
Murid fakultas seni lukis berkurang seperti sebelumnya.Karena mengetahui Aryan aka Lanzi sudah menikah,mereka yang tadinya ingin mendekati Lanzi jadi mundur.Lanzi duduk dikursinya sedang Triana seperti biasa duduk dibelakang
"Baru gw mau nembak lo..eh lo dah married ckk keduluan sama orang kaya.Ternyata lo pintar nyari mangsa!!"ucap Reynaldi salah satu murid.Triana sedih mendengar ocehan Rey.Dia lalu duduk dan mempersiapkan kanvas dan peralatan lukisnya.Tapi saat Lanzi menerangkan Triana sama sekali tidak memperhatikan
"Pakk..saya ijin kebelakang"tiba tiba Triana menyela ucapan Lanzi yang sedang menerangkan
"Saya tahu itu cuma alasan kamu untuk bolos pelajaran saya kan?"ucap Lanzi tegas
"Tidak pak..saya tidak mencari alasan.Saya benar benar ingin pergi kebelakang"ucap Triana
(huhh sama istri sendiri kejam banget)gumam hati Triana
"Baiklah saya akan berhenti berbicara selama sepuluh menit.jadi kamu cuma punya waktu sepuluh menit.silahkan!"ucap Lanzi.Triana tidak menunda waktu dan langsung pergi ke toilet.Dia ingin menyegarkan wajahnya yang tidak bersemangat.Triana membasuh mukanya dan melamun di toilet
"Ah aku tidak peduli dia akan menghukumku didepan kelas atau apapun itu.Aku malas belajar hari ini.Ucapan Reynaldi tidak sepenuhnya salah,tapi rasanya sakit sekali mendengar ucapannya!"gumam Triana pelan
tak tok tak tok....Triana mendengar beberapa pasang suara sepatu perempuan yang berjalan makin mendekat ke arah toilet.Triana yang sedang berdiri didepan cermin segera masuk kebilik salah satu toilet.Dan benar memang suara langkah itu masuk kedalam toilet
"Haahh..sial banget sih.masa gw mesti kalah dari anak cupu itu"ucap salah satu diantara mereka
(Nancy)ucap hati Triana yang mengenali suara itu sebagai Nancy.Murid fakultas seni lukis yang masuk karena Aryan.dan keluar juga karena Aryan
"Nan!! masa lo langsung nyerah gitu aja.Rebut hati pak Lanzi dan buat mereka bertengkar lalu bercerai!,gw pasti bantuin lo!"ucap suara yang lain
(Mela)gumam Triana dalam hati
"Kalian tidak usah bergerak.Biar aku yang ambil tindakan"ucap suara ketiga.Untuk suara yang satu ini Triana tidak mengenalnya
(Itu suara siapa? aku rasa bukan anak fakultas seni.Tapi nada bicaranya sangat menyeramkan.Tubuhku merasa merinding semua.dia sepertinya orang yang kejam)Triana duduk diatas closet yang ditutup.Suara langkah kaki mereka terdengar keluar dan menjauh dari toilet.Triana bernafas lega
__ADS_1
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**di ruang seni
Sepuluh menit sudah berlalu sedari tadi.Lanzi sudah melanjutkan pelajarannya
"Baik sekarang kalian melukis dangan imajinasi kalian,saya ingin kalian melukis tanpa model.Lukiskan apapun yang ada dalam imajinasi kalian.Saya tinggal sebentar ke kantor dosen,kalian silahkan mulai!"ucap Lanzi.Lanzi pergi ke toilet dan bertanya pada mahasiswi yang keluar dari dalam toilet.Tapi mereka bilang toilet kosong semua tak ada orang yang berada dibilik toilet
Lanzi mendial nomor Triana tapi ponsel Triana ditinggal didalam tas di ruang seni.Sekali tak ada yang menyahut,Lanzi menelpon kembali dan Reynaldi yang mendengarnya diam diam mengambil ponsel Triana dan meriject panggilan dari Lanzi
"Triana kamu bukan cuma bolos kelasku tapi juga berani meriject panggilan dariku.Kemana sebenarnya kamu sembunyi!"ucap Lanzi kesal.Lanzi lalu kembali ke ruang seni.Reynaldi senyum senyum sinis melihat Lanzi
(Mampus lo berdua pasti bakal berantem gw yakin haha)ucap Reynaldi dalam hati.Lanzi duduk dikursinya tapi dipikirannya selalu tentang Triana
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Sebuah taxi berhenti didepan pemandian IT.Dan penumpangnya adalah Triana
"Tunggu sebentar ya pak!"ucap Triana
"Trianaa!!"ucap Ike yang khawatir karena Tri satu setengah hari tidak memberi kabar
"Kamu kemana aja sih..aku tahu kamu mau pindah tapi jangan langsung ngilang gitu aja.aku tuh khawatir!"ucap Ike panjang lebar
"Ke aku minta uang dulu buat bayar taxi.nanti aku ceritain semua sama kamu kemana aku seharian kemarin!"ucap Tri.Ike menyerahkan uang dua lembar berwarna biru pada Triana.Triana lalu memberikannya pada supir taxi lalu Ike menyusul Triana keluar dan mereka berdua naik ke rooftop
"Tri ceritain semuanya sama aku sekarang!"ucap Ike setelah mereka masuk ke rooftop
"Ke..kamu tahu tidak jika aku kemarin bertemu Lanzi Leonard!"ucap Tri
__ADS_1
"Lanzi suami hantu kamu itu?"tanya Ike
"Kok hantu?"tanya Tri bingung
"Ya hantu lah Tri.wajahnya aja gak boleh tahu.Terus gimana caranya bisa ketemuan sama suami kamu itu?" tanya Ike penasaran
"Ingat lelaki yang bernama Aryan?"tanya Tri
"Ingat ..ingat tapi apa hubungannya sama dia?"Ike makin heran dan penasaran
"Kamu dengerin ceritaku sekarang dari awal ya!"ucap Tri kemudian.Ike mengangguk serius
"Kemarin aku sudah membeli sebuah rumah.Karena uangku kurang jadi aku menggunakan uang yang ada di atm Lanzi.Dan dia mencariku dari transaksi e banking.Saat aku sedang melihat lihat isi rumah,anak buah Lanzi menemuiku dan mengatakan Lanzi ingin menemuiku!"ucap Tri berhenti sejenak
"Karena perjanjian yang aku tanda tangani menyebutkan 'Kapanpun Lanzi mencari dan menemuiku maka aku harus menerima dia sebagai suamiku..Dan saat aku melihat wajah Lanzi ternyata dia adalah Aryan dosen fakultas seni.Dan semalamm..aku menginap dirumahnya!"ucap Tri tertunduk malu
"Emm udah belah duren dong?"tanya Ike menggoda Tri.Tri menjawabnya dengan mengangguk malu malu
"Woww akhirnya Trianaku yang imut ini udah dibelah durennya haha"goda Ike
"Ikee jangan ledekin aku terus dong!"ucap Triana manja.Tri memeluk Ike sedih
"Terus kok udah ketemu sama suami kenapa malah sedih begini.Dia kasar sama kamu atau dia jahatin kamu hah..bilang sama aku Tri.aku pasti akan memberikan dia pelajaran!"ucap Ike marah
"Tidak...Ke.Ini bukan dia.tapi mahasiswa dan mahasiswi di kampus sepertinya tidak suka padaku.Tadi pagi mas Lanzi mengumumkan langsung soal kami yang sudah menikah!"ucap Tri
"Bagus dong.Dia berani mengakui kamu sebagai istrinya di kampus.Soal mereka yang iri biarkan saja.Ok!"Ike menyemangati Tri
"Raih saja kebahagiaan kalian berdua.tak perlu pikirkan pandangan orang lain"ucapnya lagi.Tri mengangguk dan merasa sedikit lega
__ADS_1