
Di kisahkan di negeri Chin .......
Raja negeri Chin yang bergelar Chin Hian Kong, ketika masih menjadi Putra Mahkota, dia telah menikah dengan putri Ke Ki.
Sekalipun sudah lama menikah, tetapi belum punya turunan, dia kawin lagi dengan cucu raja bangsa Kian-jiong, Ho Ki namanya. Dari cucu raja bangsa Kian-jiong ini Raja Chin memperoleh anak lelaki yang dia beri nama Tiong Ji. Kemudian Raja Chin menikah lagi dengan putri bangsa Siao-jiong she Un. Dari nona Un dia mendapat seorang putera yang diberi nama Ie Gouw.
Pada masa ayahnya yang bernama Chin Bu Kong masih menjadi raja di negeri Chin, ketika hendak meninggal, Raja Chin Bun Kong yang sudah tua itu melamar putri negeri Cee.
Raja Cee Hoan Kong meluluskan lamaran Chin Bu Kong tersebut, Raja Cee menyerahkan keponakannya, yaitu Cee Kiang.
Waktu itu Chin Bu Kong sudah sangat versiodah tentu dia tidak bisa membahagiakan dan menyenangkan perempuan lagi. Sementara Cee Kiang yang usianya masih sangat muda, parasnya elok sekali, ditambah lagi dia sangat genit. Ketika Chin Hian Kong melihat Cee Kiang yang sangat cantik, dia sangat tertarik pada ie-nya itu. Diam-diam mereka mengadakan hubungan gelap dengan sang ibu tiri itu.
Hubungan cinta antara ibu tiri dengan anak suaminya itu sangat erat sekali. Dari hubungan gelap itu maka lahirlah seorang anak. Chin Hian Kong khawatir hubungan gelapnya akan ketahuan oleh ayahnya. Maka dia kirim "anak haram" atau "anak dari hubungan gelapnya" itu pada seorang she Sin. Dan anak itu diberi nama Sin Seng.
Ketika Chin Bu Kong sudah meninggal dunia dan Chin Hian Kong sudah menggantikan ayahnya menjadi Raja Chin, karena istri Chin Hian Kong yang bernama Ke Ki sudah lama meninggal dunia, Chin Hian Kong lalu mengangkat Cee Kiang, bekas selir ayahnya menjadi Hong-houw (Permaisuri).
Ketika itu Tiong Ji sudah berumur 21 tahun; sedang Ie Gouw lebih tua umurnya dari Sin Seng. Tetapi karena Sin Seng menjadi putera permaisuri, maka menurut peraturan istri tua dan istri muda, bukan menurut aturan putera yang lebih tua dan putera yang muda. Maka Sin Seng kemudian diangkat menjadi Putra Mahkota.
__ADS_1
Untuk mendidik dan memimpin Sin Seng, Chin Hian Kong mengangkat Tay-hu Touw Goan Koan menjadi Guru Besar puteranya itu dan Li Kek menjadi guru pembantu.
Kemudian Cee Kiang melahirkan lagi seorang anak perempuan; tetapi sejak melahirkan anak perempuan itu, Cee Kiang tertimpa bencana. Dia terserang penyakit hebat hingga sampai ajalnya.
Chin Hian Kong kemudian menikah lagi dengan adik Ke Ki yang bernama Ke Kun. Ke Kun inilah yang diminta untuk merawat putri Cee Kiang.
Tatkala Chin Hoan Kong sudah menjadi raja selama 15 tahun, pada suatu hari dia mengerahkan angkatan perangnya untuk menaklukan negeri Li Jiong.
Dalam peperangan itu Raja Chin Hian Kong mendapat kemenangan besar; Raja Li Jiong minta berdamai dan dia bersedia mempersembahkan kedua putrinya, yang besar bernama Li Ki dan yang ke-dua bernama Siao Ki.
Raja Chin Hian Kong girang sekali mendapat dua putri yang cantik-cantik itu, segera dia bawa pulang ke negerinya.
Oleh karena Li Ki begitu pandai serta sangat cantik, sehingga Chin Hian Kong jadi jatuh hati benar kepadanya. Setiap saat di mana pun Chin Hian Kong berada, Li Ki tidak boleh jauh dari sisinya.
**
Selang setahun kemudian Li Ki melahirkan seorang anak lelaki, anak tersebut diberi nama He Ce. Lewat setahun kemudian, Siao Ki juga melahirkan seorang putera yang diberi nama Tok Cu.
__ADS_1
Waktu itu Raja Chin Hian Kong sudah sangat tergila-gila pada Li Ki, dia senang karena Li Ki melahirkan anak lelaki. Raja Cee lupa cinta-kasih Cee Kiang almarhum. Malah raja hendak mengangkat Li Ki menjadi Permaisuri. Niatnya itu dia bicarakan dengan semua menteri-menterinya.
"Menurut adat-istiadat Permaisuri tidak boleh ada dua orang," kata Su Souw. "Maka jika Li Ki dan Siao Ki diangkat menjadi Hong-houw (Permaisuri), maka itu tidak sesuai dengan aturuan yang berlaku selama ini."
Beberapa menteri dan pejabat negara membenarkan pendapat Su Souw tersebut. Tetapi Chin Hian Kong tidak mau mengerti. Malah dia uring-uringan karena keinginannya ditentang. Dengan tidak mempedulikan nasihat menteri-menterinya, Raja Cin mengangkat Li Ki menjadi Hong-houw (Permaisuri) dan Saio Ki menjadi Ci Hui (Permaisuri ke-dua).
Karena tidak sependapat diam-diam Su Souw pergi menemui Tay-hu Li Kek.
"Negeri Chin hampir musnah, apa yang harus kita lakukan?" kata Li Kek.
Mendengar keterangan Su Souw tersebut Li Kek terperanjat, dengan hati berdebar-debar dia bertanya, "Siapa yang akan meruntuhkan Kerajaan Chin?"
"Pasti Li Jiong," sahut Su Souw.
Li Kek bengong terlongong-longong, dia tidak mengerti apa maksud ucapan Su Souw tersebut.
"Pada masa Raja He Kiat menyerang ke negeri Yu Si, Raja Yu Si menyerahkan putrinya yang bernama Moai Hi. Karena Baginda Kiat sangat mencintai Moai Hi, sehingga Kerajaan He musnah," kata Su Souw. "Begitu juga Baginda Im Tiu ketika melabrak negeri Yu Souw, Raja Yu Souw (Tiu Ong) menyerahkan anak perempuan yang bernama So Tat Ki, karena Baginda Tiu Ong sangat mencintai So Tat Ki, akhirnya Kerajaan Im musnah. Sedang bukti yang paling akhir yaitu Baginda Ciu Yu Ong yang memerangi negeri Yu Po, Raja dari negeri Yu Po menyerahkan putrinya yang bernama Po Su, akhirnya Kerajaan See Ciu (Ciu Barat) musnah. Sekarang Raja negeri Chin, sesudah menaklukan negeri Li Jiong, Raja Chin telah mengambil dua orang putrinya yang sekarang sangat disayang oleh beliau. Apa tidak bisa terjadi negeri Chin pun kelak akan musnah?"
__ADS_1
Li Kek menggelengkan kepalanya dia jadi berduka sekali, dan Li Kek membenarkan dugaan Su Souw tersebut.