
Karena dikepung oleh tiga orang famili Touw yang gagah perkasa, Chu Goan tidak mampu menghadapi mereka. Terpaksa Chu Goan mundur ke arah pintu dengan maksud hendak melarikan diri dari istana. Tetapi sebelum tercapai maksudnya, pedang Touw Pan sudah keburu menyamber ke kepalanya. Pada saat itu juga Chu Goan tersungkur jatuh ke lantai dan tewas.
Ketika Touw Kok O-to melihat Touw Liam terikat di tiang istana, buru-buru dia membukakan ikatan pada tubuh Touw Liam.
Sesudah kekacauan dipadamkan mereka berlutut di depan pintu kamar Permaisuri Bun. Dengan sikap menghormat mereka menanyakan kesehatan Sang Ratu juga menjelaskan apa yang telah terjadi di depan kamarnya. Mereka menjelaskan bahwa Chu Goan telah binasa.
"Terima kasih atas cape-lelah kalian semua!" kata Permaisuri Bun.
Sesudah semua menteri memberi hormat, kemudian mereka meninggalkan istana Sang Ratu.
Esok harinya, ketika Raja Couw Seng Ong Him Tan ada di istana, sesudah semua menteri menjalankan kehormatan, Raja Couw memerintahkan anak buahnya untuk membunuh habis sanak keluarga Chu Goan. Raja memerintahkan menempelkan maklumat di jalan-jalan yang penting. Memberitahukan pada rakyat bahwa Chu Goan berdosa besar hingga dihukum mati.
Raja memberi hadiah pada famili Touw yang berjasa itu.
__ADS_1
Di antara kaum Touw, Touw-kok O-to yang paling pandai mengatur pemerintahan. Dialah menteri negeri Couw yang paling utama. Dia putera dari Touw Pek Pi. Kakek Touw-kok O-to bernama Touw Jiak Go, ibunya seorang putri Raja In. Ketika meninggal usia Touw Pek Pi masih sangat muda. Terpaksa Touw Pek Pi ikut dengan ibunya tinggal di negeri In. Ketika Touw Pek Pi sudah dewasa, dia mengadakan hubungan gelap dengan putri Raja In. Ketika putri Raja In itu hamil dan ketahuan oleh ibunya, si nyonya melarang orang buka rahasia. Kemudian putrinya dilarang berhubungan lagi dengan Touw Pek Pi.
Touw Pek Pi karena malu pergi ke negeri Couw dan bekerja di negerii Couw. Putri In melahirkan seorang anak lelaki, Nyonya Raja In takut suaminya mengetahui rahasia itu. Dia memerintahkan budaknya membungkus bayi tersebut dengan baju dan membuangnya di suatu tempat dalam sebuah rimba.
Pada suatu hari Bong Tek, Raja In melihat ada seekor harimau sedang menyusui bayi. Ketika pulang ke istana dia memberitahu isterinya. Nyonya Raja terpaksa berterus terang. Bahwa putri mereka telah mengadakan hubungan gelap dengan Touw Pek Pi. Hubungan itu sampai melahirkan seorang anak lelaki. Karena takut dimarahi oleh sang raja, maka anak itu dibuang ke tengah rimba.
"Mungkin anak yang sedang disusui oleh harimau itu, anak putri kita Tuanku?" kata Ratu.
Mendengar keterangan itu bukan main girangnya Raja In. Dia tidak gusar, malah girang sekali. Dia perintahkan anak buahnya mengambil anak bayi yang disusui oleh harimau itu. Kemudian dia memerintahkan menterinya mengantarkan putri dan bayinya itu ke tempat Touw Pek Pi di negeri Couw. Tentu saja Touw Pek Pi girang bukan main. Dia menghaturkan terima kasih atas budi baik Raja In tersebut. Karena menurut ucapan orang Couw kata susu itu disebut Kok, dan kata harimau disebut O-to, maka dengan mengambil maksud kata susu macan, bayi itu dia beri nama Touw-kok O-to alias Cu Bun.
Sesudah Chu Goan meninggal posisi Leng-i di negeri Couw telah lowong. Raja Couw berniat mengangkat Touw Liam menjadi Leng-i untuk menggantikan Cu Goan.
"Tuanku hamba tidak punya kepandaian untuk menjadi seorang Leng-i," kata Touw Liam menolak kedudukan itu. "Saat ini negeri Cee bermusuhan dengan negeri Couw. Raja Cee memakai Koan Tiong dan Leng Cek sebagai penasihatnya. Kepandaian mereka sangat tinggi. Tidak heran jika negerinya jadi kaya-raya dan tentaranya sangat kuat. Kepandaian hamba mana bisa dibandingkan dengan mereka berdua. Apabila Tuanku hendak memperkuat pertahanan negara Couw juga untuk menjadi jago di Tiong-goan (Tiongkok). Hamba rasa Tuanku harus memakai Touw-kok O-to. Jika bukan dia hamba tidak yakin akan berhasil!" kata Touw Liam.
__ADS_1
Baginda sadar Touw-kok O-to sangat dihormati oleh semua menteri di negeri Couw. Sesudah mendengar dukungan dari Touw Liam pada Touw-kok O-to, Baginda pun setuju sekali mengangkat Touw-kok O-to menjadi Perdana Menterinya.
Raja Couw Seng Ong segera mengangkat Touw-kok O-to menjadi Leng-i di negeri Couw. Orang-orang di negeri Couw dilarang memanggil namanya dengan Touw-kok O-to, melainkan memanggilnya dengan sebutan Chu Bun saja.
Ketika itu jatuh pada tahun pemerintahan Raja Ciu Hui Kong yang ke-13.
Sejak Touw-kok O-to alias Chu Bun menerima jabatan menjadi Leng-i, dia senantiasa berusaha untuk memajukan negeri Couw. Chu Bun sadar negeri Couw sangat lemah. Kekayaan terbesar berada di tangan para menteri baginda. Karena itu dia bermaksud mengatur kekayaan negeri Couw dengan baik. Lalu dia membuat undang-undang dengan tujuan agar semua menteri di negara Couw mengembalikan harta mereka; separuh saja kepada negara. Tetapi Chu Bun bukan sekedar memberi gagasan saja. Dia malah menjadi pelopor pertama yang mengembalikan separuh dari harta miliknya kepada negara. Pelaksanaan pengembalian kekayaan ini terutama dimulai dari marga Touw dulu. Karena tindakan Chu Bun ini tidak seorang pun menteri di negeri Couw yang membangkang. Mereka dengan sukarela mengembalikan sawah, tanah dan usaha mereka separuhnya kepada negara
Melihat posisi kota Teng-shia sangat bagus, di bagian selatan kota Teng-shia terlindung oleh sungai Siang-tam-hoo, sedang di bagian utaranya terlindung oleh sungai Han-kang-hoo. Menurut pendapat Chu Bun di tempat itu sangat baik untuk sebuah Ibukota negara. Kemudian Chu Bun mengajukan gagasan itu pada Raja Couw. Dengan senang hati Raja Couw pun menyetujuinya.
Sesudah istana itu selesai dibangun, Raja Couw pun pindah dari kota Tam-yang ke kota Teng-shia, nama kota itu diganti dengan nama yang baru disebut Teng-touw.
Selain itu, Chu Bun dengan giat melatih angkatan perang negeri Couw. Dia juga menempatkan orang-orang yang pandai mengurus tentara maupun negara. Dia mendapatkan seorang bernama Kut Goan dan Touw Ciang untuk membantu mengurus pemerintahan di negeri Couw dengan baik.
__ADS_1
Karena kepandaian Chu Bun dalam mengurus pemerintahan di negeri Couw, ditambah lagi dia dibantu oleh orang-orang yang pandai, maka dalam waktu singkat negeri Couw menjadi sangat makmur, aman dan tentram sekali.
**