
Berangkatlah angkatan perang gabungan ini. Sesudah 200 li jauhmya, Raja Cee Hoan Kong melihat jalan di pegunungan itu sangat sempit dan berbahaya. Kemudian dia bertanya kepada Raja Yan.
"Tuanku, apa nama tempat ini?" kata Raja Cee.
"Tempat ini disebut Kui-cu," sahut Raja Yan Cong Kong, dari sini kaum Pak Ji Ong berjalan keluar masuk."
Koan Tiong mengusulkan agar Cee Hoan Kong membagi kereta perangnya. Separuh perbekalan mereka ditinggalkan di tempat itu. Dia juga memerintahkan tentaranya menebang pohon besar untuk tempat berkemah. Tempat itu juga dijadikan tempat menyimpan perbekalan mereka. Pao Siok Gee bertugas menjaga di tempat itu. Dialah yang mengurus pengangkutan ransum dan lain-lain keperluan tentara gabungan itu. Apabila pasukan makanan kurang, Pao Siok Gee harus mengambilnya di negeri Yan atau negeri Cee.
Sesudah itu Cee Hoan Kong memerintahkan tentaranya istirahat selama tiga hari. Bagi tentara yang sakit mereka sengaja ditinggalkan karena Raja Cee hanya akan membawa yang sehat dan segar, sehingga tidak menghambat perjalanan mereka.
**
Sejak pulang dari Tiongkok, setiap hari Raja bangsa San-jiong itu bersenang-senang saja. Mereka berhasil membawa pulang hasil jarahannya cukup banyak. Ketika Raja San-jiong sedang bersenang-senang, tiba-tiba juru kabarnya datang memberi laporan.
"Tuanku tentara negeri Cee datang menyerang!" kata si pelapor itu.
Mendengar laporan itu Bit Louw kaget bukan alang-kepalang. Dengan sangat tergesa-gesa dia memanggil panglima perangnya yang bernama Sok Moai untuk diajak berdamai.
__ADS_1
"Sok Moai, musuh datang. Bagaimana kita harus menghadapinya?" tanya Bit Louw.
"Menurut dugaan hamba musuh sekarang pasti masih kelelahan. Mereka baru saja melakukan perjalanan yang sangat jauh. Saat mereka sedang membangun kemah-kemah mereka, kita boleh menyerang mereka dengan mendadak. Hamba rasa kita akan mendapat kemenangan besar!" kata Sok Moai.
Raja Bit Louw setuju pada pendapat Sok Moai. Kemudian Sok Moai diperintahkan membawa 3000 prajurit maju ke medan perang.
Sok Moai memimpin tentaranya; tetapi sebagian dia suruh bersembunyi di sela-sela gunung.
Jika musuh masuk perangkap mereka maka mereka harus mengepung tentara Cee yang sedang kelelahan itu. Pasukan yang sebagian lagi langsung menantang perang.
Houw Ji Pan bersama pasukannya berpapasan dengan panglima Sok Moai. Dengan tidak banyak bicara lagi mereka langsung bertempur. Serangan Houw Ji Pan ditangkis oleh Sok Moai. Tidak lama pertempuran hebat pun terjadi. Sok Moai yang sudah menyiapkan jebakan, setelah bertarung beberapa jurus, pura-pura kalah dan kabur ke dalam rimba.
Ketika Sok Moai sampai di hutan dan mengetahui musuh mengejarnya, Sok Moai girang. Dia berteriak memberi tanda pada tentaranya yang bersembunyi.
Teriakan itu disambut oleh sorak-sorai yang riuh sekali, dan dari sela-sela gunung segera keluar tentara Jiong menerjang barisan Houw Ji Pan. Serangan ini mengacaukan pasukan Houw Ji Pan, sehingga terpecah menjadi dua bagian, karena tengahnya diserang hebat oleh tentara Sok Moai.
Houw Ji Pan baru sadar bahwa dia telah terjebak ke dalam tipu-muslihat musuh. Dia kaget dan buru-buru memberi perintah mundur.
__ADS_1
"Mundur! Mundur!" teriak Houw Ji Pan.
Tetapi komando dari Houw Ji Pan tidak banyak artinya, karena sudah terlambat. Tentara San-jiong sudah mengepung mereka dengan rapat sekali. Sekalipun Houw Ji Pan sudah bertarung mati-matian, dia tidak bisa menembus kepungan musuh. Malah lebih celaka lagi, kuda Houw Ji Pan binasa. Houw Ji Pan jadi bertambah susah.
Saat Houw Ji Pan sedang terancam bahaya, beruntung angkatan perang Raja Cee sampai. Ong-cu Seng Hu datang melabrak kepungan bangsa San-jiong untuk menolong Houw Ji Pan.
Semula harapan Sok Moai bisa menangkap Houw Ji Pan, tetapi tidak diduga pasukan Cee datang. Harapan Sok Moai pun gagal, malah tentaranya sendiri rusak berat dan terpaksa dia harus melarikan diri.
Melihat tentaranya banyak yang binasa, Houw Ji Pan menyesali dirinya. Ketika Houw Ji Pan bertemu dengan Raja Cee Hoan Kong dia merasa malu sekali.
Melihat Houw Ji Pan sangat berduka, Raja Cee Hoan Kong segera mengerti bagaimana perasaan panglima itu karena kalah perang. Dia mencoba menghibur panglima itu.
"Dalam perang menang dan kalah sudah biasa," kata Raja Cee Hoan Kong. "Harap Jenderal jangan bersusah hati."
Untuk menghibur Houw Ji Pan dan menyatakan bahwa dia tidak menyesali kekalahan Houw Ji Pan itu, Raja Cee menghadiahkan seekor kuda yang bagus pada Houw Ji Pan. Houw Ji Pan mengucapkan terima kasih kepada Raja Cee. Dia girang sekali, Cee Hoan Kong sangat baik budi. Maka sebisanya dia hendak mengorbankan seluruh tenaga dan jiwanya untuk membalas kebaikan Raja Cee tersebut.
Pasukan besar negeri Cee bergerak menuju ke arah timur. Sesudah 30 li jauhnya, mereka sampai di sebuah gunung bernama Hok-liong-san. Tempat itu sangat penting. Cee Hoan Kong bersama Yan Cong Kong membangun kemah mereka di tempat itu.
__ADS_1
Ong-cu Seng Hu dan Pin Si Bu mendirikan dua benteng di kaki gunung tersebut. Mereka melindungi markasnya dengan cara menggandeng-gandengkan kereta perang mereka. Mereka juga melakukan penjagaan yang ketat.
**