
Raja Bit Louw setuju menerima perintah itu, sekalipun hatinya sangat mendongkol kepada Jenderal Hong Hoa yang telah menghinanya.
Sebelum pasukan Jenderal Hong Hoa sampai ke tepi sungai, mereka telah berpapasan dengan pasukan Kho Hek yang berjalan di depan.
Kedua pasukan itu dengan tidak banyak bicara lagi langsung serang-menyerang dengan seru sekali. Memang benar tenaga Jenderal Hong Hoa sangat kuat. Baru bertarung beberapa jurus Kho Hek tidak sanggup melawannya. Ketika Kho Hek berniat kabur, untunglah Ong-cu Seng Hu sudah keburu datang.
Melihat musuh yang baru datang, Hong Hoa meninggalkan Kho Hek dan menyerang Ong-cu Seng Hu; serangan itu langsung disambut, sehingga mereka berdua jadi bertempur dengan seru sekali. Kali ini Hong Hoa ketemu tandingannya, sehingga sekalipun sudah bertempur 50 jurus lebih, belum ada yang menang atau kalah.
Sementara itu Raja Cee bersama pasukan besarnya telah sampai, Pangeran Kai Hong di sebelah kanan, Si Tiao di sebelah kiri, dengan berbareng datang menerjang pasukan musuh.
Jenderal Hong Hoa ketika melihat datangnya bala-tentara Cee seperti sekawanan lebah banyaknya, dia jadi panik dan merasa jerih, buru-buru dia balikkan kudanya untuk melarikan diri.
Panglima dan tentara Cee segera mengamuk dengan sengit, sehingga 5000 tentara Kho-tiok telah binasa lebih dari separuhnya. Sisanya semua menyerah pada pasukan Cee.
Setelah Jenderal Hong Hoa kabur cukup jauh dari medan pertempuran, dan suara riuh pun sudah tidak kedengaran lagi, barulah dia berani menoleh ke belakang. Bukan main kagetnya, sebab tidak seorang pun tentaranya yang ikut bersamanya. Sambil uring-uringan dia melarikan kuda tunggangnya, ketika hampir sampai di gunung Toan-cu-san, dia menjadi semakin kaget, sebab di tempat itu sudah penuh pasukan berbendera negeri Cee, Yan dan Bu Ciong.
Ternyata itu pasukan Pin Si Bu dan yang lainnya yang telah menyeberangi sungai dengan cara ngerobok (masuk) ke sungai Pi-ji. Mereka juga sudah bisa menduduki gunung milik tentara musuh.
__ADS_1
"Wah, kali ini celaka aku!" pikir Hong Hoa yang gemetar sekujur tubuhnya,
Dia tahan kudanya dan tidak berani lewat di tempat itu. Sesudah diam seketika lamanya dan sudah dapat berpikir, dia tinggalkan kudanya. Dengan menyamar menjadi penebang kayu, dari jalan kecil dia merayap di kaki gunung, dengan demikian selamatlah dia.
Ketika itu tentara Raja Cee Hoan Kong sudah mendapat kemenangan besar. Dia bersama tentaranya maju dan sudah sampai di gunung Toan-cu-san. Di sini seluruh tentara Cee bergabung dengan yang lainnya. Mereka segera mendirikan perkemahan mereka di tempat itu.
**
Dikisahkan Raja Bit Louw yang mendapat perintah dari Tap Li Oh. Dia bersama Jenderal Sok Moai memimpin pasukannya, tetapi baru berjalan sampai di gunung Ma-pian-san, dia telah mendapat kabar bahwa gunung Toan-cu-san sudah diduduki oleh musuh. Karena angkatan perang Cee sangat tangguh, Bit Louw tidak berani merebut kembali gunung itu. Kemudian dia mendirikan perkemahannya di gunung Ma-pian-san.
Ketika Jenderal Hong Hoa sudah berjalan cukup jauh dan sampai di gunung Ma-pian-san. Hong Hoa mengenali pasukan perang yang ada di situ orang sendiri. Kebetulan sekali pada waktu itu perutnya sedang kelaparan. Dia berharap di tempat itu dia bisa mendapatkan makanan untuk mengisi perutnya. Buru-buru dia datang ke perkemahan itu. Begitu sampai Hong Hoa langsung bertanya pada pengawal perkemahan.
"Raja Bit Louw!" jawab yang ditanya.
Mendengar jawaban itu Jenderal Hong Hoa jadi tidak enak hati. Dia ingat di depan rajanya dia telah menghina Raja Bit Louw dan panglimanya itu. Jika raja negeri San-jiong itu mengetahui dia kalah, pasti dia akan diejeknya. Tadinya Hong Hoa akan meneruskan kembali perjalannya dengan menahan lapar ke kota Bu-te-shia, tetapi karena perutnya sangat kelaparan, terpaksa sekalipun malu dia masuk juga ke perkemahan itu.
Melihat Jenderal Hong Hoa datang dalam keadaan payah, Raja Bit Louw segera mengetahui, bahwa Hong Hoa telah kalah perang. Karena Bit Louw masih ingat bagaimana Hong Hoa telah mengejek dia, maka Bit Louw berpikir.
__ADS_1
"Inilah saatnya aku membalas ejekannya!" pikir Bit Louw.
"Aku dengar kau jago perang dan tidak pernah kalah, eh mengapa kau berpakaian begini dan datang sendirian kemari?" kata Bit Louw sinis sambil tersenyum.
Mendengar ejekan itu Hong Hoa malu bukan main. Mukanya berubah merah, tetapi saking kelaparan, apa boleh buat dia ceritakan tentang kekalahanya. Kemudian dia dengan terpaksa menebalkan mukanya minta makanan.
Kembali Bit Louw tersenyum dan menyindir, dengan sengaja dia tidak mau memberi apa yang diminta oleh Hong Hoa, tetapi hanya memerintahkan orangnya memberinya nasi kering dan air mentah saja.
Jenderal Hong Hoa sangat mendongkol, tetapi dia tidak berani berkata apa-apa. Terpaksa dia makan nasi kering itu sekedar untuk menahan rasa laparnya. Kemudian dia minta diberi seekor kuda tunggang, karena dari situ ke kota Bu-te-shia perjalanannya masih sangat jauh.
Sengaja Bit Louw memberinya seekor kuda yang kaki terluka dan agak pincang.
Jenderal Hong Hoa tidak berani menampik pemberian itu, lalu dia pamit pada Bit Louw dan berangkat menuju ke kota Bu-te-shia.
Begitu Hong Hoa sudah pergi, Bit Louw dan Sok Moai tertawa terbahak-bahak. Mereka senang sekali sebab sudah bisa membalas penghinaan pada panglima yang sombong itu.
Di sepanjang jalan Hong Hoa merasa gemas dan kesal sekali kepada Bit Louw, karena selain sudah dihina, dia juga dikasih kuda yang jalannya pincang, sehingga memperlambat perjalanannya. Mulut Hong Hoa tidak hentinya mengomel panjang pendek, dia merasa sangat sakit hati dan bersumpah akan membalas hinaan tersebut.
__ADS_1
Begitu sampai di kota Bu-te-shia, langsung Hong Hoa menemuin Tap Li Oh, dan langsung melapor.
"Karena di tepi sungai Pi-ji tidak dijaga, sehingga tentara musuh bisa menyebrang dengan gampang. Begitu sampai hamba dikalahkan oleh panglima Cee." kata Hong Hoa.