Kupilih Hatimu

Kupilih Hatimu
KPH (52)


__ADS_3

Kriing Kriing.


Pelayan mengangkat telepon itu.


["Halo. Ini Tom, Nyonya ada?"]


"Nyonya sedang tidak enak badan, Pak Tom."


["Saya titip salam, Tuan muda sedang dirawat di rumah sakit. Jika memungkinkan, tolong bibi sampaikan tapi jika keadaan Nyonya tidak memungkinkan ... beritahukan nanti saja!"]


Panggilan telepon terputus. Pelayan rumah Lanzi menghampiri Triana di kamar dan meliht keadaannya.


"Nyonya sudah merasa lebih baik?"


"Ada apa, Bi? Siapa yang telepon?"


"Pak Tom. Dia bilang Tuan Lanzi sedang dirawat di rumah sakit," ucap pelayan itu.


Triana tidak merespon apapun, ia hanya menyuruh pelayan itu kembali ke dapur dan buatkan Triana segelas susu untuknya.


Di dapur, Fitri sedang mengambil es krim untuk Daren. Ia menanyakan siapa yang tadi menelepon. Dan pelayan itu menjawab sama seperti dia menjawab Triana. Fitri bergegas mengambil susu dari tangan pelayan itu dan memberikan es krim untuk Daren padanya.


"Bibi tolong jaga Daren, dan berikan es krim itu untuknya. Susu ini biar saya yang bawa," ucap Fitri. Ia bergegas naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar Triana. Triana sedang duduk bersandar sambil terisak. Triana merasa sakit saat Lanzi sakit, tetapi ia sangat kecewa pada Lanzi dan masih tidak ingin menemuinya.


"Tri, ini susunya! Apa kalian sedang ada masalah? Kenapa kamu malah menangis disini, tidak akan menjenguk Lanzi?" tanya Fitri.


"Tri, capek, Ma," ucap Triana.


"Mama sangat mengenal watak kamu, jika kamu seperti ini ... pasti ada sesuatu yang membuatmu kecewa. Katakan pada Mama, apa kamu sudah tidak menganggap Mama?" tanya Fitri.


"Mas Lanzi mempunyai istri yang lain, Ma," jawab Triana dengan mata berkaca-kaca.


"Apa?! Kamu pasti salah sangka, sayang. Mama tahu Lanzi sangat mencintai kamu. Jadi, mana mungkin," ucap Fitri.


"Tri mungkin tidak akan percaya, jika mulut orang lain yang mengatakannya. Yang membuat Tri sakit karena Mas Lanzi sendiri yang mengakuinya. Tri sakit hati, Tri kecewa, Ma. Setelah Tri begitu setianya pada Mas Lanzi tapi Mas Lanzi ...." Triana menangis di depan sang ibu.


Fitri tidak percaya jika Lanzi sanggup melakukan hal seperti itu. Bagaimana bisa Lanzi seperti itu. Fitri bergegas keluar dari kamar Tri dan pergi ke rumah sakit. Fitri tidak terima jika Triana harus menderita seperti saat ini. Apalagi dia kini tengah dalam keadaan lemah.


***


Di rumah sakit.

__ADS_1


"Pak Tom menelpon ke rumah?" tanya Lanzi.


"Ya, aku rasa Nyonya pasti khawatir mencari Tuan jika Tuan tidak pulang," jawab Tom.


"Benarkah?"


"Kalian sedang bertengkar? Kenapa?" tanya Tom.


Brakk.


Pintu ruang rawat Lanzi terbuka dengan dengan suara keras. Fitri masuk dan menatap Lanzi dengan penuh amarah. Dari tatapan Fitri yang begitu marah, Lanzi tahu Triana pasti sudah menceritakan semuanya pada Fitri. Tom yang tidak tahu menahu hanya merasa kaget dan heran.


Tom tahu sifat Fitri selama ini pada Lanzi begitu baik. Fitri begitu menyayangi Lanzi seperti anaknya. Tom menjadi semakin penasaran, ada masalah apa antara Lanzi dan Triana? Mengapa sampai membuat perempuan lemah lembut dan penyayang itu begitu murka.


"Mama tidak menyangka kamu tega menyakiti anak Mama. Kamu tega menduakan Tri, disaat dia sedang lemah. Kamu tahu kondisinya sedang hamil, dia sangat lemah saat ini dan kamu .... Kamu tega menikah lagi di belakang Tri. Jawab Mama, Lan? Kenapa kamu tega?" tanya Fitri.


"Apa? Menikah lagi? Nyonya, itu tidak mungkin. Pasti hanya sebuah kesalahpahaman," ucap Tom yang terkejut mendengar ucapan Fitri.


"Itu benar, Pak Tom. Saya memang menikah lagi," ucap Lanzi.


Tom terperangah, ia seperti tidak percaya. Tom berpikir mungkin Lanzi berkata demikian karena tidak ingin berdebat dengan mertuanya. Namun Tom kembali menganga tidak percaya saat Lanzi bercerita.


"Namanya Cintya Juniar, dia wakil asisten du kantor. Pak Tom pasti mengenalnya, tapi kejadiannya bukan seperti yang Mama bayangkan. Lanzi bisa jelaskan semuanya, Ma," ucap Lanzi.


Fitri segera melangkah pergi meninggalkan ruang rawat Lanzi. Akhirnya Tom tahu, apa yang membuat Lanzi begitu tertekan. Tom juga sama terkejutnya seperti Fitri, saat Lanzi mengatakan nama wanita itu. Tom mengenal Cintya, dia berhenti bekerja setahun yang lalu karena hamil diluar nikah. Tom tidak menyangka jika yang membuat Cintya hamil adalah Lanzi.


"Saya tahu apa yang Pak Tom pikirkan. Tapi kejadiannya bukan seperti yang Pak Tom pikirkan," ucap Lanzi.


Ia akhirnya menceritakan semuanya pada Tom. Tom hanya manggut-manggut mendengar cerita Lanzi. Tom akhirnya bernapas lega karena Lanzi tidak berbuat hal yang macam-macam pada Cintya. Tom memiliki ide konyol untuk membuat Lanzi dan Triana berbaikan. Tom membisikkan sesuatu pada Lanzi dan sontak membuat Lanzi membelalak sempurna.


"Kondisi Tri sedang tidak baik dan Pak Tom menawarkan ide seperti itu. Aku tidak setuju," ucap Lanzi.


"Dia lemah karena kehamilannya, tetapi hatinya, ia cukup tegar dan tangguh. Saya rasa dia juga tidak akan sampai jantungan," kikah Tom.


Lanzi setuju dengan pendapat Tom, Triana wanita tangguh dan tegar. Lanzi setuju dengan ide Tom. Asalkan bisa bersama kembali bersama Triana, Lanzi bersedia melakukan apapun. Tom dan Lanzi pun menyusun rencana mereka untuk membuat Triana tidak lagi marah padanya.


***


"Sayang, sudah matang nih sayurnya." Fariz membangunkan Aurel yang tidur dengan wajah menelungkup di meja.


"Hem, sudah, ya? Maaf Aurel ketiduran," ucap Aurel sambil mengucek mata.

__ADS_1


"Aurel mandi dulu, deh, nanti baru makan. Kakak kalau sudah lapar, makan saja duluan tidak apa-apa." Aurel bangun dan pergi ke kamar untuk mandi. Fariz juga menyusul ke kamar untuk menaruh tas dan mengganti bajunya. Selesai berganti baju, Fariz duduk di ruang keluarga sambil mengerjakan tugas kuliahnya. Fariz belajar ilmu bisnis agar bisa memimpin perusahaan saat ayahnya menyerahkan kursi kepemimpinan padanya.


Fariz adalah anak pertama dari dua bersaudara. Melly menikah dengan Subrata, ayahnya Fariz dan memiliki dua orang anak. Anak pertama, Alfariz Subrata, dan anak kedua Azzalia Kirana Subrata. Fariz sudah mempunyai ilmu dasar bisnis dan pernah mencoba ikut bekerja bersama ayahnya mengelola bisnis textile terbesar di kota Malang. Namun Fariz masih SMA kala itu, dan masih ingin lulus SMA, dia pun berhenti bekerja.


Aurel sudah selesai mandi dan duduk di meja makan, tetapi dia tidak melihat Fariz di dapur. Aurel bangun dan mencari Fariz yang ternyata sedang duduk di ruang keluarga.


"Kak, ayo makan!" ajak Aurel. Fariz menoleh ke arah suara Aurel.


"Oh, sudah mandinya?" tanya Fariz.


"Sudah, dong. Sudah wangi," ucap Aurel sambil tersenyum manja.


"Mana, sini! Kakak cium benar tidak sudah wangi?" tanya Fariz menggoda.


"Maunya," ucap Aurel cemberut.


Aurel melangkah lebih dulu menuju meja makan, Fariz mengikuti di belakangnya. Mereka makan malam bersama, setelah makan, mereka mencuci piring bersama. Mereka mengingat saat-saat mereka sebelum menikah dulu. Saat itu mereka juga sudah sering makan bersama dan mencuci piring bersama. Hanya status mereka yang sudah berubah. Status mereka kini sudah sah menjadi suami istri.


----------------------------------------


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO 


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa 


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu 


-Putri Yang Tergadai 


Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘


Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.

__ADS_1


Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏


__ADS_2