
Pada suatu hari....
Permaisuri Bun agak kurang sehat. Mendengar kabar itu Chu Goan jadi bersemangat. Timbul harapannya yang sudah lama terpendam itu. Dengan berpura-pura hendak menanyakan kesehatan Permaisuri Bun, dia pergi ke istana Raja. Di sana dia tinggal tiga hari lamanya. Para pengikut Cu Goan yang berjumlah hampir 200 orang, diperintahkan berjaga di luar istana.
Ketika Tay-hu (Menteri Besar) Touw Liam mendengar kabar tentang kelakuan Chu Goan, buru-buru dia pergi ke istana raja. Begitu sampai di sebuah kamar yang terhias indah, dia lihat Chu Goan sedang ada di depan sebuah kaca besar. Dia sedang menyisir rambutnya dengan tingkah ceriwis.
"Hm, apa yang sedang kau kerjakan di sini, Leng-i?" Touw Liam menegur sambil menggelengkan kepalanya. "Apa kau kira ini tempatmu berhias? Hayo, Leng-i, lekas keluar dari sini!"
Chu Goan yang berharap Permaisuri Bun jatuh cinta kepadanya, itu sebabnya selama tiga hari dia selalu berhias. Sebentar-bentar dia pandang wajahnya di kaca. Dia berjalan hilir-mudik di depan kamar Permaisuri Bun. Dia harap Permaisuri Bun akan menegurnya.
Ketika itu Chu Goan sedang berhias dengan pikiran bimbang. Dia jadi terperanjat mendengar teguran Touw Liam. Bahkan Touw Liam yang memergokinya langsung mengusir dia. Tentu saja kejadian ini membuat dia jadi mendongkol sekali. Dengan mata melotot dia menyahut.
"Tempat ini tempat keluarga kami, apa hubungannya denganmu?" bentak Chu Goan.
__ADS_1
"Aturan dari mana yang kau jalankan?" balas Touw Liam. "Tahukah kau demi kemuliaan Raja, seorang adik Raja pun dilarang melanggar adat-istiadat. Ditambah lagi tempat ini berdekatan dengan istana Ibusuri. Sekarang silakan keluar!"
"Hm, kau jangan banyak bicara di hadapanku!" kata Chu Goan."Jangan lupa kekuasan di negeri Couw ada di tanganku! Sungguh berani kau kurangajar kepadaku!"
Ketika Touw Liam mau bicara lagi, Chu Goan sudah berteriak memanggil anak buahnya.
"Prajurit, tangkap orang ini!"kata Chu Goan dengan kasar.
Anak buah Chu Goan langsung menangkap Touw Liam yang segera diikat pada sebuah tiang istana.
"Di luar Leng-i Chu Goan sedang bertengkar dengan Menteri Touw Liam. Sekarang Menteri Touw Liam sudah ditangkap dan diikat oleh anak buah Chu Goan." kata budak tersebut. "Menteri Touw Liam menyebut Cu Goan tidak sopan, dia berani berada di dekat kamar Tuanku sampai tiga hari tiga malam. Entah untuk apa?"
Mendengar laporan itu Permaisuri Bun kaget. Apalagi merndengar Touw Liam ditangkap. Segera dia perintahkan budaknya memanggil Touw-kok O-to. Dia minta agar menteri ini membereskan masalah keributan di istananya.
__ADS_1
Begitu mendengar kabar itu Touw-kok O-to buru-buru menemui Raja Couw Seng Ong. Dia langsung melaporkan apa yang terjadi di istana Ibunda Raja tersebut.Raja Couw marah bukan main. Dia berkata pada Touw Gouw, Touw Gi Kiang dan Touw Pan, juga Touw-kok O-to agar pada tengah malam mereka bersama-sama menangkap Chu Goan.
Tepat pada tengah malam Touw Gouw, Touw Gi Kiang dan Touw Pan mengerahkan pasukan. Mereka mengepung istana Permaisuri Bun. Anak buah Cu Goan mencoba menghalang-halangi mereka, tetapi pasukan ini langsung melabraknya sehingga mereka bubar semua.
Ketika itu Chu Goan sedang tidur dan bermimpi indah di sebuah kamar. Ketika mendengar suara ribut-rubut Chu Goan bangun dari tidurnya. Dia sadar dengan kaget dan tahu istana sudah dikepung oleh pasukan istana. Buru-buru Chu Goan mengambil pedangnya. Dia berjalan keluar akan melawan. Kebetulan Chu Goan berpapasan dengan Touw Pan yang juga memegang sebilah pedang. Touw Pan hendak masuk ke dalam istana. Chu Goan mengenali Touw Pan yaitu putera Touw Kok O-to.
"Astaga, kiranya kau yang membuat gaduh itu, hai bocah!" bentak Chu Goan.
"Bukan aku yang membuat gaduh, tetapi aku ingin menumpas biang kerusuhan!" sahut Touw Pan dengan gagah.
Touw Pan langsung mengangkat pedangnya menyerang Chu Goan.
Buru-buru Chu Goan menangkis serangan Touw Pan dengan pedangnya. Chu Goan pun membalas menyerang. Di tempat itu mereka berdua bertarung dengan hebat.
__ADS_1
Baru bertarung beberapa jurus, Touw Gi dan Touw Gouw tiba-tiba muncul di tempat itu. Mereka beramai-ramai membantu Touw Pan mengepung Chu Goan.