
Pada esok harinya......
Raja Tan Soan Kong dan Tio Cu, dua raja telah sampai. Sedang Coa Ai-houw sekalipun merasa sakit hati kepada Raja Couw, sudah takluk kepada Raja Couw, tetapi dia datang ke pertemuan para Raja Muda itu.
Empat Raja Muda yang melihat Raja Cee datang tidak membawa angkatan perangnya, mereka segera mengundurkan kereta perang mereka kira-kira dua puluh li jauhnya.
Waktu itu akhir bulan Ji-gwe (bulan dua Imlek), tetapi Raja-raja Muda yang diundang belum kumpul seluruhnya. Raja Cee jadi kurang senang, dia berunding dengan Koan Tiong.
”Raja-raja Muda yang diundang banyak yang belum datang,” kata Raja Cee Hoan Kong, ”apa tidak lebih baik kita ubah waktu pertemuannya. Kita harus menunggu sampai mereka kumpul semua?”
”Peribahasa mengatakan: Tiga orang saja bisa menjadi perserikatan. Sekarang sudah ada empat Raja Muda yang datang. Jumlah ini tidak bisa dikatakan sedikit,” kata Koan Tiong dengan sabar. ”Jika Tuanku mengubah waktu pertemuannya, ini melanggar janji dan menghilangkan kepercayaan mereka. Apalagi jika sudah ditunggu tetapi masih belum datang juga. Itu artinya melalaikan perintah Kaisar Ciu! Jika sejak awal Raja muda tidak taat pada perintah ini. Bagaimana nanti?”
__ADS_1
”Bagaimana baiknya, apa kita langsung membuat perserikatan atau cuma membuat pertemuan saja?” tanya Cee Hoa Kong.
”Pikiran para Raja Muda belum bersatu, biar kita lihat jika mereka sudah berkumpul semua. Jika mereka tidak bubar, baru saat itu boleh diadakan perserikatan,” sahut Koan Tiong.
Raja Cee menyatakan setuju. Dia berjanji aka melakukan apa yang dikatakan oleh Koan Tiong.
Pada awal bulan Sha-gwe (bulan tiga Imlek), waktu itu udara cerah sekali. Dengan gembira Raja Muda lima negara itu berkumpul di panggung bagian bawah.
”Karena Dewan Pemerintah Kaisar Ciu sudah lama tidak diindahkan lagi oleh para Raja Muda, maka terjadi banyak kekacauan dan pemberontakan. Sekarang aku telah menerima titah Kaisar Ciu untuk mengumpulkan semua Raja Muda. Maksudnya untuk mengembalikan wibawa ”Dewan Kerajaan Ciu”. Maka hari ini aku usulkan agar diangkat seseorang untuk menjadi pemimpin semua Raja Muda. Dia yang akan memegang kekuasaan besar untuk mengurus pemerintahan yang harus dijalankan di seluruh negeri ini.”
Sesudah Raja Cee berkata begitu, di tempat itu segera diadakan perundingan. Tetapi Raja-raja Muda itu merasa sangsi. Mereka bingung semua. Jika mereka mengangkat Raja Cee, tetapi keturunan Raja Song bergelar Kong (hertog), sedang Raja Cee cuma bergelar Houw (graaf/pangeran). Menurut aturan semestinyam Raja Song yang derajatnya lebih tinggi dan berhak jadi pemimpin. Sebaliknya jika mereka mengangkat Raja Song, tetapi Raja Song baru saja jadi raja. Sedang kedudukan yang diperolehnya justru berkat bantuan Raja Cee. Maka Raja Song pasti tidak berani menduduki posisi lebih tinggi dari Raja Cee, penolongnya.
__ADS_1
Begitulah sesudah ditimbang pergi datang sekian lamanya, Raja Tan Soan Kong bangkit dari tempat duduknya dan berkata, ”Tentang titah Baginda Ciu Li Ong untuk mengumpulkan Raja-raja Muda, Baginda telah menyerahkan masalah ini kepada Cee-houw, karena itu harus Cee-houw yang diangkat menjadi kepala perserikatan?”
Semua Raja Muda membenarkan ucapan Raja Tan, tidak ada yang membantah pendapat Raja Tan.
Raja Cee Hoan Kong berulang-ulang hendak mengalah, tetapi tidak urung dia diangkat menjadi pemimpin mereka.
Kemudian para Raja Muda masuk ke panggung tingkat atas. Raja Cee menjadi kepala, yang ke-dua Raja Song-kong, ke-tiga Raja Tan-houw, ke-empat Raja Coa-houw dan yang ke-lima Raja Ti-cu. Sesudah berbaris tertib dan tetap, lonceng dan genderang dibunyikan. Pertama-tama mereka menjalankan upacara adat. Mereka menghadap ke arah tempat tinggal Kaisar Ciu. Kemudian satu sama lain memberi hormat seperti sesama saudara tercinta.
Sementara itu Tiong Sun Ciu datang membawa sepucuk surat perjanjian. Dia berlutut membacakan surat perjanjian yang bunyinya kira-kira begini:
”Pada hari ini, Cee-houw Siao Pek, Song-kong Gi Wat, Tan-houw Ci Kiu, Coa-houw Hian Bu dan Ti-cu Kek, dengan mentaati titah Sri Baginda Ciu Li Ong telah berhimpun di Pak-heng, dan satu sama lain berjanji hendak bersama-sama menunjang pada Dewan Kerajaan Ciu, menolong negeri yang lemah dan mengangkat negeri yang jatuh; apabila ada yang melanggar perjanjian ini, semua negeri akan bersama-sama memerangi padanya.”
__ADS_1