LIMA RAJA (The Five Kings)

LIMA RAJA (The Five Kings)
Bab 50


__ADS_3

Tatkala Raja Louw Bin Kong sudah tiba di tanah Lok-kouw dan bertemu dengan Raja Cee Hoan Kong, sambil memegang lengan baju Raja Cee, Louw Bin Kong menceritakan secara perlahan-lahan. Bagaimana Pangeran Keng Hu punya niat buruk terhadapnya. Dia bercerita begitu dengan tidak hentinya mengucurkan air mata.


Raja Cee Hoan Kong menjadi kasihan sekali pada Louw Bin Kong. Dengan sangat terharu dia berkata, "O, anakku, kau tidak perlu khawatir.


Kau akan kubantu. Sekarang coba kau katakan padaku, di antara para menteri yang ada di negeri Louw, siapa yang paling pandai dan bisa dipercaya?"


"Hanya Kui Yu yang paling pandai, dan dia dapat diandalkan.Tetapi sekarang dia sudah menyingkirkan diri ke negeri Tan."


"Mengapa dia tidak kau panggil pulang saja?"


"Hamba khawatir Keng Hu curiga dan akan menghalangi kehendakku." kata Louw Bin Kong.


"Bilang saja aku yang mengingnkannya begitu, siapa yang berani membantahku?"


"Ya, kalau begitu baiklah," kata Louw Bin Kong dengan girang.


Louw Bin Kong menghaturkan terima kasih.


Kemudian satu sama lain berpisah dan pulang ke negaranya masing-masing.


Begitu sampai di negeri Louw, Raja Louw Bin Kong mengirim utusan ke negara Tan. Utusan itu membawa pesan begini: Atas perintah Raja Cee Hoan Kong, maka Pangeran Kui Yu dipanggil pulang ke negara Louw. Raja Louw Bin Kong berjanji akan menunggu kedatangannya di tanah Long.


Ketika Kui Yu sudah sampai di tanah Long, Raja Louw Bin Kong mengajaknya naik kereta bersama-sama pulang ke negeri Louw. Sesampai mereka di istana, Louw Bin Kong segera mengangkat Kui Yu menjadi Perdana Menteri. Kemudian Raja Louw mengeluarkan maklumat, bahwa diangkatnya Kui Yu atas saran dan permintaan Raja Cee Hoan Kong. Sehingga semua menteri terpaksa tunduk pada keputusan itu.


Waktu itu jatuh pada tahun pemerintahan Kaisar Ciu Hui Ong yang ke-enam.

__ADS_1


Ini tahun pertama Raja Louw Bin Kong memerintah di negara Louw.


Pada musim Tang (Gugur), karena Raja Cee merasa khawatir para menteri di negeri Louw tidak melaksanakan kehendaknya dengan baik. Raja Cee memerintahkan Tay-hu Tiong Sun Ciu datang ke negara Louw. Tujuannya untuk memantau dengan seksama, dan mengawasi tigkah-laku Pangeran Keng Hu.


Waktu Tiong Sun Ciu bertemu dengan Raja Louw Bin Kong, Raja Louw yang masih kecil hanya menangis saja. Tetapi tidak bisa bicara. Melihat hal itu Tiong Sun Ciu mengerti apa yang terjadi pada Louw Bin Kong. Tiong Sun Ciu lalu menghiburnya. Kemudian Tiong Sun Ciu menemui Pangeran Sin. Tiong Sun Ciu berbincang dengan Pangeran Sin. Ternyata pangeran ini cekatan dan pandai bicara.


"Nah, ini baru orang yang pantas dan bisa membereskan negara," pikir Tiong Sun Ciu.


Dia memuji kepandaian Pangeran Sin tersebut.


Sesudah itu Tiong Sun Ciu pamit. Tiong Sun Ciu berkunjung ke tempat Pangeran Kui Yu.


"Jagalah Pangeran Sin dengan baik, segera usahakan untuk menyingkirkan Pangeran Keng Hu!" kata Tiong Sun Ciu.


Perdana Menteri Kui Yu memperlihatkan telapak tangannya pada Tiong Sun Ciu.


Setelah berbincang sejenak, Tiong Sun Ciu pamit, pergi ke gedung tamu yang memang disediakan untuk dia bermalam.


Malamnya Pangeran Keng Hu berkunjung ke tempat Tiong Sun Ciu bermalam. Dia membawa berbagai persembahkan yang banyak.


Tiong Sun Ciu sudah mengerti maksud kedatangannya itu. Dengan sangat mendongkol dia berkata, "Jika Kong-cu bisa bekerja setia kepada negerimu, Rajaku akan senang sekali. Kau tidak perlu menyuapku dengan segala bingkisan!" kata Tiong Sun Ciu.


Meski pun Keng Hu berulang-ulang mengucapkan kata-kata manis, dan meminta supaya barang antarannya diterima. Tiong Sun Ciu tetap menolak. Keng Hu cemas dan kesal sekali. Buru-buru dia pamit pulang.


Pada esok harinnya....

__ADS_1


Tiong Sun Ciu pamit pada Raja Louw Bin Kong dan pulang kembali ke negeri Cee.


Begitu sampai di negerinya dan berjumpa dengan Raja Cee Hoan Kong, dia sampaikan apa yang dialaminya di negeri Louw.


"Tuanku, menurut pendapat hamba, jika Keng Hu tidak disingkirkan, maka kekacauan di negara Louw tidak akan beres-beres!" kata Tiong Sun Ciu.


"Kalau begitu, apa tidak lebih baik aku kerahkan angkatan perang kita untuk mengusir dia?" tanya Cee Hoan Kong.


"Kejahatan Keng Hu belum kentara benar, tidak ada alasan yang cukup kuat untuk membasmi dia!" kata Tiong Sun Ciu. "Menurut hamba, Keng Hu sudah tidak senang di bawah perintah lagi, maka bisa dipastikan di negeri Louw bakal terjadi huru-hara. Sebaiknya kita tunggu berberapa saat. Bila apa yang hampa perkirakan itu terjadi, barulah kita singkirkan dia! Dengan demikian alasan kita kuat untuk membasminya!"


"Ya, kau benar," kata Raja Cee Hoan Kong.


Dugaan dari Tiong Sun Ciu benar-benar terjadi.


Pada tahun ke-dua pemerintahan Raja Louw Bin Kong, napsu Keng Hu hendak merampas tahta kerajaan semakin keras. Dia agak ragu-ragu, karena Raja Louw Bin Kong adalah cucu luar dari Raja Cee Hoan Kong. Ditambah lagi di samping Raja Louw ada Perdana Menteri Kui Yu. Kui Yu dengan sepenuh hati membantunya. Keng Hu tak berani segera bertindak.


Pada suatu hari......


Pada saat Keng Hu sedang duduk terpekur dengan pikiran kusut, tiba-tiba penjaga pintu menghadap.


"Di luar ada Tay-hu Pok I minta bertemu." kata anak buahnya.


Buru-buru Keng Hu keluar untuk menyambut. Dia ajak tamunya masuk ke kamar tulisnya. Sesudah itu dia persilakan tamunya itu duduk.


"Tay-hu apa maksud kedatanganmu ini?" tanya Keng Hu.

__ADS_1


"Aku punya beberapa bau sawah, letaknya dekat sawah milik Tay-hu Sin Put Hai," kata Pok I dengan sangat marah. "Semua sawahku sudah dirampas oleh Sin Put Hai dengan paksa! Masalah ini sudah aku adukan kepada Cu-kong. Tetapi Cu-kong sengaja melindungi Sin Put Hai.


Mungkin karena dia gurunya. Malah Cu-kong membujuk aku supaya aku mengalah saja kepada Put Hai. Hal ini tidak kusukai, maka aku datang pada Pangeran supaya kau membantu meluruskan perkara ini. Dan kau mau membujuk Cu-kong supaya berlaku adil!"


__ADS_2