Gusti telah tersimpan nama orang lain. Erin sampai di dalam ruangan Aurel.


"Rel, aku pamit pulang, sudah malam. Cepat sembuh, ya," ucap Erin.


"Terima kasih, Rin. Hati-hati di jalan," ucap Aurel.


Setelah Erin pergi dari ruangan Aurel, Gusti juga berpamitan. Gusti mengejar Erin yang sudah lebih dulu pergi. Namun Gusti tidak menemukan keberadaan Erin. Gusti sudah sampai di lobby rumah sakit, tapi Erin juga sudah tidak ada di sana.


"Cepat sekali hilangnya, kemana dia?" gumam Gusti.


Gusti masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan parkiran rumah sakit. Tidak jauh dari rumah sakit, Gusti menemukan Erin yang sedang duduk di halte. Gusti berhenti di dekat halte dan turun menghampiri Erin. Erin berdiri saat melihat Gusti menghampirinya.

__ADS_1


"Pak Gusti, ngapain Bapak kesini?" tanya Erin.


"Ya, cari kamulah," ucap Gusti.


"Mencari ... sa-ya?" tanya Erin dengan gugup.


"Ya. Ini sudah larut malam, tidak baik jika kamu pulang sendiri. Saya antar kamu pulang, ayo!" Gusti menarik lengan Erin.


Deg!


Jantung Erin serasa berhenti berdetak saking terkejutnya. Sedetik kemudian detak jantungnya kembali dengan detakan yang lebih cepat dari biasanya. Erin sangat gugup hingga mengeluarkan keringat dingin. Tangan yang digenggam Gusti pun ikut basah.


"Tanganmu, dingin sekali. Apa kamu sakit?" tanya Gusti sambil membuka pintu mobil dan menyuruh Erin masuk. Gusti masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi. Gusti menyalakan mesin mobil lalu tancap gas. Ia mengulang kembali pertanyaannya.


"Tidak, Pak," jawab Erin. Ia tidak berani menatap Gusti, ia hanya menatap lurus ke depan. Melihat jalanan yang lengang.


"Kenapa tanganmu begitu dingin?" tanya Gusti.


"Itu mungkin karena saya duduk di halte dan kena angin malam," ucap Erin gugup.


"Oh, begitu. Aku khawatir kamu sakit, syukurlah kalau tidak sakit," ucap Gusti sambil tersenyum.


Erin memberanikan diri melirik sebentar ke arah Gusti. Erin bahagia dan tidak percaya dengan pendengarannya saat Gusti mengucapkan kata khawatir. Namun sedetik kemudian, Erin sadar, pasti karena ia adalah bawahan Gusti, karena itulah Gusti khawatir. Erin kembali kecewa, karena telah salah sangka.

__ADS_1


------------------------------------


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO 


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa 


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu 


-Putri Yang Tergadai 


Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘


Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.

__ADS_1


Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏


__ADS_2