LIMA RAJA (The Five Kings)

LIMA RAJA (The Five Kings)
Bab 68


__ADS_3

Esok harinya......


Pangeran The hendak pulang.


Semua raja muda masing-masing membawa tentaranya mengantarkan Pangeran The pulang. Di antaranya Raja Cee dan Raja We telah mengantarkan sampai melewati perbatasan negeri We.


Ketika Raja Couw Seng Ong mendapat kabar Raja The tidak mau ikut di pertemuan raja-raja, tentu saja Raja Couw girang sekali. Dia berharap dia bisa menarik kembali Raja The ke pihaknya. Raja Couw segera mengirim utusan menemui Sin Houw sambil membawa barang berharga untuk menyuap Sin Houw. Raja Couw mengatakan dia berniat meneruskan persahabatannya dengan negara The


Sin Houw memang sangat serakah, dia terima sogokan Raja Couw. Lalu dia menemui Raja The dan mengatakan bahawa Raja Couw ingin bersahabat.


"Hamba yakin tidak lama lagi Raja Cee akan menyerang ke negeri The," kata Sin Houw. "Jika bukan Raja Couw tidak akan sanggup kita menghadapinya."


"Apa betul begitu?" kata Raja The.


"Benar Tuanku, jika Tuanku takluk kepada Couw itu sesuai pesan Kaisar Ciu. Jika Tuanku tidak segera mengambil putusan, maka Raja Cee dan Couw akan menjadi musuh negeri The." kata Sin Houw.


Desakan menteri dorna tersebut telah berhasil, Raja The Bun Kong memerintahkan Sin Houw diam-diam mengantar bingkisan ke negeri Couw.


Pada tahun pemerintahan Ciu Hui Ong ke-26, Raja Cee Hoan Kong telah mengajak raja-raja yang berserikat datang melabrak negeri The, mereka segera mengepung kota Sin-bit.


Waktu itu kebetulan Sin Houw ada di negeri Couw, setelah mendengar kabar negeri The sedang dilabrak oleh pasukan Cee dan kawan-kawannya, Sin Houw menghadap pada Raja Couw Seng Ong untuk minta bantuan.


Raja Couw segera mengumpulkan semua menterinya untuk membicarakan masalah itu.

__ADS_1


"Ketika Raja Cee hendak mengumumkan perang di Siao-leng, Raja Khouw Bok Kong meninggal dunia di dalam perkemahannya, sehingga Raja Cee sangat kasihan kepadanya. Dengan demikian di antara para raja, Raja Khouw-lah yang paling akrab dengan Raja Cee." kata Chu Bu. "Jika Tuanku serang negei Khouw, pasti Raja Cee dan yang lain-lain akan berdatangan membantunya. Dengan demikian kepungan terhadap negeri The akan mengendur sendirinya."


Raja Couw setuju pada saran Chu Bun, Raja Couw langsung memimpin pasukannya menyerang ke negara Khouw.


Ketika Raja Cee Hoan Kong dan yang lainnya mendapat kabar kota Raja Khouw dikepung oleh tentara Couw, mereka melepaskan kepungan terhadap negeri The untuk menolong negeri Khouw. Tetapi ketika mereka dan pasukan perang sampai di tanah Khouw, balatentara Couw sudah mundur kembali.


Sedang Sin Houw dari Couw pulang ke negeri The. Dia anggap dia telah berjasa besar dan berharap dinaikan pangkatnya. Tapi Sin Houw kecewa karena Raja The diam saja. Karena sangat kesal dan mendongkol Sin Houw sering mengeluarkan kata-kata kurang pantas.


Tahun berikutnya di musim Cun, Raja Cee Hoan Kong dan kawan-kawannya kembali menyerang ke negara The.


Salah seorang panglima negeri Tan, Wan To Touw namanya, karena tahu Raja The sudah membebaskan diri dari perserikatan dengan Raja Cee, dan mendengarkan hasutan dari Sin Houw. Wan To Touw menulis sepucuk surat rahasia yang dikirimkan kepada Khong Siok, yang bunyinya kira-kira demikian:


"Dulu Sin Houw telah menjilat pada Raja Cee, sehingga dia mendapat hadiah tanah perusahaan di Houw-lo, sekarang dia menjilat kepada Raja Couw, hingga membuat Rajamu melupakan kebajikan dan melanggar kewajiban, seperti sengaja mencari bahaya untuk mencelakakan rakyat negeri dan merusak daerah sendiri. Jika Raja Tay-hu bersedia membunuh Sin Houw, aku berani jamin tidak usah berperang pasti tentara Cee akan ditarik mundur."


Raja The ingat kembali dulu karena tidak mau mendengar nasihat Khong Siok, pasukan Cee dan kawan-kawannya telah dua kali menyerang negerinya. Dia sangat menyesal dan berbalik menjadi geram kepada Sin Houw, menterinya.


Segera dia panggil Sin Houw menghadap.


"Kau bilang hanya Raja Couw yang bisa melawan Raja Cee dan kawan-kawannya, sekarang tentara Cee sudah datang kembali. Mana Raja Couw dan tentaranya yang kau bilang mau membantu?" kata Raja The dengan marah.


Ketika Sin Houw hendak bicara menyampaikan alasannya, Raja The sudah memanggil algojo untuk menyeret dan memenggal kepala Sin Houw.


Kemudian Khong Siok sambil membawa surat Raja The dan kepala Sin Houw menghadap pada Raja Cee untuk minta berdamai.

__ADS_1


Raja Cee Hoan Kong memang sudah mengenal menteri The bernama Khong Siok yang bijaksana. Raja Cee mau menerima damai dan percaya pada kata-kata menteri bijaksana ini.


Suatu saat Raja Cee mengundang semua raja-raja untuk berkumpul di Leng-bo. Tetapi ketika Raja The mendapat undangan, dia agak sangsi. Dia merasa masih terikat oleh ajakan Kaisar Ciu, maka dia tidak berani datang berkumpul di Leng-bo. Tetapi untuk tidak membuat curiga Raja Cee dia hanya mengirim puteranya yang bernama Si Cu Hoa untuk mewakilinya menghadiri pertemuan itu.


Ternyata Si Cu Hoa ini seorang anak durhaka, senantiasa ia berikhtiar hendak mendapatkan tahta ayahnya. Sudah berulang kali dia minta bantuan pada Siok Ciam, Khong Siok (disebut juga Louw Siok) dan Su Siok untuk menyingkirkan putera-putera ayahnya. Tetapi semua menteri The yang budiman selalu menasihatinya.


"Seharusnya Pangeran berbakti pada Ayahanda Tuanku," kata Khong Siok. "Karena Raja pun sayang sekali kepada Tuanku."


"Memang benar, jika Tuanku berbakti tahta pasti akan diserahkan kepada Tuanku," kata Su Siok.


Tetapi karena Si Cu Hoa sudah sangat ingin menduduki tahta ayahnya, nasihat tiga menteri itu bukan diterima dengan baik, malah dia membenci mereka bertiga.


Ketika Si Cu Hoa bertemu dengan Raja Cee Hoan Kong, dia memohon supaya dia bisa bicara berdua saja dengan Raja Cee Hoan Kong.


"Hamba ingin membicarakan masalah penting, maka hamba mohon yang lain diminta mundur," kata Si Cu Hoa pada Raja Cee.


Ketika permohonan itu oleh Raja Cee dikabulkan dan mereka hanya berduaan, Si Cu Hoa mulai bicara.


"Negeri The dilola oleh tiga orang menteri. Mereka adalah Siok Ciam, Khong Siok dan Su Siok," kata Si Cu Hoa. "Dulu saat Ayahku meninggalkan pertemuan, itu karena hasutan ketiga Tay-hu tersebut. Jika Tuanku bisa menyingkirkan ketiga menteri itu, dan aku rela menyerahkan negeri The. Sedang hamba cukup puas menjadi pegawai negeri The."


"Aku setuju, tetapi harus menunggu waktu," kata Cee Hoan Kong. "Aku akan berunding dulu dengan menteriku."


"Baiklah," kata Si Cu Hoa.

__ADS_1


__ADS_2