LIMA RAJA (The Five Kings)

LIMA RAJA (The Five Kings)
Bab 84


__ADS_3

Melihat gelagat tidak baik, Liang Ngo pikir pasti dia juga tidak akan bisa meloloskan diri, segera mencabut pedangnya dan gorok lehernya sendiri, tetapi sebelumnya, Touw Gan I keburu menubruk dan menangkapnya. Ketika itu Li Kek sampai di situ, segera dia angkat goloknya dan menebas dorna itu hingga jadi dua potong.


Waktu itu Tay-hu Kiong Hoa juga memimpin orangnya datang membantu Li Kek.


Semua orang dengan berbareng menerjang masuk ke pintu istana. Li Kek sambil memegang pedang jalan duluan, sedang yang lain-lain ikut dengannya.


Pembesar yang ada di istana semua jadi kaget dan bubar, hanya Sun Sit yang tidak berubah parasnya, tangan kirinya memeluk Tok Cu, sedang tangan kanannya mengangkat tangan bajunya untuk menghalangi raja yang masih kecil itu.


Tok Cu ketakutan dan menangis.


”Anak kecil ini apa dosanya?” kata Sun Sit pada Li Kek. ”Lebih baik bunuh saja aku, harap kalian sisakan putra raja almarhum!”


”Sin Seng bagaimana? Dia juga anak raja almarhum!” sahut Li Kek, yang segera lirik Touw Gan I dan berkata, ”Lekaslah turun tangan!”


Touw Gan I segera merampas Tok Cu dari tangan Sun Sit, lalu dia lemparkan ke bawah tangga istana.


”Gubral!”


Saat itu juga Tok Cu telah binasa.

__ADS_1


Sun Sit jadi sangat marah, dia mencabut pedang yang tergantung di pinggangnya akan menyerang Li Kek. Tetapi kembali dia kena dibunuh oleh Touw Gan I.


Semua orang segera menerjang masuk ke dalam keraton.


Li Ki jadi sangat ketakutan, dengan tergopoh-gopoh dia lari ke keraton Ke Kun. Tetapi Ke Kun menutup pintu tidak mau menerima. Sebab sudah putus harapan, dengan badan gemetar perempuan dengki itu lari ke kebun belakang, dari atas jembatan dia menceburkan diri ke dalam air, dan segera mati.


Li Kek masih penasaran, dia perintahkan orangnya mengangkat mayat perempuan dengki itu dan dicincang sampai jadi hancur lebur.


Adik perempuan Li Ki, meski pun dia yang melahirkan Tok Cu, tetapi sebab tidak begitu jahat seperti kakaknya Li Ki, dia diampuni tidak dibunuh, melainkan dipenjara di salah satu kamar di istana. Sementara keluarga dua Ngo dan Yu Si semua dibunuh.


Sesudah melakukan pembalasan pada orang-orang durhaka itu, Li Kek segera memanggil semua pembesar mengadakan rapat di istana. Li Kek usul hendak mengangkat Pangeran Tiong Ji menjadi raja. Tetapi Pi The Hu bilang lebih baik tanya dulu pendapat Ho Tut, seorang pembesar Chin yang paling tua. Karena itu segera diutus seseorang untuk mengundang Ho Tut. Tetapi Ho Tut menolak hadir, dia berkata, ”Aku sudah tua, aku setuju saja apa keputusan para Tay-hu!”


Ketika itu suruhan itu kembali dan memberitahukan ucapan Ho Tut, semua pembesar segera mengambil keputusan hendak mengangkat Pangeran Tiong Ji menjadi raja. Segera disebar surat udangan yang ditandatangani oleh Li Kek. Pi The Hu, Kiong Hoa, Ke Hoa, Tiauw Coan dan yang lain-lain. Semua berjumlah tiga puluh orang lebih. Touw Gan I segera diutus membawa surat undangan itu ke negeri Ek, akan meminta Kongcu Tiong Ji pulang ke negeri Chin untuk menjadi raja.


”Lebih baik jangan pergi, sebab baru kematian ayahanda Tuanku dan lagi dalam keadaan kalut, apabila tuanku menerima menjadi raja, bukan saja nama jadi buruk. Ditambah, khawatir kaum orang-orang durhaka akan melakukan pembalasan secara rahasia.” kata Ho Yan.


Tiong Ji memberi tahu pada Touw Gan I, dia tidak bersedia menerima untuk menjadi raja, biarlah supaya diangkat saja pangeran yang lain.


Touw Gan I segera kembali memberitahukan hal itu, Li Kek masih penasaran, dia hendak memerintahkan utusan lain mengundang Tiong Ji. Tetapi Tay-hu Nio Yu Bi segera mencegah.

__ADS_1


”Percuma saja kita undang dia, pasti Kong-cu Tiong Ji akan tetap menolak, supaya tidak buang waktu, undang saja Kong-cu I Gouw.” kata Nio Yu Bi.


”I Gouw orangnya serakah dan kejam,” kata Li Kek kurang senang. ”Lantaran tamak maka dia tidak bisa dipercaya, dan lantaran kejam pasti dia tidak punya rasa cinta pada rakyat.”


”Tetapi daripada mengangkat pangeran lain, lebih pantas angkat Kongcu I Gouw, bukan?” kata Nio Yu Bi.


”Ya, itu betul!” seru orang banyak.


Li Kek karena kalah suara, apa boleh buat segera memerintahkan Touw Gan I ikut Nio Yu Bi pergi menjemput Kong-cu I Gouw di negeri Liang. Memang benar adat I Gouw berlainan jauh dengan Tiong Ji, sedangkan Tiong Ji manis budi, sebaliknya I Gouw dia tamak dan kejam, seperti kata Li Kek.


Ketika I Gouw melarikan diri ke negeri Liang, raja Liang menikahkan putrinya dengan I Gouw, dan . dari pernikahan itu mereka berputra seorang diberi nama Gi.


Begitu mendapat kabar ayahnya telah wafat, I Gouw segera memerintahkan Lu I Seng pergi merampas kota Kut. Kemudian setelah mendengar kabar He Ce dan Tok Cu dibunuh dan semua pembesar mengundang Tiong Ji, dengan tidak ayal lagi dia segera berunding dengan Kek Shia dan Kiok Peng untuk merebut kedudukan jadi raja. Tetapi sebelum putusan diambil datang Nio Yu Bi dan Touw Gan I mengundangnya, hingga bukan alang kepalang girangnnya Pangeran I Gouw.


Kiok Peng segera menyatakan pendapatnya.


”Jika Tiong Ji sudah tidak mau menjadi raja, pasti dia masih curiga di dalam negeri masih terlalu banyak komplotan jahat. Jika sekarang seumpama I Gouw mau masuk ke lubang macan, Tuan harus sedia dulu senjata tajam, supaya apabila timbul bencana, Tuan sudah siaga. Setahuku kelompok yang terkuat adalah yang dipimpin oleh Li Kek dan Pi The Hu, maka kedua Tay-hu itu harus diberi suap yang besar. Selain itu kita juga harus menyuap negeri Cin, sebab Cin sangat kuat dan bertetangga dengan Chin, maka dengan meminjam tenaga negeri kuat serta dekat itu, pasti mereka bisa masuk ke negeri Chin dengan gampang dan tidak ada yang berani menghalanginya.” kata Kiok Peng.


I Gouw jadi girang, lalu dia terima saran dari Kiok Peng ini. Ia memberi keterangan pada Touw Gan I dan disuruh pulang lebih dulu. I Gouw berjanji akan memberi hadiah pada Li Kek seribu petak sawah di Hun-yang, dan Pi The Hu tujuh ratus petak sawah di Hu-kiu. Sedang Nio Yu Bi diutus ke negeri Cin, untuk memberi tahu pada raja Cin bahwa semua pembesar di negeri Chin telah mengundang I Gouw untuk dijadikan raja di negeri Chin. Maka I Gouw minta dukungan dari raja Cin, tentara untuk mengantarkan dia kembali ke negeri Chin. Untuk rasa terima kasihnya, I Gouw menjanjikan hendak menyerahkan lima buah kota di sebelah luar Sungai Huang-hoo (Sungai Kuning).

__ADS_1


Cin Bok Kong meluluskan permohonan I Gouw, lalu memerintahkan pada Kong-sun Ci memimpin tiga ratus kereta perang dan tentara untuk mengantar I Gouw.


Sementara itu Cee Hoan Kong ketika mendapat kabar di negeri Chin terjadi huru-hara, dia mengumpulkan raja-raja muda untuk berunding. Tetapi waktu dia sampai di tanah Ko-liang, dia mendapat kabar negeri Cin sudah membawa tentaranya untuk mengantarkan I Gouw. Baginda Ciu Siang Ong memerintahkan pada Ong-cu Tong membawa tentara datang ke negeri Chin, dan hanya mengutus Sek Peng memimpin pasukan tentara berkumpul dengan tentara Cin dan Ciu untuk bersama-sama mengantarkan I Gouw.


__ADS_2