
Mendengar pengaduan Pok I tersebut seolah Keng Hu punya harapan bagus. Karena dia bisa menggunakan Pok I sebagai alat untuk mencapai tujuannya. Segera dia perintahkan semua anak buahnya merngundurkan diri dari hadapan mereka.
"Usia Cu-kong masih sangat muda, dia belum tahu apa-apa," kata Keng Hu. "Baik akan aku bicarakan masalah ini. Aku rasa dia akan menurut pada nasihatku." kata Keng Hu sesudah mereka tiggal berdua saja. "Apalagi jika kau mau membantu usaha besarku, maka urusanmu akan beres sendirinya, bagaimana?"
"Tetapi Kui Yu ada di sini. jika aku bergerak, aku khawatir malah berbalik kita yang akan celaka." kata Pok I.
"Hai, mengapa kau harus takut kepada Kui Yu? Kau jangan khawatir! Bukankah Cu-kong kita itu masih seperti anak-anak? Di waktu malam dia sering keluar dari pintu istana untuk jalan-jalan di pasar? Maka jika kau menyembunyikan orang di dekat pintu istana. Saat dia keluar segera kalian tikam dia. Kemudian sebarkan khabar bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh seorang penjahat! Siapa yang tahu itu perrbuatan kita?" kata Keng Hu. "Kemudian pasti Kok-bo (Ibunegara) Kiang Si akan mengangkatku menjadi Raja. Saat itu akan kuusir Kui Yu, kemudian kita bunuh Sin Put Hai. Kemudian kukembalikan sawah-sawahmu. Bahkan kau akan kuberi pangkat. Apa itu tidak bagus?"
Bujukan Keng Hu menarik perhatian Pok I malah dia berjanji dan bersedia bekerja sama dengan Keng Hu.
Sesudah berbincang lagi beberapa saat, Pok I pamit pulang.
Beberapa hari kemudian......
Dengan giat Pok I berusaha mencari orang gagah yang mau melaksanakan tugas yang diberikannya. Suatu hari dia bertemu dengan Ciu Ah yang siap melakukan tugas dari Pok I tersebut. Ciu Ah dijanjikan akan diberi hadiah besar, jika dia berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Ciu Ah dibekali sebilah pisau yang tajam, dan diminta bersembunyi di dekat pintu keluar istana.
Mungkin sudah nasib, Raja Louw Bin Kong harus meninggal. Malam itu dia keluar dari istana hendak pergi jalan-jalan.
Kesempatan itu oleh Ciu Ah tidak disia-siakan. Saat Louw Bin Kong lengah, Ciu Ah menikamkan pisau belatinya hingga Louw Bin Kong akhirnya tewas.
__ADS_1
Para pengikut Raja Louw Bin Kong kaget, mereka berteriak-teriak.
"Ada penjahat! Ada penjahat!"
Mereka langsung mengepung Ciu Ah. Dengan sigap anak buah Louw Bin Kong berhasil menangkap Ciu Ah. Ketika mereka beramai-ramai akan menyeret Ciu Ah, Pok I bersama anak buahnya tiba. Mereka langsung berhadapan dengan anak buah Louw Bin Kong. Karena kalah banyak anak buah Louw Bin Kong lari tunggang-langgang. Sedang Ciu Ah berhasil mereka rebut kembali dari tangan anak buah Louw Bin Kong.
Sesudah mendengar peristiwa itu Keng Hu segera pergi ke rumah Sin Put Hai dan langsung membunuhnya.
Ketika Kui Yu mendengar khabar telah terjadi huru-hara di istana, sekalipun masih malam dan gelap Kui Yu menemui Pangeran Sin. Dia bangunkan Pangeran Sin dan menceritakan kejadian yang menimpa Raja Louw. Sehingga bagi Pangeran Sin sangat berbahaya jika tidak pergi dari negeri Louw. Maka Kui Yu lalu mengajak Pangeran Sin melarikan diri ke negeri Chu.
Rakyat sangat suka pada Kui Yu, setelah mereka mengetahui Raja Louw telah tewas dibunuh dan perdana mentri Kui Yu pergi ke negeri orang mereka kalap. Mereka marah sekali kepada Pok I dan sangat benci kepada Keng Hu.
Keng Hu sadar rakyat Louw kurang suka kepadanya, maka menurut jalan pikirannya waktu itu, lebih baik dia segera menyingkirkan diri saja. Jika tidak maka pasti dia akan celaka. Sebelum kabur dan menentukan akan kabur ke mana, Keng Hu berpikir.
"Ketika Raja Cee ingin pulang ke negaranya, Raja Cee pernah meminjam tentara negeri Ki hingga dia bisa kembali Jika mereka aku suap dengan barang berharga, dan Raja Ki tersebut bersedia membujuk Raja Cee, maka jiwaku akan selamat!" begitu Keng Hu berpikir.
Sesudah pikirannya mantap, Keng Hu berdandan seperti seorang saudagar atau pedagang. Sengaja dia isi gerobaknya dengan barang-barang berharga. Dengan hati berdebar dan rasa khawatir Keng Hu diam-diam berangkatcara ke negeri Ki akan minta bantuan.
Mendengar Keng Hu mencari selamat sendiri dan sudah kabur ke negeri Ki, Kiang Si jadi tak tenang. Malah dia berniat menyusul kekasihnya yang kabur itu ke negeri Ki.
__ADS_1
"Jangan Tuanku, jangan pergi ke sana," kata budaknya coba mencegah. "Lantaran Tuanku bersekongkol dengan Keng Hu, hingga Tuanku berdosa pada Raja dan rakyat negeri Louw. Jika Tuanku pergi menyusul dia dan bergabung kembali, pasti orang tidak mau. Mereka akan mencari Tuanku sampai dapat. Ingat Tuanku, Kui Yu ada di negeri Chu. Dia sangat disayang oleh rakyat Louw. Lebih baik Tuanku ke sana untuk minta dilindungi oleh Pangeran Kui Yu dan minta belas-kasihannya."
Usul budaknya itu disetujui oleh Kiang Si. Maka buru-buru Kiang Si pun melarikan diri ke negeri Chu. Begitu sampai di negeri Chu, dia minta bertemu dengan Pangeran Kui Yu. Tetapi sayang sang pangeran menolak bertemu dengannya.
Setelah Kui Yu tahu Keng Hu dan Kiang Si telah kabur dari negeri Louw, dia ajak Pangeran Sin pulang ke negeri Louw, tetapi sebelum pulang ke negeri Louw, Kui Yu melaporkan kesulitan negeri Louw pada Raja Cee.
Ketika khabar buruk itu sampai kepada Raja Cee Hoan Kong, Raja Cee berunding dengan Tiong Sun Ciu: "Sekarang negeri Louw sudah kehilangan rajanya, apa baik jika negeri itu kita ambil alih?? Kata Raja Cee.
"Jangan, kita tidak boleh berbuat begitu," cegah Tiong Sun Ciu. "Negeri Louw sebuah negeri yang memperhatikan benar peraturan. Sekalipun negerinya kacau, lantaran menterinya berontak, tetapi itu hanya untuk sementara waktu saja. Apalagi Pangeran Sin sangat cerdas, ditambah lagi dia dibantu oleh Pangeran Kui Yu yang mampu membereskan masalah kekacauan di negeri Louw. Maka dalam waktu singkat negeri Louw akan aman sentausa. Itu lebih baik. Maka sebaiknya Tuanku membantu mereka!"
Raja Cee Hoan Kong setuju pada pendapat Sun Tiong Ciu. Maka dia perintahkan Kho He membawa 3000 tentara Cee ke Lam-yang untuk membantu negeri Louw.
Tatkala Kho He sampai di negeri Louw, ketika itu Pangeran Sin dan Kui Yu baru saja pulang ke negerinya.
Dengan manis budi Pangeran Sin dan Kui Yu menyambut kedatangan Kho He, dan mereka menghaturkan terima kasih atas bantuan dari Raja Cee tersebut.
Melihat wajah Pangeran Sin yang cakep dan angker, sedang bicaranya sangat sopan, Kho He merasa senang dan sayang kepadanya. Waktu itu juga Kho He berdamai dengan Kui Yu untuk mengangkat Pangeran Sin menjadi raja dan bergelar Louw Hi Kong. Kho He pun memerintahkan tentaranya membantu rakyat Louw membangun kota Lok-bun. Mereka juga ikut mengamankan negeri Louw dari gangguan negeri Ki dan Chu.
Setelah semua urusan beres, Kui Yu memerintahkan pada Pangeran He Su supaya ikut dengan Kho He ke negeri Cee untuk mengucapkan terima kasih pada Raja Cee. Kui Yu juga mengirim utusan ke negeri Ki untuk minta bantuan agar Raja Ki membunuh Keng Hu dan dijanjikan akan diberi hadiah besar.
__ADS_1
**