
Triana masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri. Saat keluar dari kamar mandi, Triana melihat Lanzi sudah berbaring di ranjang.
"Mas, tidak mandi?" tanya Triana.
"Kalau sudah mandi, apa aku dapat hadiah?" goda Lanzi.
"Ada ada saja. Terserah Mas juga, sih. Mandi atau tidak. Cuma kalau Mas tidak mandi, jangan harap tidur di kamar ini, karena aku pasti mengusir Mas keluar. Hahaha," ucap Triana sambil tersenyum.
Lanzi segera bangun dan melangkah menuju kamar mandi. Ia tidak mau tidur sendirian, karena ia sudah terbiasa tidur sambil memeluk Triana. Setelah mandi dan memakai baju, Lanzi turun mencari Triana.
"Sayang, kamu dimana?" panggil Lanzi.
Ternyata Triana sedang bicara di teras belakang dengan Fitri. Lanzi tidak jadi menghampiri Triana, karena Fitri ingin membicarakan hal pribadi pada Triana. Lanzi memilih menonton televisi saja. Lanzi tidak ingin menguping pembicaraan mereka berdua. Entah masalah sepenting apa yang Fitri katakan sebagai hal pribadi.
" Tri, Mama tahu, Mama sudah berjanji untuk tidak menikah lagi. Tapi, ada seseorang yang melamar Mama dan ia adalah orang yang sangat baik. Bagaimana menurutmu?" tanya Fitri.
"Mama menyukainya?" tanya Triana.
Melihat ibunya terdiam, Triana tahu jika jawabannya Fitri menyukai orang itu. Triana tidak bisa melarang atau menghalangi kebahagiaan ibunya. Namun Triana belum tahu, siapa orang yang telah melamar ibunya.
"Tri tidak masalah jika Mama ingin menikah dengannya. Hanya saja, Tri belum tahu seperti apa pria yang melamar Mama," ucap Triana.
"Em, dia adalah, Pak Tom," ucap Fitri.
" Kalau Pak Tom, Tri jelas setuju. Dia orang yang baik dan penyayang juga bertanggungjawab. Kapan Mama dan Pak Tom akan menikah?" tanya Triana.
"Segera," jawab Fitri singkat. Fitri tersenyum setelah mendapatkan izin dan restu dari Triana. Sekarang Fitri bisa menjawab pertanyaan Tom. Menjawab lamaran yang Tom ucapkan kemarin. Triana pergi meninggalkan Fitri sendiri di teras belakang. Triana mencari Lanzi dan melihat sang suami itu sedang menonton acara bola di televisi.
"Mas, aku mau roti bakar keju," ucap Triana.
"Ok. Mas belikan sekarang," ucap Lanzi. Lanzi sigap langsung bangun dan hendak pergi tetapi dilarang oleh Triana.
__ADS_1
"Bukan beli, tapi buatan kamu. Kalau sudah jadi, diatas roti bakar keju itu dihias dengan gambar Mickey Minni," ucap Triana.
"Mickey Minni, apa itu?" tanya Lanzi tidak mengerti.
"Ya. Kamu cari saja di internet. Aku mau tidur siang sambil menunggu roti bakarnya siap," ucap Triana. Triana langsung pergi ke kamarnya.
Lanzi hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lanzi mencari di internet dengan mengetik nama yang Triana sebutkan. Ia mendapatkan gambar yang ia cari.
"Hah! Dia mau aku menggambar roti bakarnya dengan tokoh kartun. Tapi mereka lucu sekali. Saat kecil, aku tidak pernah menonton acara anak-anak. Baiklah, ayo kita masak roti goreng keju," ucap Lanzi. Ia segera pergi ke dapur dan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat roti goreng keju.
Setengah jam Lanzi berkutat dengan roti goreng dan menggambar karakter kartun diatas roti dengan selai coklat dan keju. Setelah selesai, Lanzi membawanya ke kamar. Lanzi membangunkan Triana.
"Sayang, ini sudah jadi," ucap Lanzi sambil menyodorkan sepiring roti goreng.
"Apa ini?" tanya Triana.
"Roti goreng," ucap Lanzi sambil tersenyum.
"Aku kan maunya roti bakar keju, bukan roti goreng keju. Aku tidak mau," ucap Triana. Ia berbaring menyamping membelakangi Lanzi.
"Tidak mau, makan saja roti gorengnya. Awas kalau tidak habis!" ancam Triana.
"Ya, udah, Mas makan rotinya. Tapi jangan ngambek, ya," ucap Lanzi.
Triana duduk dan melihat Lanzi yang sedang memakan roti goreng keju dihadapannya. Triana memperhatikan mulut Lanzi yang bergerak-gerak mengunyah. Perlahan Triana merasa ingin mencicipi roti goreng itu.
"Itu, enak, ya?" tanya Triana.
Lanzi tersenyum dan menjawab, "enak, mau?" Lanzi mengambil sepotong dan menyodorkannya pada Triana. Triana akan mengambilnya tapi Lanzi menarik tangannya menjauh. Triana jadi cemberut, sesaat kemudian ia tersenyum sumringah.
"Mas, suapin kamu," ucap Lanzi. Triana mengangguk dan membuka mulutnya.
__ADS_1
"Mama, Papa," panggil Daren. Daren baru saja bangun dari tidur siangnya dan mencari kedua orang tuanya. Daren naik ke ranjang dan duduk di pangkuan Triana. Lanzi menyuapi Daren roti goreng keju buatannya.
"Kalian suka roti goreng buatan Papa?" tanya Lanzi.
"Suka," jawab Triana dan Daren bersamaan.
Lanzi keluar setelah roti goreng keju di piringnya sudah habis. Lanzi pergi ke dapur dan melihat Fitri sedang memasak nasi tim. Lanzi ingin bertanya tetapi takut. Takut jika mertuanya berpikir Lanzi terlalu ikut campur urusan pribadi Fitri. Lanzi memilih untuk tidak bertanya dan hanya menaruh piring kotor ke tempat cuci piring. Lalu Lanzi kembali ke kamar dan tiduran bertiga dengan Daren sambil bercerita dan bercanda.
____________________________________
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu
-Putri Yang Tergadai
-Aunty Opposite Door I Love You
Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘
__ADS_1
Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.
Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏