LIMA RAJA (The Five Kings)

LIMA RAJA (The Five Kings)
Bab 4


__ADS_3

Dikisahkan Tiong Sun Ciu yang bergegas menemui rombongan Raja Louw yang ada di tengah perjalanan. Begitu Tiong Sun Ciu dengan Raja Louw langsung dia menyampaikan pesan Raja Cee Hoan Kong.


”Di negeri Cee sekarang telah ada seorang Raja baru, yaitu Pangeran Siao Pek yang bergelar Raja Cee Hoan Kong.” kata Tiong Sun Ciu.


Ketika Raja Louw sudah mendengar keterangan Tiong Sun Ciu, Raja Louw Cong Kong kaget ternyata Pangeran Siao Pek belum mati. Dengan sangat gusar ia berkata, ”Mengangkat seorang raja, seharusnya yang diangkat harus putera yang sulung! Putera yang lebih muda mana boleh diangkat menjadi raja? Pendeknya aku katakan, aku tidak akan menarik tentaraku dengan tangan kosong tanpa hasil dari sini!”


Mendengar ancaman Raja Louw Cong Ong tersebut, Tiong Sun Ciu buru-buru mohon diri akan segera pulang. Sampai di negerinya dia akan menyampaikan ucapan Raja Louw tersebut pada Raja Cee Hoan Kong.


Tak lama Tiong Sun Ciu sudah tiba di negeri Cee. Dia menyampaikan apa yang diucapkan oleh Raja Lauw Cong Kong .Khabar tersebut membuat Raja Cee Hoan Kong ngeri. Dia bertanya pada Pao Siok Gee.


”Balatentara dari negeri Louw tidak mau mundur, sekarang kita harus bagaimana?”


”Dengan tentara pula kita akan lawan mereka!” kata Pao Siok Gee dengan gagah.


Pao Siok Gee segera mengeluarkan perintah kepada Yong Lim agar dia membawa pasukan Sian-hong (Pelopor) maju ke medan perang. Ong-cu Seng Hu dengan dibantu oleh Leng Wat mengepalai barisan di sebelah kanan, Tong Kok Gee dengan dibantu oleh Tiong Sun Ciu mengepalai barisan di sebelah kiri. Pao Siok Gee sendiri mengajak Raja Cee Hoan Kong memimpin pasukan bagian tengah. Angkatan perang Cee itu terdiri dari 500 kereta perang dan pasukan berjalan kaki. Sesudah angkatan perang diatur beres, Tong Kok Gee berkata.


”Raja Louw karena menduga kita telah membuat persiapan yang cukup kuat, pasti dia tidak akan langsung menyerang. Aku rasa pasti dia akan mendirikan perkemahan dulu di Kian-si. Di tempat itu mereka gampang mendapatkan air bersih dan rumput untuk makanan kuda-kuda mereka. Kian-si sebuah tempat yang bagus untuk tentara beristirahat. Aku punya usul, entah disetujui atau tidak?” kata Tong Kok Gee.


”Apa usulmu itu? Katakan saja!” kata Pao Siok Gee.


”Jika kita sembunyikan tentara kita di tempat itu dan melabrak mereka saat mereka belum siap sedia, aku yakin mereka akan mendapat kerusakan berat.” kata Tong Kok Gee.


”Ya, betul juga pendapatmu itu,” kata Pao Siok Gee.


Pao Siok Gee menyatakan setuju pada usul Tong Kok Gee yang cemerlang itu. Dia langsung memerintahkan Leng Wat dan Tiong Sun Ciu masing-masing memimpin pasukannya. Mereka diperintahkan bersembunyi di daerah Kian-si yang strategis itu. Sesudah itu Pao Siok Gee masih memerintahkan Ong-cu Seng Hu dan Tong Kok Gee pergi ke lain tempat. Mereka diperintahkan menyerang tentara Louw dari bagian belakang. Meminta Yong Lim untuk menantang perang dan memancing musuh supaya terjebak ke dalam perangkap yang sudah mereka siapkan.


**


Sementara itu di tempat Raja Louw Cong Kong dan Pangeran Kiu...


Setelah berjalan sampai di Kian-si, angkatan perang mereka berhenti sejenak. Ketika itu Koan Tiong mengajukan saran.

__ADS_1


”Siao Pek baru saja diangkat menjadi raja, hati rakyat belum tetap benar. Kita harus segera menyerang mereka, supaya di dalam kota terjadi huru hara.” kata Koan Tiong.


”Tunggu! Aku rasa tidak ada gunanya kita terburu napsu,” kata Raja Louw. ”Aku tidak setuju dan tidak sependapat dengan rencana Koan Tiong. Lebih baik kita dirikan dulu perkemahan di sini. Kita harus istirahat dulu.”


Sehabis berkata begitu Raja Louw Cong Kong mengeluarkan perintah.


”Segera dirikan perkemahan, kalian boleh istirahat!” kata Raja Louw.


Perkemahan Raja Louw didirikan di depan kemah Pangeran Kiu. Benteng yang satu dan yang lainnya saling berpisahan 20 li jauhnya.


**


Esok paginya...


Pengintai dari pasukan Louw datang memberi laporan.


”Tentara Cee yang dipimpin oleh Yong Lim sudah datang menantang berperang.”


”Sekarang kita labrak dulu tentara Cee yang ada di luar kota! Yang di dalam kota jika mendengar tentara di luar sudah dihajar, pasti ketakutan!” kata Raja Louw.


Raja Louw memimpin tentaranya maju bersama Cin Cu dan Liang Cu maju ke medan perang. Sesudah kedua pasukan mereka berhadapan, Raja Louw Cong Kong berteriak minta Yong Lim keluar menemuinya.. Yong Lim buru-buru keluar dari dalam barisannya, dia sengaja bertingkah kocak.


”Hai, pememipin pengkhianat! Kau yang minta seorang raja kepadaku. Mengapa pikiranmu berubah? Mana kesetiaanmu pada negara?” tegur Raja Louw Cong Kong.


Yong Lim pura-pura salah tingkah. Seolah dia merasa malu ditegur demikian.Yong Lim buru-buru menundukin kepalanya terus pergi.


Raja Louw memerintahtahkan Co Moay mengejar Yong Lim. Tiba-tiba Yong Lim membelokan kereta perangnya. Dia melawan Co Moay. Tetapi baru bertarung beberapa puluh jurus, Yong Lim melarikan kereta perangnya. Co Moay mengeluarkan seluruh kegagahannya. Dia putarkan senjata Hong-tian-keknya mengejar Yong Lim.


Melihat pasukan musuh mengejar terus, Pao Siok Gee mengirim pasukan Cee mengepung musuh. Akhirnya Co Moay terkepung di dalam barisan musuh. Dia coba menerjang ke kiri dan kanan, tetapi tidak berhasil meloloskan diri. Tubuhnya telah terkena oleh dua buah anak panah. Sesudah kehabiskan tenaga, baru Co Moay bisa meloloskan diri.


Sementara itu Cin Cu dan Liang Cu khawatir Co Moay celaka. Mereka maju akan membantu. Baru saja kereta perangnya maju, tiba-tiba dari bagian kiri dan kanan terdengar suara meriam meledak. Dari dua jurusan Leng Wat dan Tiong Sun Ciu dan pasukan perangnya datang menyerang. Pao Siok Gee pun memimpin pasukan perang bagian tengah datang mengamuk di tengah pasukan negeri Louw.

__ADS_1


Oleh karena diserang dari tiga jurusan oleh musuh, tentara Louw tidak sanggup melawan. Sebagian besar dari mereka lari simpang-siur menyelamatkan diri.


Pao Siok Gee mengeluarkan perintah menangkap Raja Louw Cong Kong dengan menjanjikan hadiah besar bagi yang mampu melakukannya.


Maklumat itu segera tersiar di kalangan tentara Cee sehingga sangat menarik hati mereka.


Melihat gelagat yang kurang baik bagi pihaknya, buru-buru Cin Cu mengambil bendera yang terpasang di kereta Raja Louw Cong Kong. Bendera berwarna kuning dengan dilukis huruf sulam dirobohkan. Tetapi Liang Cu mengambil bendera itu dan dia tancapkan di atas keretanya sendiri.


”Mengapa kau tancapkan bendera Raja Louw di keretamu?” tanya Cin Cu.


”Aku berharap mata musuh salah lihat dan menyangka keretaku ini kereta Raja kita!” kata Liang Cu.


Waktu itu Raja Louw Cong Kong sudah melihat ada bahaya mengancam dirinya. Buru-buru dia melompat turun dari atas keretanya. Dia pindah ke kereta perang yang kecil. Dengan menyamar sebagai laskar perang biasa dia langsung melarikan diri. Cin Cu mengiikuti junjungannnya. Dengan gagah berani dia bertarung agar bisa keluar dari kepungan musuh.


Ketika melihat bendera sulam ada di sebuah kereta musuh, Leng Wat menduga kereta itu dinaiki oleh Raja Louw Cong Kong. Langsung dia memberi tanda kepada tentaranya untuk mengepung kereta itu lebih hebat lagi.


Melihat serangan musuh begitu hebat, Liang Cu segera memperlihatkan wajahnya sambil tertawa.


”Aku adalah panglima Louw! Rajaku sudah pergi jauh!” kata Liang Cu.


Leng Wat kecewa dan sangat mendongkol,dia merasa ditipu. Dia perintahkan tentaranya menyerang Liang Cu lebih sengit lagi. Dia sendiri segera memutarkan senjatanya menikam musuhnya itu dengan geram.


Meskipun Liang Cu gagah perkasa, dia tidak sanggup bertempur melawan orang yang jumlahnya banyak sekali. Ditambah lagi Leng Wat memang panglima Cee yang tersohor gagah berani. Akhirnya Liang Cu yang sangat kelelahan ditawan oleh Leng Wat.


Dengan hebat Tiong Sun Ciu melabrak tentara Louw serta merampas kereta perang juga senjata mereka.


Tatkala Pao Siok Gee melihat tentara Cee mendapat kemenangan besar, dia memerintahkan anak buahnya membunyikan gembreng untuk menarik mundur tentaranya.


Tiong Sun Ciu datang menyerahkan kereta perang dan senjata rampasan. Leng Wat pun menyerahkan Liang Cu yang dia tawan.


Ketika kemenangan besar ini dilaporkan kepada Raja Cee Hoan Kong, tentu saja dia sangat girang. Dia mengeluarkan perintah untuk menebas batang leher Liang Cu. Raja Cee belum mendapat khabar dari dua pasukan yang dipimpin oleh Ong-cu Seng Hu dan Tong Kok Gee. Raja Cee meninggalkan Leng Wat dan Tiong Sun Ciu supaya menjaga di Kian-si. Pasukan besar Raja Cee segera berangkat lebih dulu.

__ADS_1


**


__ADS_2