
hello readers
kisah ini cuma author bkin 30 episode
so siap siap ya buat say goodbye sama mereka
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**dirumah Aryan Navis
Seorang wanita membuka pintu rumah dan melangkah masuk.Dia menatap sekeliling.Semua perabotan dan furniture ditutupi kain putih.Wanita itu menyingkapkan kain yang menutupi sebuah bingkai fhoto.Fhoto tiga pria dan satu wanita.Wanita itu menangis,air matanya menetes jatuh ke atas bingkai yang kusam dan berdebu.Air matanya membuat debu itu terbawa oleh tetesan air mata dan memperjelas sosok yang ada didalam fhoto.Sosok Lanzi,Aryan,Surya dan seorang wanita ditengah tengah.Ketiga pria itu berdiri dan si wanita duduk menyilangkan kaki bak putri yang diapit para ksatria
"Maafkan aku kak..hikss hikksss.maafkan akkuuu hikss hikss!"wanita itu menangis tersedu sedu.Wanita itu adalah Casandra,adik Aryan yang sudah tiga tahun dicari cari oleh Lanzi dan Surya.Wanita itu berjalan berkeliling rumah
"Tak ada yang berubah di rumah ini.Semuanya masih sama!"gumam Casandra.Dia lalu mencari orang yang mau bekerja menjadi asisten rumah tangga hari ini juga.Dan dia beruntung karena ada orang yang tak jauh dari rumah itu yang bersedia bekerja bersama Casandra
Sambil menunggu ARTnya datang,Casandra menurunkan semua kain yang menyelimuti perabotan di rumah itu.Tak lama ada yang mengetuk pintu
tok tok tokk..
Casandra menghampiri pintu dan membukanya
"Permisi bu.benar ibu sedang butuh ART?"tanya wanita itu
"Oh iya benar.saya memang sedang membutuhkan pembantu.Mba bisa apa aja?"tanya Casandra
"Oh semua saya bisa bu!"ucap wanita itu
"Baiklah saya terima kamu bekerja tapi jika kamu melakukan kesalahan saya akan pecat kamu!,apa kamu bersedia?"tanya Casandra
"Iya bu.saya bersedia dipecat kalau saya salah!"ucap wanita itu mantap
"Ok.kalau gitu kenalkan nama saya Casandra mba panggil aja saya non.Saya belum menikah jadi jangan panggil ibu ok.Nama mba siapa?"tanya Casandra
"Nama saya Anis!"ucap Anis
__ADS_1
"Ok mba Anis tolong bantu saya membersihkan rumah ini.Rumah ini sudah lama saya tinggal,jadi sangat berdebu!"ucap Casandra
"Baik Non!"jawab Anis.Mereka pun bekerja sama membersihkan rumah itu.Setelah tiga jam berlalu,Casandra menghempaskan pantatnya dikursi
"Haahhh akhirnya selesai!"Casandra menghela nafas panjang.Anis membawa sapu dan kain pel kebelakang rumah setelah itu menghampiri Casandra
"Non lapar atau haus mungkin?"tanya Anis
"Aku lapar sih bi.Tapi dirumah juga kosong tak ada apapun yang bisa dimasak.Jam berapa ini bi?"Casandra melihat jam tua kesayangan kakaknya itu sudah mati
"Jam 10 non!"jawab Anis
"Kalau aku ajak ke pasar mau tidak bi,aku perlu belanja sekalian memberitahu bibi makanan apa yang saya suka!"ucap Casandra
"Tentu saja non.Bibi bisa antar non kepasar kalau non mau kepasar ayo atuh!"ajak Anis
"Ok ayo bi!"ucap Casandra.Dia masuk kedalam kamar untuk mengambil dompetnya dan mereka keluar
"Non.kita jalan saja tidak apa apa kan?"tanya Anis
"Iya bi,saya juga tahu.Pasarnya kan hanya diujung gang ini kan!.Oh iya bi Anis tinggal dimana?"Casandra dan Anis mengobrol sepanjang perjalanan
"Pasar ini pasar tradisional non,bukan pasar modern.Tidak apa apa non ikut masuk?"ucap Anis saat mereka sampai didepan pasar
"Tidak apa apa bi!,dulu juga saya selalu belanja disini berdua dengan mendiang kakak saya!"Casandra tiba tiba sedih menyebutkan kakaknya.Anis hanya mengusap punggung Casandra untuk menghiburnya.Casandra mencoba untuk tersenyum dan mereka masuk kedalam pasar
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**dihotel kota B
Kamar hotel yang ditempati Sony begitu berantakan.Dia mengamuk membantingkan barang barang yang ada dihadapannya.Saat pagi hari layanan kamar datang dan Sony membukakan pintu
"Selamat pagi pak.Saya mau membereskan ka..maar!" pelayan hotel itu kaget melihat kondisi kamar yang super berantakan
"Kamu bersihkan semua itu.Akan kubayar jasamu 1jta.Setelah itu panggil manager hotel mengerti!"ucap Sony yang sudah sedikit tenang dan menerima kenyataan bahwa gadis incarannya adalah wanita bersuami.Cleaning service itu membereskan bekas kekacauan yang dilakukan Sony.Sony pergi berendam air hangat di bathtub
__ADS_1
Saat Sony keluar pekerjaan cleaning service itu sudah selesai dan tinggal menarik plastik sampah keluar
"Sudah selesai?"tanya Sony
"Sudah pak!"jawab cleaning service itu.Sony mengambil uang didompetnya sepuluh lembar dan menyuruh cleaning service itu memanggil manager hotel
"Ini untukmu dan tolong kamu panggilkan manager kesini.Saya harus mengganti kerugian disini sebelum saya pergi!"ucap Sony
"Terima kasih pak.Saya permisi kalau begitu!" Cleaning service itu pergi membawa sampah dari kamar Sony dan memanggil manager hotel.Tak lama kemudian manager hotel itu mendatangi kamar Sony.Sony langsung meminta manager menghitung kerugian atas barang barang yang sudah dia pecahkan.Setelah sang manager menghitung,Sony langsung transfer ke rekening hotel dan Sony langsung check out dari hotel.Sony mengendarai mobilnya dan pulang ke kota J
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**dikamar hotel Triana
"Sayang..bangun yuk!!"ucap Lanzi.Tangan Lanzi mengusap pipi Triana lembut.Triana membuka mata
"Pagi mas!"Triana bangun dibantu oleh Lanzi.Triana mengucek matanya
"Heii..memangnya tidak tahu apa,kalau tidak boleh mengucek ucek mata.Nanti tergores.Mendingan mandi sana sudah siang!"ucap Lanzi
"Màndiin,,"ucap Triana manja
"Hehe kamu yakin sayang mau mas mandiin?,sekedar info kalau dimandiin sama mas bisa bisa kelarnya sejam loh!"ucap Lanzi.Triana merengut sebal
"Udah jangan cemberut gitu,bikin mas gak tahan sayang!"ucap Lanzi sambil mencolek hidung Triana.Triana tersenyum manis menatap pria yang dicintainya itu
"Gak tahan apa mas?"ucap Triana pura pura tidak mengerti
"Gak tahan buat makan kamu lah.pura pura aja!,awas kalo sudah sembuh baru mas balas kamu tanpa ampun!"ancam Lanzi
"Hhaaahhh!"Triana menutup mulutnya yang menganga tak percaya
"Ampun mas,kasihani akulah mas.Jangan hukum aku yaa..please"Triana menyatukan tangannya dan memohon pada Lanzi
"Ehmm..mas pikirkan lagi nanti sekarang mas ada tugas penting!"ucap Lanzi
__ADS_1
"Tugas apa mas?"tanya Triana
"Tugas bawa kamu ke kamar mandi dan mandiin kamu!"ucap Lanzi lalu membopong Triana kekamar mandi