Kupilih Hatimu

Kupilih Hatimu
episode 6


__ADS_3


Tri berlari keluar gedung kampus dan menuju parkiran lalu masuk ke mobilnya.Tri menangis dalam mobilnya dan tidak segera menjalankan mobilnya


"ehh hikkss hikks...apa yang harus kulakukan?kenapa aku harus bertemu dia hikk hikk?"Tri bingung harus bagaimana.Tri menghapus air matanya dan merapikan kembali penampilannya.Tri tidak ingin membuat Ike khawatir,setelah merapikan make upnya Tri pun menjalankan mobilnya dan pergi dari kampus


 


Aryan masih didalam kantor kakeknya di kampus.Aryan berbaring di sofa yang ada dikantor kakeknya.Aryan menaruh lengan kanannya di kening dan lengan kirinya di perutnya.Aryan melamun memikirkan kegilaannya akhir akhir ini


 


"Bagaimana bisa aku berani menyentuh kekasih sahabatku Surya.aku tidak pernah merasa tertarik pada perempuan sampai segila ini.aku harus bagaimana?"gumamnya sambil menatap langit langit kantor


"Aku harus mengalihkan kegilaanku ini!"ucap Aryan pada diri sendiri.Dia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


"Halo.kau jemput aku di kampus sekarang!"Aryan langsung menutup telponnya dan mengambil jas yang tersampir di sandaran kursi lalu memakainya.Setelah itu Aryan menunggu mobil yang menjemputnya diparkiran.Tak lama kemudian datang dua buah mobil sedan berwarna hitam dan dari salah satu mobil itu keluarlah lelaki paruh baya yang memakai setelan jas hitam.Lelaki yang sama yang menemui Tri empat hari yang lalu


 


Lelaki itu turun dari pintu belakang sebelah kanan dan membukakan pintu belakang bagian kiri untuk Aryan.Aryan masuk dan duduk di jok belakang lelaki paruh baya itu menyusul kemudian mobil itu berlalu meninggalkan parkiran kampus


 


"Anda mau kemana tuan Lanzi?"ucap pria itu


"Aku akan pulang ke rumah kakek!.ee pak Kim bolehkah aku tahu seperti apa istri yang kau beli untukku?"tanya Aryan pada asisten pribadinya pak Takim nama dari pria paruh baya itu.Dan nama asli dari Aryan Navis adalah Lanzi Leonard cucu satu satunya Leonard


"Dia wanita sederhana dengan rambut ikal dan mata yang indah"ucap Kim.Saat Tri menemui Takim dulu memang Tri membuka ikatan rambutnya dan memoles sedikit wajahnya dengan make up


"Siapa namanya dan dimana dia tinggal?"tanya Lanzi


"Namanya Triana S.dan tempat tinggalnya saya tidak bisa memberi tahu karena saya sudah berjanji pada gadis itu tuan.saya mohon maaf"ucap Kim


"Kau memanggilnya gadis apa kau yakin dia masih gadis?perempuan yang biasa disewa oleh banyak lelaki tak mungkin rasanya jika dia masih gadis.bisa saja dia wanita yang ditinggalkan suaminya!"ucap Lanzi


"Tapi menurut penilaian saya dia tidak seburuk itu tuan!"ucap Kim membela Tri.


"Bagaimana kau bisa menilai dia dalam satu kali pertemua?"tanya Lanzi


"Hanya pandangan seorang ayah.Jika saya menjadi ayah tuan sudah pasti saya akan merestui tuan dengan gadis itu.Lagipula dia menikah dengan tuan untuk menggantikan sahabatnya yang berprofesi sebagai pacar sewaan"ucap Kim yang tidak tahu jika Tri juga menjadi pacar sewaan


"Ah jadi begitu.Baiklah aku sedikit pusing.bangunkan aku jika sudah sampai di rumah kakek!"ucap Lanzi lalu menyandarkan punggungnya kebelakang dan menutup matanya


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


**di rooftop


 


Tri sampai didepan pemandian IT dan langsung naik ke rooftop lewat tangga samping.Saat dia masuk ke dalam rumah telinga Tri menangkap suara janggal dari dalam kamar Ike


 


"Aahhh sayang hmmm faster ahhh"Ike mendesah didalam kamar dan Tri sadar apa yang sedang dilakukan Ike didalam sana.Tri juga mendengar suara lelaki


"Ehhh guamu sempit sekali sayang aahg ahhhh"ucap pria itu.Wajah Tri memerah mendengar desahan mereka berdua.Tri memutuskan keluar dari rumah dan turun lalu masuk ke pemandian dibawah.Tri duduk di meja resepsionis disamping Rara yang bekerja sebagai resepsionis disana


"Mba kenapa kok wajahnya merah gitu,mba lagi sakit?"tanya Rara


"Heh tidak Ra"jawab Tri sambil mengipas ngipasi wajahnya dengan tangan


"Oh saya kira mba Tri sakit.saya cuma khawatir!"ucap Rara


"Makasih ya Ra dah perhatian sama saya!"ucap Tri tulus


"Iya mba sama sama"jawab Rara.Rara kemudian melanjutkan pekerjaannya melayani tamu yang datang dan memesan kamar pemandian air panas


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


**di rumah Leonard


"Tuan bangun kita sudah sampai!"ucap Kim membangunkan Lanzi dengan menepuk punggung tangannya

__ADS_1


"Ehm kita sudah sampai?"tanya Lanzi


"Iya tuan kita sudah sampai!"Kim sudah membuka pintu untuk Lanzi.Lanzi dan Kim segera masuk ke rumah dan disambut kepala pelayan


"Tuan muda sudah pulang?"tanya perempuan tambun itu


"Iya..e bibi Sofia apa kakek sedang tidur?"tanya Lanzi pada wanita tambun bernama Sofia


"Tidak.saat ini tuan besar sedang duduk diranjang membaca koran.Tuan muda silahkan masuk saya akan menyuruh seseorang membuatkan teh herbal kesukaan tuan muda"ucap Sofia kemudian berlalu menuju dapur dan Lanzi menuju kamar kakeknya


tok tok tokkk.Lanzi mengetuk pintu


"Masuk"ucap Leonard


"Kakek apa kabar.apa kakek merindukanku?"ucap Lanzi menyapa sang kakek


"Aku tidak membutuhkanmu pergi sana bawa cucu mantu kesayanganku kesini!"jawab Leonard berakting marah


"Humm mentang mentang dah punya cucu mantu sekarang kakek tidak menginginkanku ohh rasanya sakit hatiku!"ucap Lanzi sambil memegang dadanya.Mereka semua tertawa mendengar kakek dan cucu ini bercanda


"Jadi kenapa kau tak membawa Triana bersamamu?"tanya Leonard serius


"Kek.Triana sedang kusuruh berbelanja sekarang.Aku menyuruhnya belanja furniture untuk mengisi rumah kami!"jawab Lanzi berbohong


"Ya sudah kakek istirahatlah saya ada urusan dengan pak Kim!"Lanzi lalu keluar setelah pamit pada kakeknya


"Pak Kim ikut saya ke ruang baca!"perintah Lanzi.Kim hanya mengangguk dan mengikutinya dari belakang.mereka berpapasan dengan Sofia yang akan membawakan teh untuk mereka.Kim mengambil alih nampan yang dibawa Sofia dan membawa nampan itu ke ruang baca


Mereka sampai ke ruang baca dan duduk dikursi kayu yang ada disana.empat kursi kayu yang mengelilingi meja bundar.Kim menaruh nampan dan menuangkan teh herbal kedalam dua cangkir


"Pak Kim saat kau bawa Triana kemari,seperti apa reaksi kakek?"tanya Lanzi penasaran


"Tuan Leonard sangat menyukai nyonya.Sepertinya mata orang tua tidak bisa dibohongi.Tuan Leonard juga memuji Triana sebagai gadis yang baik"jawab Kim


"Aku jadi penasaran ingin tahu seperti apa wajah istriku yang sangat disukai para pria tua disini"Lanzi berkelakar lalu Kim dan Lanzi terkekeh geli


"Pak Kim kau memberikan dia ATM dariku kan?"tanya Lanzi


"Saya sudah memberikan uang 500juta dan ATM dari tuan sesuai perintah"jawab Kim


"Satu satunya syarat yang diajukan nyonya adalah jangan mencari tahu dan mengawasi nyonya..jadi maaf saya tidak tahu!"ucap Kim


"Ah sudahlah sepertinya aku harus mencari tahu sendiri istriku ini seperti apa?dan pak Kim bisakah kau tempatkan satu orang untuk mencari tahu seorang mahasiswi bernama Ana maaf maksudku Triana Safitri"pinta Lanzi


"Kenapa namanya terdengar mirip nyonya.Triana S.apakah tuan curiga dia orang yang sama?"tanya Kim


"Entahlah yang jelas aku sangat ingin tahu tentangnya..semuanya mengerti!"


"Baik tuan!"jawab Kim


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


***dipemandian IT


"Mba..mba Tri bangun mba"Rara membangunkan Tri yang tertidur dengan telungkup dimeja


"Hmm apa mereka sudah selesai mendesah?"jawab Tri setengah sadar


"Hahh siapa yang mendesah mba?"tanya Rara kaget dengan ucapan Tri


"Hahh tidak tidak kamu salah dengar!"ucap Tri yang sadar sudah keceplosan sambil tersenyum canggung.Rara hanya ber oh ria dan pergi dari hadapan Tri.Tri melirik jam diponselnya


"Hm sudah jam makan siang ya.pantas Rara sudah keluar"gumam Tri pelan


drrttt drrttt ponsel Tri bergetar


"Halo Ke"sapa Tri


("kamu dimana Tri?")


"Dibawah di pemandian"jawab Tri


("Oh.aku kesana kalo gitu")

__ADS_1


Ike menutup telponnya.Tri hanya melamun setelah panggilan suara dari Ike berakhir.Entah kenapa Tri mengenang ciuman buas Aryan.Tri tidak mengerti meskipun kesal dengan kelakuan Aryan tapi Tri seolah ingin melindunginya agar orang lain tidak tau keburukannya.Itulah kenapa Tri tak bisa berteriak minta tolong saat Aryan mengganggunya


"Isshh dasar brengsek.menyebalkan"Tri berteriak kesal.Tri tidak mendengar ada yang masuk karena sedang melamun


"Brengsek.menyebalkan.siapa?aku?" tanya pria itu lembut.Tri mendongak kaget mendengar pertanyaan itu


"Su..Surya kok kamu disini?"tanya Tri.tapi Surya mengernyit heran mendapat pertanyaan dari Tri


"Kamu mengenalku?"ucap Surya karena merasa tak mengenal Tri.Tri lupa jika yang dikenal Surya hanya Ike dan Ana


"Eh iya mas.dari Ana.Oh iya mas kesini mau mandi air panas?"tanya Tri


"Oh gak.saya nyari Ana mau ngajak dia makan siang"jawab Surya ramah


"Oh tunggu sebentar disini saya panggil dulu!"ucapnya pada Surya


"Yun.kamu tolong jaga disini aku mau ke atas dulu"perintah Tri pada Yuna.Tri lalu pergi keluar dan berpapasan dengan Ike yang hendak masuk


"Loh Tri mau kemana?aku nyamperin malah kamu keluar!"ucap Ike


"Ada Surya didalam lagi cari Ana.aku ganti baju dulu"ucap Tri setengah berbisik setelah menjawab pertanyaan Ike lalu Tri berlari menaiki tangga samping dan masuk ke rumah.Disofa ruang tamu Tri melihat seorang pria yang sedang menonton tv.Pria itu menoleh pada Tri dan mematikan tv


"Hai aku tunangan Ike"pria itu berdiri dan menyapa Tri.Tri hanya mengangguk dan berlalu masuk ke kamar.pria itu juga masuk ke kamar Ike,karena merasa canggung pada Tri.Tri selesai mengganti bajunya dan turun kembali menemui Surya


"Hai..lama nunggunya?"tanya Ana


"Tidak juga.Oh iya mana wanita yang tadi memanggilmu?"tanya Surya


"Dia sedang makan diatas"jawab Ana


"Oh.apa dia adikmu?aku lihat wajahnya sedikit mirip denganmu?"tanya Surya kembali


"Sepupuku.oh iya kita mau kemana mas?"


"Aku ingin mengajakmu makan siang.Ayo kita berangkat"ajak Surya.Ana mengikuti Surya tak lupa pamit pada Ike


"Ke aku jalan dulu ya"Ana melambai pada Ike dan Ike membalasnya.Surya membuka pintu mobil untuk Ana setelah itu dia duduk di belakang kemudi lalu melajukan mobilnya ke arah resto seafood favorit Surya


"Kamu gak alergi seafood kan?"tanya Surya


"Tidak mas"jawab Ana singkat.Surya memperhatikan leher Ana yang ditutupi syal.Surya berpikir pasti Ana malu jika kissmark yang ditinggalkan Surya terlihat orang lain.Surya tersenyum kecil melihat Ana yang kepanasan dan mengipasi wajahnya dengan tangan


"Kalo panas kenapa gak dibuka aja syalnya?"goda Surya.Ana hanya mendelik menatap Surya.Surya terkekeh geli ditatap seperti itu oleh Ana.mereka sampai di resto seafood mewah.mereka disambut pelayan disana


"Atas nama bapak siapa pak reservasinya?"tanya pelayan


"kamu reservasi dulu mas.kapan reservasinya?"tanya Ana


"Atas nama Aryan mba!"jawab Surya.Ana terkejut jika ternyata mereka akan makan bertiga dengan Aryan


"Kita makan bertiga mas?"tanya Ana


"Tidak.kita makan berempat.kebetulan aku dan Aryan terlibat projeck bareng"jawab Surya


"Oh"jawab Ana singkat.mereka mengikuti pelayan itu ke ruangàn pesanan Aryan.Pelayan itu membukakan pintu dan mereka masuk kedalam.Surya menarikkan bangku untuk Ana tepat di depan Aryan dan Surya duduk disamping Ana


"Baiklah karena pak Surya juga sudah datang mari kita mulai saja.Jadi di berkas berkas ini sudah tertulis denga jelas point point yang harus disepakati tentang tanah yang akan dijadikan universitas LL,silàhkan anda baca pak!"ucap klien mereka.Surya membacanya dan mendiskusikan berdua dengan sang klien.Sementara Aryan terus menatap tajam ke arah Ana membuat Ana merasa gugup dan takut jika Aryan mengatakan identitasnya pada Surya


"Ok.saya setuju dengan berkas ini.bagaimana menurutmu Lan?"tanya Surya.Ana heran mendengar Surya memanggil Lan bukan Yan


"Kalau kamu setuju sudah pasti aku setuju Sur!"jawab Aryan


"Baiklah kalau begitu silahkan bapak tanda tangan disini.dan pak Surya disebelah sini!"ucap klien itu menunjukkan tempat untuk ditanda tangani mereka.Surya dan Aryan menandatanganinya lalu klien itu langsung pamit pergi


"Baiklah kalo gitu saya permisi.dan maaf saya tidak bisa ikut makan siang karena saya harus mengejar pesawat saya yang akan take a way setengah jam lagi"mereka berjabat tangan dan klien itupun berlàlu keluar


"Yasudah lebih baik sekarang kita makan karena aku sudah memesan lebih dulu maaf jika menu yang kupilihkan tak sesuai keinginan kalian"ucap Aryan


"Tak apa kami tidak keberatan.iya kan sayang?"


"Iya mas.ga masalah"Ana terus menghindari tatapan Aryan yang seolah menguliti tubuh Ana.tatapan tajam Aryan pada Ana hanya jika Surya sedang tidak menatapnya.Dengan jail Aryan melepas sepatunya dibawah meja dan dijulurkan kedepannya mengusap ngusap betis Ana dengan telapak kakinya.Ana terkesiap dan bangkit dari duduknya membuat Surya kaget


"Ada apa sayang?"tanya Surya

__ADS_1


"En..itu mas aku pamit ke toilet dulu"jawab Ana lalu pergi dari sana.Aryan memakai sepatunya kembali dan tersenyum puas setelah menjahili Ana


__ADS_2