LIMA RAJA (The Five Kings)

LIMA RAJA (The Five Kings)
Bab 46


__ADS_3

Pasukan Cee itu terbagi di dua jalan, yang satu dipimpin oleh Ong-cu Seng Hu dan yang lainnya dipimpin oleh Sek Peng. Mereka langsung menyerang.


Jenderal Hong Hoa maju bersama kudanya untuk bertempur melawan Ong-cu Seng Hu, sedang Gut Lut Kouw melawan Sek Peng.


Pertempuran mereka seru sekali, tetapi sebelum ada keputusan siapa yang menang atau kalah, Pangeran Kai Hong, Si Tiao dan Houw Ji Pan dari pasukan Cee datang. Mereka mengepung Hong Hoa dan rajanya.


Jenderal Hong Hoa tertimpa musibah dia tewas di tangan Houw Ji Pan, Tap Li Oh tertangkap oleh Ong-cu Seng Hu, Gut Lut Kouw terbunuh oleh Sek Peng, sedang tentara musuh sebagian besar telah binasa.


Pertempuran berlangsung sampai siang hari. Sesudah musuh dikalahkan Ong-cu Seng Hu bersama panglima lainnya menyambut Raja Cee Hoan Kong yang mereka persilahkan masuk ke dalam kota.


Raja Cee Hoan Kong memerintahkan agar Tap Li Oh dibawa menghadap. Sesudah diterangkan dosanya Raja Tap Li Oh dihukum mati. Kemudian Raja Cee memerintahkan menggantung kepala raja itu di pintu kota utara.


Di antara tentara Jiong ada yang cerita bagaimana Kho Hek tapa ampun telah dibunuh.


Raja Cee Hoan Kong sangat sedih. Dia menghela napas dan mencatat jasa-jasa Kho Hek.

__ADS_1


Ketika Raja Yan Cong Kong sudah mendapat kabar bahwa Raja Cee berhasil memenangkan peperangan, dia girang sekali. Buru-buru Raja Yan ini kembali ke Bu-te-shia akan menemui Raja Cee.


Pertemuan kedua raja itu sangat menggembirakan, Raja Yan menghaturkan terima kasih pada Raja Cee.


"Dari tempat yang jauh aku datang membantumu. " kata Raja Cee. "Untung aku berhasil mengalahkan bangsa San-jiong dan Kho-tiok. Tanahnya aku hadiahkan kepadamu. Silakan kau kelola."


"Hamba tidak berani menerima hadiah itu," kata Raja Yan. "Cukup asal hamba bisa menjaga tanah pusaka dari leluhur hamba saja."


"Negeri bangsa Jiong dan Kho-tiok berdekatan dengan negaramu. Tetapi sangat jauh dengan negaraku. Aku ingin negara itu tetap aman, jadi kupercayakan kepadamu. Aku harap anda tidak menolak pemberian ini. " kata Raja Cee bersungguh-sungguh. "Hanya ingat bila negerimu sudah aman dan makmur, jangan lupa mengirim upeti ke Kerajaan Ciu. Itu sudah cukup bagiku!"


Raja Cee tertawa. Dia menasihati Raja Yan dan bersyukur jika Raja Yan mau tetap berserikat dengannya. Setelah kembali ke negeri Yan dan sesudah membagi-bagi hadiah pada yang berjasa termasuk Raja dari negeri Bu Ciong, Raja Cee akan kembali ke negaranya. Karena tentaranya pun sudah cukup istirahat.


Di sepanjang jalan saat Raja Yan dan Cee pulang, mereka menyaksikan pemandangan yang memilukan hati, banyak tempat-tempat yang rusak lantaran perang.


Ketika berjalan hampir sampai di Kui-cu-kwan, mereka berpapasan dengan pasukan Pao Siok Gee yang datang menyambut.

__ADS_1


Raja Cee Hoan Kong merasa senang, dia puji kecakapan Pao Siok Gee dalam mengurus perbekalan tentaranya. Sesudah sampai di negeri Yan terpaksa Raja Cee harus berpisah dengan Raja Yan. Raja Cee berpesan agar siaga supaya musuh tidak mengacau kembali. Kemudian mereka berpisah karena Cee Hoan Kong akan kembali ke negaranya.


Raja Yan mengantarkan Raja Cee sampai sejauh 50 li dari negaranya. Kejadian ini membuat Raja Cee terharu sekali.


Raja Cee Hoan Kong menghadiahkan tanah untuk Raja Yan Cong Kong yang baik hati itu. Ketika mereka berrpisah mereka menangis sedih.


Sejak saat itu dan selanjutnya negara Yan menjadi bertambah luas dan makmur karena mendapat tambahan tanah hadiah dari Raja Cee. Kemudian negeri Yan menjadi negara besar di bagian utara Tiongkok.


Ketika semua Raja Muda mendengar dan mengetahui bagaimana Raja Cee yang begitu baik, mau membantu negeri Yan memerangi musuhnya. Juga Raja Cee tidak merasa sayang pada tanah miliknya dan dihadiahkan kepada negara Yan, mereka merasa kagum dan taat. Sekarang mereka sudah tidak merasa cemas negara mereka akan dicaplok oleh negara Cee. Mereka malah memuji kebijaksanaan Raja Cee tersebut.


Dalam perjalanan pulang Raja Cee Hoan Kong sampai di tapal batas antara negeri Louw dan negeri Cee. Di tempat itu dia disambut oleh Louw Cong Kong yang mengucapkan selamat atas keberhasilan Raja Cee tersebut.


Melihat Raja Louw begitu hormat dan mencintai Raja Cee, maka dengan senang hati Raja Cee menghadiahkan barang-barang milik bangsa Jiong kepada Raja Louw. Tentu saja Raja Louw girang bukan main.


Waktu itu masa pemerintahan Louw Cong Kong pada tahun yang ke-32 atau pemerintahan Baginda Ciu Hui Ong tahun ke-15. Pada bulan Pe-gwe (bulan delapan Imlek) Louw Cong Kong meninggal dunia, karena itu di negeri Louw terjadi kekacauan yang hebat.

__ADS_1


__ADS_2