
"Saya memberi kalian waktu satu setengah jam untuk membuat sketsa awal,karena tidak mungkin saya harus seharian disini.Waktu saya hitung dari sekarang"Aryan menyetel alarm di ponselnya lalu ke posisinya memegang buku.Seperti biasa diluar ruangan selalu saja ada mahasiswi yang mengintip Aryan dari kaca.Apalagi hari ini Aryan sedang menjadi model lukisan muridnya
"Ahhh gue makin suka sama pak Aryan ohh cool banget Mel!"ucap Nancy pelan berbisik dengan Mela.Tri jengah mendengar mereka justru mengobrol bukannya melukis
"Kalian harusnya gak usah masuk kelas melukis tapi kelas mengejar dosen!"ucap Triana pelan dan mendapat tatapan tajam dari Nancy dan Mela.Tri melanjutkan sketsanya yang sudah setengah jadi
"Hem dia terlihat tampan saat dia diam begitu.Tapi sangat menyeramkan kalo dah beraksi hihi.Dia pria mesum menyebalkan"gumam Tri dalam hati.Tinggal bagian wajah yang belum digambar oleh Tri.Tri tiba tiba mendapat ide jahil,dia mengganti bagian wajah Aryan dengan karakter manga yang populer dengan nama Suneo.Tri tertawa geli dengan hasilnya,Tri menutup mulutnya agar tawanya tidak terdengar tapi seorang siswi disamping Tri tertawa keras terpingkal pingkal melihat sketsa milik Tri
Tri segera menutupi gambarnya dengan kanvas kosong.Tapi Aryan sudah terlanjur mendengar keributan itu.Aryan bangun dan menaruh bukunya,semua murid berhenti melukis dan melihat Aryan yang berjalan ke arah bangku belakang
"Ada apa Rosa? saya harap kamu punya alasan yang kuat kenapa kamu tertawa dan mengacau dikelas saya?"ucap Aryan
"Maaf pak.Saya refleks tertawa saat melihat sketsa milik Tri pak!"ucap Rosa.Aryan beralih menatap Tri yang terlihat gugup.Aryan menghampiri Tri
"Jadi kamu tertawa karena sketsa milik Tri,benar Ros?"tanya Aryan
"Iya pak!"jawab Rosa
"Jadi Tri bisa kamu tunjukan pada saya gambar apa itu?"tanya Aryan.Tri gugup dan tidak menjawab
"Apa kamu tuli hah?"bentak Aryan membahana diseluruh ruang kelas kesenian.Aryan membuka gambar yang ditutupi oleh Tri.Gambar Tri sebenarnya membuat Aryan ingin tertawa juga,tapi Aryan harus memberi pelajaran pada Tri
"Apa ini?"Aryan menunjukkan gambar itu dan akhirnya tawa membahana di ruangan itu termasuk Nancy dan Mela
"Kenapa diam? apa kamu tidak dengar saya bertanya! jadi kamu ganti dengan apa wajah saya?"tanya Aryan serius.Beruntung alarm di ponsel Aryan menyelamatkan Tri
"Karena jam pelajaran sudah habis silahkan kalian kumpulkan hasil sketsa kalian dimeja dan kalian boleh keluar,kecuali kamu Tri.Kamu bawa semua gambar itu ke ruangan saya,dan saya akan berikan kamu hukuman karena sudah berani menghina saya dengan sketsa ini"ucap Aryan.Semua sketsa sudah terkumpul di meja Aryan dan murid murid sudah keluar semua.Aryan melangkah keluar ruangan dan Tri menghela nafas
"Huufhh sial sekali aku hari ini! apa yang harus kulakukan,dia terdengar menyeramkan!!"gumam Tri pelan lalu melangkah ke meja tempat lukisan para murid dikumpulkan.Tri membereskannya dan melangkah gontai ke ruangan Aryan.Sampai didepan ruangan Aryan Tri mengetuk pintu
Tok tok tok..Tri mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban.Tri membuka pintu dan tidak melihat Aryan dimejanya.Tri melangkah masuk dan terlonjak saat terdengar suara dari belakangnya
Brraakkk..
Tri melihat Aryan menutup pintu dan menguncinya lalu mengambil kuncinya dan memasukannya ke saku celananya.Tri menjatuhkan semua sketsa yang dipegangnya,Tri gemetar melihat Aryan mengunci pintu.Tubuh Tri bagai terpaku ke lantai dan sulit bergerak
"Jadi sayang apakah bibirku seseksi ini?"Aryan menunjukkan sketsa milik Tri
"Maaf pak,saya akan perbaiki gambarnya!"ucap Tri
"Tidak perlu.Aku ingin kamu menggambar ulang sebagai hukumanmu!"ucap Aryan
"Apaa?"Tri kaget karena dia harus menggambar ulang
"Tidak perlu khawatir karena aku akan suka rela menjadi modelmu! ayo siapkan peralatanmu!"perintah Aryan.Tri mengambil pencil dan penghapusnya
"Tapi pak kanvas saya ada dikelas!"ucap Tri.Aryan lalu bangun dan mengambil kertas gambar A3 dan memberikannya pada Tri
"Pakai itu saja"ucap Aryan.Tri mengambil kertas yang diberikan Aryan.Dan Aryan bersiap menjadi modelnya.Aryan membuka dua kancing depan kemejanya dan juga kancing lengan kemejanya lalu menggulungnya sebatas sikut.Aryan lalu duduk berselonjor disofa dengan satu kaki lurus dan satu kaki ditekuk.Punggung dan satu tangan Aryan disandaran sofa dan satu tangan lainnya diletakkan di kaki yang tertekuk,pandangan mata Aryan menatap ke arah Tri dengan pandangan menggoda
Tri menelan ludahnya melihat pose seksi Aryan.Aryan tersenyum melihat Tri yang gugup melihatnya
"Bu buka.nnya posenya tidak seperti itu tadi pak Aryan?"tanya Tri
"Jika tidak dibedakan itu namanya bukan hukuman.Atau kamu lebih suka aku menghukummu dengan pose bugil?"ucap Aryan dengan berpura pura akan membuka kancingnya.Tri panik melihat Aryan mencoba membuka kemejanya
"Tidak tidak pak jangan bugil.Begitu saja tidak apa apa"ucap Tri menghentikan Aryan dan mulai menggambar sketsa Aryan.Tri sangat pintar dalam menggambar sketsa.Tri menggambar dengan serius dan sangat cepat karena Tri benar benar tidak nyaman melihat pose Aryan ditambah lagi dalam ruangan tertutup yang terkunci dan hanya berdua dengan Aryan
"Saya sudah selesai pak,boleh saya keluar sekarang?"ucap Tri gugup.Aryan bangun dan berjalan menghampiri Tri tanpa mengancingkan kemejanya.Wajah Tri memerah melihat dada bidang Aryan yang sedang berjalan menghampirinya.Aryan berhenti satu langkah didepan Tri
"Bagaimana bentuk tubuhku?"tanya Aryan
__ADS_1
"Menggoda..uppsstt ma maksud sa sayaa bagus kok pak!"Tri memukul mulutnya sendiri yang keceplosan
"Hehm.Hatimu sepertinya lebih suka mengatakan jika bentuk tubuhku itu menggoda!benar kan Tri?"ucap Aryan.Tri hanya diam tanpa menjawab lalu memajukan tangannya ke arah Aryan
"Saya sudah selesai dan saya minta kuncinya,saya ingin keluar dan pulang pak Aryan"ucap Tri
"Kamu tahu kan aku menyimpannya di saku celana.Ambilah sendiri!"Aryan merentangkan tangannya.Tri menyipitkan matanya tak percaya dengan kelakuan dosennya yang satu ini
"Bapak bercanda kan?saya mana berani merogoh saku celana bapak"ucap Tri mencari alasan.Aryan tetap diam tak menjawab.Akhirnya Tri memilih pergi dan menggedor pintu
"Halo ada orang diluar tolong buka!"ucap Tri menggedor gedor pintu ruangan Aryan.Tapi tak ada yang menyahut.Rupanya saat tiba dikantor tadi Aryan langsung menyuruh semua staff pengajar pulang.Tri terus menggedor pintu itu dan tetap tak ada yang menjawab.Aryan menghampiri Tri dan memeluknya dari belakang
"Aahh lepasin aku Ar.Kamu ini kenapa sih gangguin aku terus?"ucap Tri kesal
"Karena aku cinta sama kamu dan ingin mengejarmu!"ucap Aryan ditelinga Tri.Tri mencoba melepaskan tangan Aryan tapi Aryan makin mempererat pelukannya dan membalik tubuh Tri dan mendorongnya bersandar ke pintu.
"Tri apa kau memiliki sedikit saja perasaan untukku?"tanya Aryan
"Tidak!"jawab Tri singkat.Aryan lalu mencium paksa Tri seperti biasanya Tri mendorong dorong Aryan
"Ar lepasin aku hmm emmh lepas.Aryan aku sudah menikah!!"teriak Tri.Aryan menghentikan aksinya dan melepaskan pelukannya pada pinggang Tri.Aryan mundur dan mengancingkan kemejanya.Aryan mengambil kunci di saku celananya dan memberikannya pada Tri.Aryan berjalan ke sofa dan duduk disana sedangkan Tri sudah membuka pintu dan keluar dari sana
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**di parkiran kampus
Tri sampai diparkiran lalu masuk ke mobilnya.Tri menangis dalam mobil
"Hikkss hikss,,Kenapa hatiku justru harus jatuh padanya.Aku tidak bisa menerimanya.Aku tidak mau jatuh cinta tidak bisa karena aku sudah terikat kontrak pernikahan seumur hidup hikk hikk"Tri menyadari jika perasaannya sudah berubah pada Aryan.Tri baru menyadari jika dia menyukai Aryan
drrtt drrtttt..ponsel Tri bergetar
"Halo"sapa Tri
"Iya dengan saya sendiri!"jawab Tri
('saya dari agen properti,benar nona Triana sedang mencari rumah lewat agen kami?')
"Oh iya benar,apa sudah dapat?"tanya Tri
('Maaf nona rumah yang anda inginkan kami sudah menemukan sesuai keinginan nona.hanya saja budget yang nona sebutkan kemarin tidak cukup!')
"Katakan saja berapa saya ingin menempatinya hari ini juga.Kita bertemu langsung dilokasi.mba share location aja!"ucap Tri
('baik mba segera saya kirim lokasinya')
"Hm sampai jumpa disana"Tri menutup ponselnya dan melaju ke alamat yang sudah dikirim agen properti.Mobilpun pergi meninggalkan parkiran kampus
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**di ruangan kantor Aryan
Aryan melamun sedari tadi saat Tri pergi.
drrttt drrttt ponsel Aryan bergetar
"Halo Tom"ucap Aryan menerima panggilan
('halo tuan muda.saya sudah mendapat info tentang Triana Safitri orang yang suruh anda selidiki')
"Tidak perlu dilaporkan aku sudah tahu lebih dulu.kalian lambat sekali"Aryan langsung menutup telponnya dan merebahkan tubuhnya di sofa
__ADS_1
"Tri harusnya kamu jangan hadir dihidupku Tri.Kamu sudah milik orang tapi aku tidak bisa melepaskanmu Tri.Tidak bisa"Aryan melamun menatap langit langit
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**di komplek perumahan Cantika asri
Tri sampai didepan rumah yang akan dibelinya.Tri menunggu agen properti, sepuluh menit kemudian agen properti datang
"Selamat siang nona,maaf kami terlambat!"ucap si agen
"Tak apa.mana surat surat yang harus saya tanda tangani dan berapa jumlah yang harus kubayar?" tanya Tri to the point
"Nona tidak ingin melihat lihat dulu kedalam dan melihat kondisi rumahnya?"ucap sang agen
"Tidak perlu.Aku percaya kalian mencarikan yang terbaik untuk saya.Katakan berapa yang harus saya bayar?"tanya Tri
"Oh harga rumah ini 400juta nona dan ini surat jual beli yang harus anda tanda tangani dan yang ini sertifikat rumah ini"si agen menyerahkan surat jual beli dan sertifikat.Tri langsung mentransfer lewat E-banking
"400juta sudah saya transfer.dan ini bonus untuk kalian"Tri menunjukan bukti transferan di ponselnya lalu memberikan amplop coklat berisi uang 5juta untuk bonus kedua agen yang mencarikan rumah untuknya.Si agen lalu memberikan kuncinya dan pamit pergi.Tri segera masuk ke rumah dan mandi lalu berganti baju dengan baju ala Ana yang selalu dia bawa dalam tasnya.Tri lalu merebahkan tubuhnya disalah satu kamar yang ada di rumah barunya
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**diruangan Aryan
triing.. bunyi notifikasi pesan di ponsel Aryan.
Aryan membuka ponselnya dan membaca notif transferan dari tabungan yang atmnya dia berikan pada Tom untuk istri yang dibeli oleh Tom sebagai istri Lanzi
"Hmm dapat juga.Dia menggunakan uang ini untuk membeli rumah dari agen properti Z.Aku harus segera menemui istriku sebelum aku tambah tergila gila dengan istri orang"ucap Aryan.Aryan lalu melacak keberadaan Triana melalui anak buahnya.Aryan menelpon salah satu anak buahnya
"Halo..ken tolong kau cari tahu dengan cara apapun tentang Triana S dari agen properti Z.Tanyakan alamat Triana S yang membeli rumah dari agen itu ok saya tunggu kabarnya"Aryan langsung menutup ponselnya dan duduk dengan gelisah dikantornya.Aryan menunggu hampir dua jam lamanya.Setelah dua jam berlalu ponsel Aryan pun bergetar di sakunya.Aryan segera menjawab panggilan itu
"Bagaimana Ken?"tanya Aryan tak sabar
"...."dari seberang telpon.
"Ok.Terima kasih dan tolong kamu dan asisten Tom jemput saya di kampus sekarang juga!"ucap Aryan.Aryan bersiap menuju alamat yang disebutkan Ken di telpon.Aryan merapihkan penampilannya lalu memakai jasnya dan menunggu mobil yang akan menjemputnya di parkiran.Lima belas menit kemudian mobil sedan hitam itu sampai di parkiran dengan Ken dan supir di bangku depan dan Tom di bangku belakang.Aryan masuk dan duduk dibelakang bersama Tom lalu mobilpun segera melaju meninggalkan parkiran
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**Di rumah baru Triana
Setelah istirahat dan tidur selama dua jam Tri bangun dan mencuci mukanya.Karena merasa lapar Tri memesan makanan dari resto paling dekat melalui delivery order.Tri melihat lihat sekeliling ruangan rumah itu karena tadi dia merasa sangat lelah jadi memilih untuk beristirahat lebih dulu.
"Rumah ini sesuai dengan keinginanku.Mereka benar benar tidak mengecewakan"gumam Tri pelan.Rumah itu mempunyai dua kamar ukuran 4×4 meter,ruang tamu,ruang makan,dapur,dan kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur.Rumah sederhana yang cukup untuk ditinggali dua orang
"Andai saja Ike mau pindah kesini dan tinggal denganku"Tri mendesah pelan.Sepuluh menit kemudian bel rumahnya berbunyi
ting tong
"Sepertinya pengantar makanan?"ucap Tri.Tri berjalan ke pintu dan membukanya.Pandangan Tri melongo kaget karena yang datang bukan pengantar makanan melainkan dua orang pria memakai setelan jas dan celana hitam dengan kemeja putih.Tri ingat jika mereka adalah para bodyguard Lanzi Leonard yang dulu mengantarnya mendaftarkan pernikahan
"Selamat sore nyonya.Anda masih ingat saya?"tanya asisten Tom
"Saya ingat.Ada apa kalian kesini bukankah saya sudah bilang jangan memata matai saya"ucap Tri
"Maaf nyonya tapi tuan Lanzi tahu anda disini dari transaksi E-banking anda.Dan anda masih ingat bukan point terakhir surat perjanjian yang anda tanda tangani bahwa jika suatu saat tuan Lanzi mencari anda maka anda harus menerima tuan Lanzi sebagai suami anda?"ucap asisten Tom
"Saya ingat.Lalu?"ucap Tri
"Saat ini tuan Lanzi ada di mobil dan ingin bertemu dengan anda!"ucap asisten Tom
__ADS_1
"Suruh dia masuk saya tunggu di dalam!"Tri membuka lebar pintunya dan mempersilahkan asisten Tom masuk dan Ken menghampiri Lanzi di mobil dan menyampaikan pesan dari Tri